
"ya sudah ibu sama bapak pamit dulunya". pamit ibu keada sofia dan dara.
"iya bu.... hati hati dijalan ya bu kalo ada yang ganteng bawa pulang aja bu". canda sofia.
"kamu itunya sekolah dulu yang pinter nanti sama ibu dibawa cadangan lee mindo". timbal ibu.
"emang ada bu?". tanya dara.
"ada itu yang lagi nunggu dimotor". tunjuk ibu kepada bapak yang sudah rapih memakai helem dan naik dengan motor kesayangannya.
"Hahahahahahah......"
"ibu itu bapak bukan cadangan lee mindo tapi cadangan mang asep yang tukang sayur kalo banggil ibu-ibu 'bunda bunda sayuranya ini masih fresss baru dari kulkas ehh maksudnya baru dari pasar' hihi". ucap sofia dan meniru tukang sayur yang selalu ada dipagi hari sekitaran komplek rumah sofia.
"hust... kamu itu yaa gitu gitu bapak kamu iya sekarang jelek tapi pas zaman ibu bapak itu idola kampus ibu". ucap ibu dan menggiat pada zaman kampus dulu.
"yaa sudah ibu mau berangkat malah diajak ngobrol sama kalin ini. ibu pamitnya Asslammualikum." ucao ibu dan sofia rada mencium tangan ibu.
"Waalaikum salam. hati hati ibu". jawab kita serentak.
"sip. jagin adik mu itu." ucap ibu dan berangkat dengan bapak sama motor kesayangan mereka.
"ya udahhh sof aku pamitnya mumpung masih sore dan masih banyak orang dijalan". pamit rada kesofia.
"maaf ya raaa... aku jadi nggak nginep". rasa bersalah sofia kepada rada.
__ADS_1
"selow aja kali kan bisa lain waktu". ucap rada.
"ya sudah aku pamit ya Asslammualikum". pamit rada kepada sofia dan meninggalkan rumah sofia.
"Waalaikum salam". jawab sofia.
"hummmm lumayan gelap yaaa. tapi kooo ehhhh ehhh hujan yaaaaa yahhh basah deh". ucap rada dan berteduh didekat warung yang sudah nutup.
"yahhhh basah mana masih jauh rumah didepan mana nggak ada yang kenal". rada melihat sekitar dan kosong tidak ada yang lewat.
BURRRRRRR
"EHHH ASTAGFIRULLAH yaa tambah basah dahhh. mana kotor sadis itu mobil bawa mobil apa bawa motor F1 cepat baget nggak lihat apa ada mermid disih ehh maksudnya orang". ucap sofia dan melihat bajunya yang sudah kotor karna terkena cipratan air yang ada didepannya.
"lagian lo juga raaa dah tau depan ada gendangan air bukan masa depan masih aja betah disinih". geser sofia tampa melihat disebelah kanan ada seseorang yang melihatnya dari tadi mengoceh tak berhenti seperti pedangan perabot.
"mas pak mang apa aki ohhh om yaa". ucap rada yang ingin melihat wajah pria yang ada didekatnya.
"hummmm bambanggg?". tebak rada dan menoel legan pria yang memakai jaket berwarna biru dongker itu.
"AKU ITU BUKAN BAMBAG AKU ITU PUNYA NAMA. dan kamu jangan dekat dekat dengan ku." ucao pria tersebut dan menjauh dari dara.
"ehh ko galak sihh kan aku cuma mau ngajak ngobrol bang serem kalo diem mulu takut ada yang ngomong tadi nggak ada wujudnya". mulailah rada dengan candaan nya.
"WHATEVER...". timbal pria tersebut.
__ADS_1
"ehhh ko sewott. udah galak, sewot, keras lagi tanganya kaya beton". oceh rada karna dia takut dengan kegelapan.
"Bang.....". panggil rada pada pria tersebut.
"hummmm..." jawab pria itu.
"asikkk mau diajak ngomong yaaa". girang rada.
"Bang orang mana?". tanya rada untuk memulai pembicaraan.
TID......TID...
suara kelakson mobil
"bang mau kemana?". ucap rada karan melihat orang yang diajak ajak bicada masuk ke mobil.
"balik lahhh emang mau kemana lagi kepasar?". timbal pria itu.
"lah terus acu gimana bang masa orang cantik ditinggal disih serem bang. rara ikutnyaa cuma ke depan rumah warna abu pagar item". tawar rada karna takut sendiri disinih.
"lahhh kamu siapa?". tanya pris itu.
"aku rada orang paling cantik paling imut dan kesayangan papa". jawab rada dengan senang.
"ohhh ya sudah salam kenal rada". timbal pria itu dan melihat kearah rada.
__ADS_1
"ehh bambang SGM". kaget rada yang lihat wajah pria itu.