Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 2


__ADS_3

"raaaaa". panggil seseorang kepada ku.


"iyaa....." jawabku dan memutar tubuh ku dan berdiri.


"ini HP mu tadi ada disekitaran tempat kamu duduk dekat batu itu..." sofia memberikan HP kepadaku dan menjelaskan dimana HP ku tadi berada.


"iya tahh ahh aku lupa tadi kamu taru didekat batu. terimakasih yaaa kalo bukan kamu yang nemu nggak bakalan balik ini HP kekantongku". ucapku kepada sofia dan memeluknya sebagai ucapan terimakasih.


"ya udah ayo pulang bentar lagi Azan magrib". ajak sofia kerumahnya yang lumayan jauh dari taman ini.


"Asslammualikum. ibu ayah sofia pulang". unjur sofia dan mengajak ku kedalam


"Walaikum salam, ehhh nak rara gimana kabarnya nak?". ucap ibu sofia dan bertanya pada ku.


"alhamdulillah, baik ibu" salam ku dan mecium tangan ibu sofia.


"buu boleb nggak sofia menginap dirumah rara?". tanya sofia kedapa ibu yang telah duduk di sofa ruang tamu.


"hmmm gimana ya nak ibu sama bapak mau kekondangan malam ini abis isya. nanti siapa yang menjaga adik mu?". ucap ibu dan menatap kepada sofia.


"iya tah? gimana terus ini ra kan nggak mungkin aku ajak adikku kerumah mu malam-malam beginih?". ucap sofia akan merasa bersalah.


" hmmm ya sudah tidak apa-apa lagian aku ada papa dirumah sama bibi iyam". ucapku dan beri pengertian karna emang adik sofia masih kecil.


"maaf yaa raaa nggak jadi menginap dirumahmu padahal kita mau konser lo dikamarmu hihihihi". canda sofia.

__ADS_1


"ahhh kamu mahh ya sudah.tapi rara bolehkan menumpang sholat magrib?". tanyaku dan menatap ibu sofia.


"boleh dong nak kamu kan anak ibu juga". ucap ibu sofia dan tersenyum.


"makasih ibu". rasa terimakasih ku pada ibu sofia yang telah menggangap aku juga anaknya.


"ehh ibu jadi ingat paska rara kesinih dan mencari sofia terus ibu bilang sofianya lagi BAB didekat rumah pak RT terus nak sofia pamit" ibu menceritakan zaman sofia dan aku pada masa kecil.


" oh iya sampai rara juga nunggian sofia disanah dan kita ngomongin bau kentuk siapa yang paling lama ilangnya". tawa kita pecah diruang tamu.


"HAHAHHHHAAA....".


"Asslammualikum. bapak pulang ibu. duhh ada nak rara gimana nak kabarnya". ucap bapak sofia dan masuk kedalam rumah karna telah pulang dari kerjanya.


"kompaknya kaya pemilihan daerah". canda bapak sofia dan duduk dekat dengan ibu sofia.


"hahahahah. yaa lah pak biar nanti bapak jadi bupati..... hahah." canda sofia.


"koo bupati pakpati dong kan laki bukan perempuan". timbal bapak sofia.


"HAHAHAHAHAHAH". tawa kita pecah lagi diruang tamu rumah bapak anwar.


"sudah sudah ini mau magrib mari kita sholat berjamaah dibelakang". ajak ibu sofia.


"LET'S GOOOO" ucap ku dan sofia.

__ADS_1


"suttt kalian ini magrib magrib rame kaya dipasar minggu dekat kampung sebelah". ucap ibi sofia.


"hehehehe maaf buu...." ucap aku dan sofia dan mengecilkan suara kita.


"ya sudah bapak mandi kita wudhu didepan saja". suruh ibu kepada kita.


"Asiappp bu...." ucap ayah dan mengambil handuk dekat cucian.


"bapak kamu tu sof". tunjukku dengan mulut.


"bukan raa tapi jelmaana ular kobra". canda sofia.


"hihihihi.." tawa kecil kita


"ehhh kalian bukanya wudhu tapi ketawa kaya yang kesurupan apa ada yang masuk".


"ehhh mit amit buu kesurupan tapi kalo kesurupan jadi orang cantik mah kita mau. yaaa nggak raaa". ucap sofia raaa dan menyenggol lengan kanan ku.


"nggak sof kamu aja aku mah ogah Cantik tapi kesurupan meniggan jelek tapi waras". canda ku kepada sofia.


"Hahahahahah...." tawa ibu karna melihat bibir sofia maju lima meter.


"udah ahh kalian ini kalo udah satu frekuensi susah dibagi. sofia bentar lagi bibir kamu kaya hidung pinokio". ucap ibu.


"IBUUUU.....". terik sofia dengan kaki dihentakan dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2