Mungkin Ini Yang Terbaik

Mungkin Ini Yang Terbaik
BAB 24


__ADS_3

di rumah sakit satya


prof alex dan pak sanjaya bercengkramah dan berbicara persoalan rendy dan rada


[mau diapanin dah bambang tampan rendy 😆]


Di perusahaan wijaya.


rendy berjalan bersama wileim untuk bertemu dengan pak iyan di sebuah hotel xx


"rendy". panggil wiliem


"eummmm". saut rendy


mereka sudah di dalam lift


"loh mau ketemu sama pak iyan, dengan penampilan kaya gitu?". tanya wiliem, karna dia melihat rendy seakan tidak semangat dengan muka yang datar dan penampilan rendy yang acak acak.


"udahlah, peetemuan ini juga cuma sebentarkan beliau cuma mau kerja sama soal pembangunaan tempat wisata di daerah Lm, lagian pula gw sama pak iyan bukan siapa siap lagi, dia itu ponakan ibu gw". jelas rendy dengan seot.


"ya udah sih, kan gw cuma ingetin doang bambang". jawab wileim dengan seot juga.


entah kenapah rendy bersikap dengan demikian kepadanya, padahal dirinya tidak merasa melakukan sebuah kesalahan padanya.


rendy berjalan menuju mobil yang sudah di siaplan oleh satpam, ia berjalan tidak peduli dengan tatapan para karyawan dengan penampilam yang berantakan.



"geli pak rendy dah kaya anak abg SMA cok". ucap seorang karyawan yanh melihat dengan penampilannya sekarang.


"iya dah kaya anak muda aja". saut temannya.


williem yanh mendegar ucapan mereka hanya menatap dengan tatapan tajam.


rendy sudah berada di dalam mobil, dan wiliem bersiap untuk mengendaria mobil tersebut.

__ADS_1


"rendy loh belom makan siang". igat wiliem karna dia tidak melihat rendy makan dari pagi mengantarkan rada ke rumah sakit.


"gw nggak lapar". saut rendy.


wiliem yang memdengar jawaban rendy hanya diam, karna dia merasa rendy sedang mad mood dengan dirinya saat ini.


di rumah sakit kamar inap rada.


'kemana si bambang ya? ko nggak nonggol nonggol?'


rada merasa binggung karna dia ingat yamg membeli buah itu rendu dan dia tidal melihat batang hidung yang telah membelikan dia buah.


pak sanjaya masul kedalam kamar inap rada, beloau melihat rada seperti mencari seseorang.


"cari siapa nak?" tanya pak sanjaya dan dudul di dekat rada.


"nggak cari siapa-siapa". elak rada, dia merasa malu karna merpegok oleh papahnya.


"ya sudah kamu istirahat saja, tadi perawat bilang besok kamu sudah bisa pulang". jelas pal sanjaya.


"rara pengen hp". minta rara dengan tatapan melas.


"mana rara tau pah, kan rara bagun udah di sinih". jelas rada yang tak tau menau dimana tas miliknya.


"bentar papah tanya pada rendy, karna dia hang membawamu kesinih". jawab pak sanjaya, dan menggambil hpnya di sakunya.


TELPON


"hallo, Asslammualikum ren".


"hallo pah, Walaikumsalam salam"


"rendy, papah mau tau dimana tasnya rara, dia menanyakan hpnya?"


"astagfirullah, pah ada di ruangan rendy"

__ADS_1


"seperti itunya...."


"hummm... nanti rendy antar pah tasnya"


"tak usah biar orang suruhan papa saja ke kantormu"


"tidak pah biar rendy saja yang antar, sekalian mau liat rada pah".


"baiklah, bila kau memaksa"


"baik, pah"


"ya sudah terima kasih ya.... Asslammualikum"


"Sama-sama pah Walaikum salam"


pak sanjaya mematikan panggilannya dengan rendy.


"tasmu ada di kantor rendy, nanti dia yang akan menggantarkan kesinih". jelas pak sanjaya


"iya pah...."jawab rada dengan senyuman manisnya.


"apa anal papa ini senang, karna akan ada yang liat?" goda pak sanjaya, karna merasa rada merasa senang akan bertemu dengan rendy.


"papah...... jangan goda rara" ucapnya dengan memasukan tubuhnya dibawah selimut.


"Hahahaha anak papah sudah besar ya...." ucap sanjaya dengan raut sedih dan bahagia dengan bersama.


"apa papah sama bunda dulu pacaran?" tanya rada tiba-tiba.


"papah sama bunda tidak pacaran sayang....." jawab pak sanjaya dengan mengelus rambut rada dengan sayang.


"terus?"


"papah sama bunda.....

__ADS_1


----------------------------------------


😍😍😍😍😍 jangan lupa jempolnya bundaa


__ADS_2