Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 20


__ADS_3

"hey..." ucap rendy dengan menyentuh lengan rada.


"eh... iyaa... kenapah?". gugup rada.


"apa kau terpesona dengan penampilan ku?" goda rendy dan mendekatkan wajahnya pada wajah rada.


wajah rada dan wajah rendy hanya beranjak 5cm dan bisa merasakan hembusan nafas


masing-masing.


"ahhh jauh kau". kaget rada dengan tingkah laku rendy.


"Hahahahhha wajah mu merah seperti tomat". tawa pecah rendy dengan melihat wajah merah rada.


"ahhh rendyy". teriak rada dengan menutup wajahnya dengan selimut.


"hahhahahh....". tawa rendy berlanjut sampai melepas sepatu dan di ganti oleh sandal yang ada diruangan tersebut.


rendy berjalan menuju kamar mandi lalu membuka pintu kamar mandi dengan pelan.


di kamar mandi rendy ber Wudhu.


rendy keluar kamar mandi dan melihat rada sudah tertidur di bawah selimut.


rendy mencari sejadah di lemari. menggelar sejadah menghadap kiblat lalu berdiri di antara sisi kanan dan kiri dan meluruskan kaki dengan pinggang rendy bersiap takbiratul ihram.


"Allahhuakbar".....


"as-salāmu ʿalaikum wa-raḥmatu-llah" salam/ taslim.


Rendy memanjatkan doa dengan khusu dan ikhals. "YaAllah yang maha pencipta dan maha membalikan hati manusia hamba mohon izinmu untuk menikahi wanita yang kucintai dengan hati yang ikhlas dan tabah dan hamba mohon semoga dia bisa menerima hamba dengan kekurangan dan kelebihan hamba Amin..." ucap rendy dengan merentangkan tangan kedepan serta keatas.


rada yang mendengar doa rendy seperti ada yang sesak di dadanya tapi tak tau apa itu.


"apa aku mulai...." geleng rada dan kembali memasukan kepalanya di bawah selimut yang tadinya muncuk hanga karana ingin melihat rendy sedang sholat zuhur.


rendy melipat sejadah dan membalikan kedalam lemari.


"apa kau tak lapar?". tanga rendy dengan duduk di samping ranjang rada.


"hummmm". jawab rada di balik selimut.

__ADS_1


"aku tau kau tadi melihat ku sedang sholatkan?". goda rendy dengab ngelus kepala rada yang ada di balik selimut.


"tidak". tolak rada dengan tegas.


"benerkah? humm apa aku tadi memakai sarung saat sholat?". tanya rendy karna melihat rada yang imut dari balik selimut.


"tidak". jawab langsung rada.


"Hahahaha tuh kau melihat ku kan".


"ahhh kau menyebalkan". pukul rada pada rendy dengan bantal yang dia pakai saat berbaring.


"oke ampun ampun" ucap rendy dengan menahan bantal dan menariknya.


ahhhp


wajah rendy dan rada sangat dekat dan tampa sengaja rendy mecium pipi rada.


muchhh.


"rendy....!". terik rada karna kaget dengan tindakan rendy yang membuat dirinya salah tingkah.


"Hahaha maaf tadi kau sangat mengemaskan sampai aku ingij memakan mu". prontal rendy tampa pedulikan rada yang sudah seperti kepiting rebus karna kata kata rendy yang di ucapnya.


"masuk". jawab rendy saat mendengar pintu di ketuk dengan pelan.


"assalamualaikum..." ucap seorang.


"Walaikum salam". jawab rendy dan rada dengan bersama.


"papa...." ucap rada dan ingin turun dari ranjang.


"ehh mau kemana kau". tahan rendy saat melihat rada dengan turun dari ranjang.


"mau ke papa mau peluk..." rengek rada dengan wajah yang imut menghadap pada rendy.


'astaga'. batin rendy.


"sudah rara istirahat saja papa yang kesanah". ucap pak sanjaya.


pak sanjaya berjalan menuju rada dan rendy berdiri dari kursi untuk memberikan kursi pada pak sanjaya untuk duduk di dekat rada.

__ADS_1


"silakan pa...." ucap rendy memberikan kursi untuk pak sanjaya.


"terima kasih nak". jawab pak sanjaya dengan senyumannya.


"sama-sama pak".


pak sanjaya dan rada sedang berpelukan di hadapan rendy yang sedang berdiri di belakang pak sanjaya.


"apakah ada yang sakit?". tanya pak sanjaya dengan lembut dan mengelus rambut anak gadisnya.


"tidak, hanya saja mimpi itu datang lagi". jawab rada dengan melihag pada rendy.


"humm ya sudah papa panggilkan paman david untuk meriksamu". usul pak sanjaya dengan menggambil hpnya di celana.


"permisi, bukan maksud saya ingin mengelak atau merusak suasa, tapi saya mohon izin ingin membeli makan di bawah karna rada belom makan dari dia sadar". izin rendy dengan sopan pada ak sanjaya.


"baiklah rendy silakan,papa nitip buah pir dan melon untuk rada biar dia tidak repot saat memakan obat nanti". jawab pak sanjaya dan meyuruh rendy untuk membelikan sesuatu untuk rada.


"baik pak akan saya belikan". jawab rendy.


"ini kartunya". sondor pak sanjaya dengan kartunya.


"tidak usah pak pakai yang saya saja". tolak rendy dengan lembut.


"baiklah. terima kasih nak rendy". ucap pak sanjaya.


"sama-sama. pak saja berangkat". pergi rendy.


saat rendy ingin membuka pintu.


"rendy...." panggil rada.


"apa?".


"Hati-hati".


"hanya di bawah saja".


"hummm".


"baiklah, terima kasih yaa".

__ADS_1


----------------------------------------------------


Terima kasih buat yang baca atau yang mampir saja jangan lupa like, komen, votenya. 🥰.🌷


__ADS_2