
Rendy memakirkan motor ninja rada di depan loby perusahaannya.
"sampe". ucap rendy dan menurunkan standar motor.
"woi turun nangkring mulu nyamanya?". rendy merasa rada masih menempelkan setengah badanya pada pundang rendy dan mempererat pegangannya di perut rendy.
"raa udah sampe". tepuk rendy pada tangan rada yang ada di perutnya.
rendy melepaskan helm milik rada dan melihat kebelakang panggungnya.
"ra lo kenapah?". tanya rendy yang melihat air mata rada mengalir di pipinya.
"hey..... " rendy menguncang badan rada saat dia sudah turun dari motor.
"heyy lo kenapa nagis....?" merasa di perhatian oleh karyawan nya rendy menempelkan kepala rada pada dadanya dan mengusap punggung rada.
"oke gw minta maaf tadi bawa kenceng apa lo takut?. tapi masa takut dibawa kenceng?". tanya rendy dengan menenangkan rada.
hikkk....hikkkkk
[tangis rada di dada rendy]
"bundaa.....". ucap rada pada saat tangisanya semakin kencang dan memukuli dada rendy.
'ha. bunda?'batin rendy.
rendy merasa tidak ada suara dari rada dan melihat pada rada bawa rada telah pingsan di dekapanya.
"rada rada bangun eyyy". tepuk rendy pada pipi sebelan kanan rada.
"eyyy... aduh ko pingsan sih". gumam rendy.
rendy mengendong rada bridal style di depan badanya.
para karyawan yang melihat rendy mengendong perempuan menuju lift
"itu pak rendy gendong siapa?"
__ADS_1
"nggak tau pacarnya mungkin?"
"ko kaya di drama Korea yaa socute.."
"ada apa sih kalian pada liatin lift ada apa emang di lift?" tanya sarah pada karyawan yang menggumpul di depan lift.
"itu tadi pak rendy gendong perempuan ke ruanganya". jawab salah satu karyawan cewe.
"gendong! perempuan! siapa?".
"tau?" tanya ketus salah satu karyawan pria.
sarah adalah teman universitas rendy saat kuliah di jerman dia menetap di negara i untuk lebih dekat lagi dengan rendy karna dia telah suka dengan rendy pada pandangan pertama pada saat kuliah di jerman.
Ruangan direktur
rendy menurunkan rada di atas sofa yang berada di dalam ruanganya.
"wili pangilin aunty rosa" suruh rendy pada wili yang telah melihat rendy mengendong rara menuju ruanganya.
"baik". wili menelepon aunty rosa untuk datang ke perusahaan rendy.
"hallo ada apa wili".
"ini tan bisa tidak tante datang ke perusahaan rendy?".
"untuk apa. apa rendy sakit?".
"bukan itu tan ini ada yang pingsan".
"yaa kan ada perawat di sanah kepanah harus tente".
"udah auty datang saja nanti rendy cerita".
jawab rendy yang langsung menyambar telepon wiliem karna dia sangat khawatir dengan keadaan rada.
"ren kenapah nggak dibawa klinik rembrang?". tanya wili karna di sebrang perusahaan ada klik.
__ADS_1
"udah ah kita tunggu aunty rosa saja". jawab rendy dengan cemas dan membuka jas yang ada di tubuh dengan dasi yang melingakar di lehernya.
"ren rara kenapah?". tanya wili yang melihat rada pingsan saat di bawa oleh rendy ke ruangannya.
"kalo gw tau nggak bakalan suruh aunty rosa datang". ketus rendy.
TOK TOK....
"masuk". jawab rendy
"ada apa ren?". tanya aunty rosa saat masuk ke ruangan rendy.
"ini aunty rada pingsan".
"kenapah?". tanya aunty rosa dengan duduk di samping rada yang berbaring di atas sofa dan memegang tangan kanan rada.
"begenih......". cerita rendy dari awal bertemu rada di pinggir jalan sampai di gendong ke ruanganya.
"humm.... bisa kalian semua keluar" suruh aunty rosa.
"aunty..." panggil rendy.
"renn....." jawab aunty dengan penekanan.
"baik....." rendy keluar dari ruangannya dan di ikuti oleh wiliem.
Diluar ruangan
"wil rara kaga kenapah kan?" tanya rendy yang sedang berjandar di dinding ruangan samping pintu masuk ruanganya.
"semoga nggak kenapa-kenapa. lo juga ren bisa-bisa buat anak orang pingsan lo bawa motor atau bawa angin sampe rada tepar".
"mana gw tau dia nggak bisa di bawa kenceng. lagian nih dia kan bisa bawa motor gede kenapah di bawa kenceng dia terik sama nagis".
"menurut lo mental orang sama? dan juga rada punya motor gede bukan berarti dia bisa dibawa kenceng nggak kaya lo kalo udah megang stang motor". tunjuk wiliem pada rendy dengan mata melototnya. dan meninggalkan rendy sendiri di lorong ruangan.
--------------------------------------
__ADS_1
Terima kasih buat yang baca atau yang mampir saja jangan lupa like, komen, dan votenya. 🥰.