Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 4


__ADS_3

"nama ku itu Rendy bukan bambang pemain bola indonesia". bantah Rendy.


"ehh iyaaa kan rara nggak tau. kak, om, apa paman, rara boleh numpang nggk sampe depan". ucap dara menatap rendy.


"hummm emang kenpah nggk nunggu disitu sampe reda". tunjuk rendy pada warung telah tutup.


"yaaa rara takut sinih gelap sepi kaya hati eyakk...". canda rada.


"boleh ya kak....?". tanya rada.


"iya boleh silahkan masuk". suruh rendy pada rada.


"asikkkk makasih kak..". ucap rada dengan senyuman manisnya.


-manis kaya gula aren ibu- batin rendy melihat senyuman rada.


rada masuk mobil rendy dan duduk di samping rendy yang dibelakang.


"hallo kak". sapa rada pada orang yang memegang stir mobil.


"hallo rada". jawab orang itu.


"haa ko tau nama rada?". tanya rada.


"kan tadi rada bilang". ucap orang itu.


"ohhh kedenger tohh....". ucap dara.


"udah wil jalan". suruh rendy pada asisten sekaligus temannya.


"siap...." ucap wiliem dan menjalankan mobil.


"kakak namanya siapa?". tanya rada.


"wiliem". jawab wiliem


"ohhh wili". ucap dara.

__ADS_1


"bukan wili tapi wiliem rada". bantah wiliem.


"bukan begitu biar cepet akrab aja rada panggil wili biar beda dari pada wil nanti kaya lagu scribbler wily wily love you." nanyi rada dan memberikan love ala korea pada rendy.


"hahahahaha kamu ini rara ada ada aja". tawa wliem yang lihat tingkah rada pada kaca sepion.


"heehee biar nggak sepi kak kaya yang disamping rada". tunjuk rada pada rendy yang hanya diam dan lihat tingkah rada.


"ehhh maaf ya kak". ucap rada pada rendy dan menunjukkan jari tangannya V.


"hummmm". curek rendy.


"kak nanti ada rumah pager item rumah abu tingkat dua posnya warna putih sama mobil 2 satu item satu putih". tunjuk rada panjang lebar.


"oke raa". jawab wiliem.


"kak wili umurnya berapa?". tanya rada.


"ehummm berapa yaa 26 apa 25 gitu". jawab wiliem.


"28". ucap rendy langsung.


"nggak papah. tapi menurut dara kakak umur berapah kalo nggk tau umur kak?". tanya balik wiliem.


"hummm 17 tahun mungkin". ucap rada.


"PURRFFF..." suara dari rendy.


"kenapah kak?". tanya rada.


"nggak". gelak rendy.


"tuhhh ren gw masih muda". ucal wiliem dan menyombongkan dirinya.


"iya in dahh biar bahagia". ucap rendy.


"kak rendy berapah?". tanya dara.

__ADS_1


"30". jawab langsung wiliem.


"enak aja 29 gw". bantah rendy


"29 berarti beda 2 tahuan sama kak wili".


"hummm". jawab rendy.


"udah nikah kak?". tanya lagi rada.


"kamu ini tanya mulu kaya wartawan". bentak rendy.


"yaaa selow bang rara cuma nanya bukan nawar mau jadi istri abang". ucap rada dengan kesal dan melipatkan tangannya di dada depanya.


"raa itu bukan rumah kamu?". tanya wiliem


"iya kak". jawab rada.


"udah sampai". ucap wiliem.


"makasih ya kak wili baik banget ganteng lagi." puji rada.


"dadah... kak wili". pamit rada.


"iya sama-sama hati-hatinya". ucap wili yang melihat rada masuk kedalam rumahnya.


"hummmm siapa yang ngajak siapa yang di ngucap terimakasih". ucap rendy.


"yaaa ealah ren udah lah cuma gadis satu aja lo bicarain lo nggak inget sama omongan ibu lu 2 bulan yang lalu". ucap wiliem.


"jangan di ingetin babang". kesal rendy.


"Hahahaha. tapi rend lo nggak inget sama ucapan rada tadi?". tanya wiliem.


"yang mana". lupa rendy.


"ya itu tawar dia jadi istri lo lumayan ren daun muda". canda wiliem.

__ADS_1


"tauu ahh gw pusing".ucal rendy sambil menatap cendela kaca kanannya.


__ADS_2