
semua orang yang didalam ruangan tersebut melihat kepada pria yang bertanya pada pak sanjaya.
"silahkan nak susul rada". jawab pak sanjaya.
Rendy pria yang menyusul rada ke toilet. dia berjalan dengan tubuh yang etlis dan wajah tampan.
TOK..TOK..
"rada tolong buka pintunya". ucap rendy.
rada keluar dengan mata sebab dan bibir yanv merah alami.
"hummm apa?". tanya rada dan menundukan kepala karna tak mau melihat orang yang dihadapanya.
"boleh kita berbicara dilantai bawah atau caffe sebrang". tanya rendy.
"humm lantai bawah saja". ucap rada dan berjalan menuju lift.
"baiklah". utus rendy.
LANTAI BAWAH KANTOR THE COMPANY SANJAYA.
"mau apa?". the point rada.
"kenapa kau belari ketoilet saat papa kamu mengalihkan direktur kepada mu?". tanya rendy dan melihat kepada rada.
"setiap orang mempunyai masalah yang sendiri mempunyai kekurangan dan tak semua diucapkan atau dijelaskan. bila kau tak ada lagi yang ingin dibahas sebaiknya aku kembali ke atas". ucap rada dan berjalan menuju toilet.
"bagiaman kalo kita menikah?". ucap rendy dengan tegas dan dapat menghentikan langkah rada.
"apa maksudmu?". tanya rada dan berbalik dengan menghadap ke arah rendy.
"kita menikah". ucap ulang rendy.
"lalu?". tanya rada.
"kita menikah kau dan aku". jelas rendy.
__ADS_1
"kau gila atau.....?". tanya rada.
"aku serius. bila kau menolak atau tertarik hubungi nomer ini". ucap rendy dan meletakan kartu diatas meja dekat vas bunga.
rendy berjalan menuju pintu keluar dan masuk ke mobil yang telah siap dari 15 menit lalu.
rada berjalan menuju meja yang ada kartu dan menyimpanya disaku celananya.
RUANGAN DIREKTUR THE COMPANY SANJAYA.
"Asslammualikum". ucap rada.
"Waalaikum salam". jawab pa sanjaya.
"dari mana saja nak?". tanya pak sanjaya dan menghampiri rada yang duduk disofa ruangan tersebut.
"dari bawah pah..". jawab rada.
"humm iya. mau makan tah?". tanya pak sanjaya guna mengalihkan Perbincangan tadi.
"pah..?". panggil rada.
"iya sayang apa". jawab papa.
"kalo rada tidak bersedia bagiman?". tanya rada.
"nak papa tidak memaksa. tapi papa juga tidak sangup lagi untuk berpergian keluar kota guna menjalankan projek ini." tutur papa.
"hummm bila rara nikah terus yang gurus perusahaan suami rara boleh?." tanya rada.
"apa suami sayang kamu belum nikah kan?". tanya papa dengan syokk...
"belum...". jawab rara.
"syukurlah. beginih kamu kan perempuan dan tak mungkin kamu akan mengurus perusahaan ini selamanya. papa ingin melihat kamu menikah juga dengan orang yang kamu cintai. papa juga ingin bersalaman dengan menantu papa juga bila dia sedang ijam kabol". jelas pak sanjaya.
"ya sudah tak perlu di pikirkan meningan kamu selesaikan dulu itu projek". tutur pak sanjaya dan kembali ke mejanya.
__ADS_1
"rara pengen nikah bulan depan". jawab rada dengan tegas.
"APA...?". langkag pak sanjaya berhenti.
"apa maksudmu nak?". tanya pak sanjaya lagi.
"rara mau nikah bulan depan lusa orang itu akan datang kerumah dan berbicara dengan papa". jelas rada dan memegang tangan papa.
"siapa orang itu nak?". tanya pak sanjaya.
"yang pasti manusia berjenis kelamin laki-laki". jelas rada.
"yaaa.... Teserah kau saja nak papa akan menunggu". jawab pak sanjaya dan kembali keruangannya.
"apa pilihan ku benar tapi bagaimana nanti?". tanya rada pada hatinya.
rada memanggil seseorang memalui telepon pintarnya.
"Hallo...
"iya...
"ini aku rada
"ada apa?
"bisa kita bertemu setelah sholat magrib di caffe cat jalan rambutan?
"baik.
"ada lagi?" tanya orang dibalik telepon dara.
"tidak terimakasih. sampai berjumpa.
telepon mati.
"bunda tolong datang ke mimpi rara sekali ini saja apa rara benar menggambil jalan ini?". tutur rada dan bertatap ke atas.
__ADS_1