
RUMAH SAKIT SATYA NEGARA
Rada sedang berbaring di atas bakar dengan di tangani oleh pihak medis dan psikiater yang telah di siapkan.
Rendy berangkat dengan wiliem dengan mobil terpisah.saat para pihak rumah sakit membawa rada dari kantor rendy.
"ren duduk lah lo ko mundar manidr sih pusing gw lihatnya". pusing wiliem melihat rendy yang berjalan mundar mandir di depan pintu ruangan rada.
"gw takut wil...." cemas rendy pada rada karna dia berpikir berebihan.
"udah lah duduk dulu. nih minum biar lo nggak ngelisah ginih". titah wiliem pada rendy dan menuntun dia untuk duduk di kursi yang berada di dekat mereka.
"makasih". ucap rendy dengan memberikan botol kosong pada wiliem.
"makasih sih boleh tapi nggak ngasih botol kosong juga Bambang". kesal wiliem pada rendy karna memberikan botol kosong padanya.
aunty rosa keluar dari ruangan rada dengan timnya.
"silakan bila kalian ingin beristirahatlah atau melanjutkan tugas kalian". titah aunty rosa pada para timnya.
"permisi". ucap para tim medis yang mengganangi rada di dalam ruangan.
"okey rendy dimana keluarga rada?". tanya aunty rosa dengan melihat rendy yang masih duduk di kursi yang sedang melihat pada pintu ruangan rada.
"kau tak perlu cemas rada baik-baik saja dia hanya memiliki trauma". ucap aunty lembut dengan mengelus punggung rendy yang kokoh.
'bahkan punggung mu yang mengagambarka. bahwa kau bisa melewati ini semua rendy'batin aunty rosa.
"apa dia sama dengan ku?". tanya rendy dengan melihat wajah aunty rosa yang berada di sampingnya.
"tidak dia berbeda hanya saja dia belom bisa melupakannya dan tak bisa keluar dari ketepurukan itu". jawab aunty rosa.
"apa dia sudah bangun?". tanya rendy lagi.
"sudah bahkan dia menanyakan dirimu". ucap aunty rosa dengan senyuman Manisnya.
"benarkah?". rendy tak percaya.
__ADS_1
"iya kalo kau ingin temui dia silakan. tapi aunty pamit aunty ada urusan di rumah sakit pusat". pamit aunty.
"baik aunty terima kasih atas bantunya". peluk rendy pada aunty rosa.
"pelan-pelan saja bicaranya". bisik aunty rosa pada telinga rendy.
"baik. terima kasih sekali lagi aunty".
"sama-sama. aunty pamitnya mari rendy mari wiliem". ucap aunty dengan berjalan meninggalkan dua orang pria.
"mari aunty". jawab bareng rendy dan wiliem.
rendy melihat aunty sudah hilang di balik tembok antara lorong rumah sakit.
"ya sudah ren gw mau urus administrasinya". ucap wiliem dengan menepuk pupung rendy.
"baiklah. silahkan. Tapi apa kau ingin melihat rada?".
"tidak gw langsung balik kantor. karna gw lupa bawa hp". ucap wiliem dengan memamerkan deretan giginya.
"kebiasaan...."
rendy melihat pintu ruangan rada di rawat dan mendekat dengan pintu lalu mendorong pintu dengan pelan.
"Asslammualikum..." ucap rendy dengan masuk kedalam ruangan
"Walaikum salam..." jawab rada yang sedang berbaring di bakar dengan selang infus yang menancap pada lengan sebalah kanan rada.
"apa ada yang sakit?". tanya rendy lalu duduk di kursi dekat dengan ranjang.
"baik ko. hanya pusing saja". jawab rada dengan senyum manisnya.
'masyaAllah'batin rendy.
"apa kau mau makan atau minum?". tawar rendy.
"minum saja yang itu". tunjuk rada pada gelas yang berada di samping rendy di atas meja dekat ranjang.
__ADS_1
"baiklah ini". bantu rendy dengan memegang gelas dan membantu rada supaya bisa duduk dengan nyaman dan bersandar di dinding.
"sudah". ucap rada dengan memberikan gelas yang hanga habis 1/4 gelas.
"habiskan". paksa rendy.
"tak mau aku sudah kenyak". tolak rada dengan menutup mulutnya.
"bagaimana kau bisa bugar kalo minum saja seperti air kencing seperti itu. apa kau pelit pada perutmu sendiri?".
"kenapah kau yang repot perut-perut ku badan-badan ku. apa hubungannya dengan mu?"
"aku...."
"apa aku apa?...."
"sudahlah aku sendiri saja aku ingin sholat zuhur". pamit rendy dengan meletakan gelas di meja dan menimbulkan suara.
rendy berjalan menuju pintu dan ingin mendorong pintu.
"tunggu...." cega rada.
"apa?" ucap rendy tanpa membalikan badanya.
"kau sholat di sinih saja".
"kenapah emang?".
"disinih saja sudah".
"apa kau takut ku tinggal?". goda rendy dengan membalikan badanya menghadap rada.
"bukan itu. apa kau tak takut aku di culik". ucap rada dengan menghadapkan wajahnya ke kanan.
"siapa juga yang mau menculik mu badan seperti bihun panjang putih tapi tak berbentuk". canda rendy.
"sudahlah disinih saja". paksa rada.
__ADS_1
"baiklah". ucap rendy dengan melepaskan jas, dasi dan membuka kancing lenganya serta menggulung lengan kemejanya sampai siku.
"apa disinih ada sejadah?". tanya rendy dengan melihat rada tak berkelip saat melihat lengan kekar rendy dan di hiasi oleh bulu bulu hutan Amazon.