
"Asslammualikum pah..." rendy masuk dengan membawa kantung plastik dengan isi buah dan makanan.
"Walaikumsalam salam" jawab pak sanjaya daf prof alex.
"pak tua apa yang kau lakukan disinih?". tanua rendy setelah melihat prof alex dengan memeriksa tangan rada.
"harusnya aku yang bertanya, untuk apa kau datang kemari?" tantang prof dan duduk kembali di sofa.
"ya aku sedang melihat calon istriku" jawab rendy dengan lantang dan menaroh binhkisannya di atas meja.
"calon istri katamu?" renyah prof alex.
"rendy apa kau tau bahwa rada sudah punya pindangannya?" prof alex melihat rendy dengan teliti.
baju kerja yang sudah tak ada bentuknya dari jas, dasi serta kemja hanya menyesihkan kemeja putihnya dengan kedua tangan di guling sampai siku dan dua kancing yang dibuka.
seperti ini menambahkan kesan dewasa dan berani dalam diri rendy.
"pindangan?" ucap rendy
"iya..... rada itu sudah di jodohkan oleh putra". tunjuk prof dengan lirikan matanya pada manik pak sanjaya.
rendy yang mengikuti tatapan prof pada pak sanjaya hanya melihag dengan tatapn datar tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.
"sudahlah rendy kau bisa kembali ke kantor, biar rada papa yang jaga". ucap pak sanjaya yang sudah melihat mimik muka rendy dengan instese.
"baik pah, rendy kembali ke kantor". ucap rendy dengan mengambil jas dan dasinya yang berada di kuris dekat dengan ranjang rada.
__ADS_1
'melihat mu tidur bagai seorang putri salju, aku ingin sekali menciummu bagai pangeran agar kau bangun dalam tidurmu'
rendy hanya bisa memandang rada yang sedang tidur dengan tenang.
rendy berpamitan dengan pak sanjaya dan prof alex.
"rendy pamit pah". rendy salim dengan pak sanjaya.
saat rendy pergi keluar prod alex menahan rendy.
"bila kau ingin dengannga maka berusahalah" bisik prof pada rendy.
rendy menatap prof alex dengan ekor matana saja.
menuju pintu keluar rendy hanya bisa metap datar ke depan, memikirkan apa yang dia bicarakan itu membuag dia memikat keningnya.
Kamat inap rada
rada bangaun daei tidurnya
"papah....." ucap rada.
"iya nak, kenapa apa yang sakit?" tanya pak sanjaya.
rada hanya geleng kepala dan mencari seseorang dari tatapan matanya.
"rendy sudah pergi dia harus kembali ke kantornya". jawab pak sanjaya dengan lembut.
__ADS_1
rada seperti lemas setelah pak sanjaya mengatakan hal itu.
"rada apa masih pusing nak?". tanya prof alex
"tidak". jawab rada tanpa melihat tatapan prof alex.
prof alex dan pak sanjaha hanya bisa saling melirik satu sama lain karena mereka memikirkan sesuatu yang sama.
"minumnya...." tawar pak sanjaya dengan menuntun rada untuk minum air mineral yang ada di atas nakas pinggir ranjang rada.
rada meminum seperti tidak ada gairahnya karna masih merasa syok dengan apa yang telah terjadi tadi pagi.
"mau buah nak?". tawar lagi pak sanjaya dengan membawakan buah melon yang sudah di kupas.karena rendy membeli buah yang sudah jadi saja.
"hummmm" mangguk rada dam memakan buah melon dari tulusan gigi yang ada di dalam wadah tersebut.
"nak apa bunda datang lagi kemimpi rada?" tanya prof alex yang sedang melihat rada makan buah melon kesukaannya.
"iyaaa....." ucap rada setelah menyelesaikan munyahan makananya.
"apa yang bunda bilang?" tanya pak sanjaha.
"bunda bilang...... rara harus
--------------------------
😍😍😍😍 jangan lupa jempolya bundaa.....
__ADS_1