
"dimana alamatna?" tanya pria itu.
"jalan aja nanti dikasih tau" jawab jessca
"kuliah semester berapah?"
"udah masuk semester 6"
"ngkos di kota?"
"iya.... aku dapet beasiswa.kemendilbud"
"pintar dong". jawab putra, karna dia tau bahwa beasiswa kemendikbud beasiswa unggulan yang biasanya disisi oleh para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah di dalam negeri baupun luar negeri.
[bunda juga daftar semoga dapetnya 😇😇]
"nggak juga, nggak semua calon mahasiswa yanh dapet beasiswa harus pintar di akademi ada juga mereka yang pintar non-akademi" jawab jessica dengan lantang.
"kamu ambil jurusan apa?"
"pendidikan"
"hummm mau jadi guru ya" putra tau bahwabyang ambil jurusan pendidikan inhin menjadi seorang guru/pengajar.
"nggak jesi mau jadi hakim"
"ko hakim emang bisa?" binggung putra.
"bisalah, nih yaa banyak tuhh diluar sana orang yang bantinh setir ambil jurusan pas kuliahnya teknik mesin tapi jadi admin di bank, jadi nggak harus satu arahkan..." jelas jessica dengan memberikan contoh.
'bener juga, bahkan kalo bisa di pikir tukang parkir pendapatnya banyak dari pada seorang pegawai/karyawan di perusahaan'putra merasa senang karna bisa berbicara dengan jessica yang memiliki pemikiran yang luas.
"nanti di depan belok kiri aja" tunjuk jessica sdtelah melewati patung kuda di pinggir jalan.
__ADS_1
"oke"
"sinih?"
"iya sinih aja...." ucap jessica dan berusaha untuk melepas seat belt yang macet.
"hiii ko susah...." kesal jessica yang berusaha melepaskan pengaman dibadannya.
"sinih biar ku bantu" putra berusaha mengapai seat belt yang di pakai jessica
tubuh putra yang dekat dengan jessica membuat jessica bisa mencium aroma yang keluar dari badan putra.
'gila adem banget tuhhh tubuh aromanya,huummm aku seperti mencium aroma-aroma...."
[aroma apa jes.... jangan coplay jadi roy kiosi dong 😥]
"udah tuh.." putra yang mengakat pangan ke wajah jessica tak sengaja melihat puncak bogor dua di dalam baju hang tipis setipis iman firaum itu.
'tuhh puncak bersih bener' putra tak sengaja melihat rezeki dari yang maha kuasa karna telah mengantarkan bidadari pulang dengan selamat.
DUKKKK
dagu jessica dan ubun-ubun putra terbentur
"awww...." ucap putra karna cukup keras.
"aduhh maaf sakitnya.... maaf nggak segaja tadi" jessica berusaha meraih ubun-ubun putra yang tadi terbentur dengan dagunya.
tubuh jessica yang condong ke depan putra membuat baju tipis yanh berisi kue bakpao dua terpampang jelas di hadapan putra.
'alhamdulilah, ehh astagfirullah'putra merasa serba salah karna mendapatkan rejeki tidak di tempatnya.
"apa masih sakit?" tanha jessica yang sedang mengelus ubun-ubun putra.
__ADS_1
"enggak" jawab putra yanh masib melihat rezeki di depan matanya.
jessica kembali ke tempat duduknya semula merasa ada yang aneh dengan tatapan putra yang mengikuti gerakan badanya, dia mengikuti arah mata putra dan.....
"haaaa mesum,
PLAK
"mesum dasar laki-laki mesum
PLAK
jessica memukul tangan kiri putra dengan keras
"awaaa sakit" rintih putra dan mengelus tangannya yang sudah di pukul oleh jessica tadi.
"dasar laki mesum" judes jessica dan menutupi dadanya dengan tas yang berada di atas pahanya tadi.
"ehhh...
jessica keluar dari mobil putra
"makasih"
BRAKKK
jessica menutup pintu putra dengan kencang, berjalan menuju tempat kos kosanya di lantai dua itu.
"dah di anterin dipukul lagi, nasib nasib bujang ginih amat" gumam putra dan meninggalkan kawasan kosam putri tempat jessica beristirahat.
'dasar cowo batang bambu, mesum pula. mit amit jadi jodoh gw'jessica mengelus dada dan perutnya.
---------------------------------
__ADS_1
😍😍😍😍😍 jangan lupa jempolnya bunda...
mau lanjut cerita papah putra sama bunda jesi apa, kembali ke rara yang cantik dan rendy yang tampan?.......