
dia menyapu setiap airmata yang membasahi pipinya, setelah dia melihat kelulusannya dalam menjalani 3 thun pendidikan di smk, dia pikir dia tidak akan lulus,karna dia adalah gadis yang terbilang pemalas dan penghambur uang, ya dia anak tunggal dari dari pernikahan yang tercerai berai, ayah nya yang menghianati ibunya lalu menikah lagi dan meninggalkan mereka, lelaki itu meninggalkan banyak musibah untuk mereka berdua dan meninggalkan hutang yang banyak, kejadian itu sudah lama itu hanya masa lalu kelam yang harus dikubur waktu itu umurnya masih memasuki 8 thun sekarng dia sudah menjadi wanita yang manis berkulit sao matang dan berbibir tebal, dengan bentuk tubuh yang benar benar menarik, disekolah tak lain dia siswi yang nakal, dia hanya tahu menghambur uang bersama teman teman terdekatnya, perceraian orang tuanya membuat nya tinggal bersama bibi nya yang tak lain adalah kakak dari ibu kandungnya, bibi nya selalu mengeluh merawat nya, karna tingkah nya memang menjengkelkan hati, ibu nya yang menikah dengan lelaki melayu dari sebrang dan menjadi warga negara disana selalu memberi dia uang setiap bulannya, ibunya tetap memenuhi tanggung jawabnya meskipun dia tidak bersama anak perempuannya, ibu nya adalah seorang dengan watak yang benar benar baik dan lembut, sekarang dia bahagia bersama suami dan ketiga putranya, ya dia adik adik rania satu ibu lain ayah, rania selalu menghambur uang dan anak itu sangat nakal, dia bahkan berani memakan uang spp sekolah, sampai akhirnya tidak lain dia selalu dipanggil kekantor dan lagi lagi bibinya harus bertemu dengan guru disekolahnya, ditahun 2016 akhirnya rania sigadis pembuat onar telah lulus Walaupun hasilnya tidak memuaskan setidaknya bibinya berhati lega karna dia bisa menyelesaikan sekolah nya, ibunya yang dinegara jiran pun mendengar kabar baik itu, dia bersyukur dengan kelulusan anak perempuannya itu, dia wanita yang sabar dalam menghadapi gadis seperti rania, yang emosi nya kadang membuat gila, rania membenci ibunya, tapi dalam hati terdalam dia merindukan sosok ibunya, bibinya bukan seorang yang tulus dia kadang menipulasi uang pemberian ibu rania, kadang dia berkata pada rania ibunya sangat jarang mengirim uang, padahal ibu nya tidak pernah lupq untuk mengirim uang untuknya, ya.. kadang walaupuj sedarah jika uang terlihat bisa saja menjadi pemutus silaturahmi, tapi tidak dengan ibu rania, meskipun dia tahu kelakuan kakak nya dia tetap bersabar dengan tindakan seperti itu, kadang yang membuat nya sakit adalah rania tidak ingin mengangkat telpon nya, rania gadis yang suka berfoya foya danentraktir temannya di club malam, dia menghilangkan stres dikepala nya dengan berjoget hingga larut malam, dan pulang kerumah dengan mengendap" karna bibinya tidak suka melihat dia selalu membuang uang, ya tapi ini tidak jauh dari didikan bibinya, rania menjadi seorang gadis arogan, pemboros, dan pemalas, setiap hari bibinya memarahi dia tapi ya tetap saja gadis itu bisa membantah, karna dia dirawat dari kecil oleh bibinya sedikit banyak nya memiliki sifat yang sama, rania yang malang, dia terjebak oleh teman teman la*nat nya, dia mencintai pria yang hanya memanfaatkan dirinya, rania begitu royal dengan pria itu sampai akhirnya rania mengetahui pria itu tidak mencintai dia tapi hanya memanfaatkannya, akhirnya rania galau dan hancur tapi dia benar benar mencintai laki laki tak bermodal itu, hari demi hari dia habiskan dengan joget dan pulang larut malam, hingga ada satu teman sekelas nya dulu yang akrab dengannya dan terbilang perempuan yang cukup baik daripada dirinya, tapi dia mendengar kabar teman nya ini telah bekerja di negri jiran, dia coba mencari no kontaknya ya melalui sosial media mereka terhubung kembali, dulu jika rania kehabisan uang dan teman teman laknatnya meninggalkannya pasti dia mencari teman nya yang satu ini, dia bernama aulisa ya gadis ini cukup mandiri untuk hidup nya dia gadis yang memikirkan masa depannya, tapi diapun tidak seberentung orang lain, rania dan dia kembali berkomunikasi mereka saling meluahkan rindu dan curhat curhat bak sepasang kakak dan adik, ya aulisa memberitahu nya bahwa dia sekarang bekerja sebagai kasir direstaurant yang ada di negri jiran, rania sangat takjub dengan keberanian perempuan ini, aulisa melarikan diri dari rumah karna konflik bersama kakak nya membuat nya meninggalkan rumah, rania mendengarkan masalah teman nya begitu juga dengan aulisa dia mendengarkan keluh kesah rania, hingga rania ingin benar benar memeluk aulisa dan dia inginutuskan bertemu langsung dengannya, aulisa menawarkan pekerjaan untuknya, tapi rania belum memberikan keputusan, kalau dia pergi kesana pasti dia akan tinggal bersama ibu kandungnya, tapi dilubuk hatinya dia masih menyimpan amarah yang besar kepada ibunya karna dipikirannya kenapa ibunya bisa meninggalkan dirinya bersama bibinya, dia belum bisa berpikir jernih namun dia juga ingin bertemu aulisa dan menghilangkan rasa sakit hati di dadanya karna dia tahu kekasih tercintanya hanya memanfaatkanya, lelaki yang bernama erdo itu sebaya dengannya, hanya lelaki yang menebar pesona tidak guna, memanfaatkan uang wanita, rania mengingat wajah nya membuat dia memutuskan move on, dan ingin pergi ke negri jiran, malam itu dia memutuskan menelpon ibunya, hingga membuat sang ibu terharu, dan ibunya langsung mengirim sejumlah uang untuk pengurusan paspor dan sebagainya, dia memberitahu hal itu kepada bibinya, dan bibinya sedikit lega karna hal itu dia tidak mengurus gadis cerminan dirinya itu, walaupun begitu bibinya mempunyai rasa sayang terhadapnya begitu juga dengan rania, bibinya dan dia pagi pagi kekantor imigrasi mengurus paspor nya setelah menunggu 3 hari akhirnya paspor pun telah siap, rania merasa perjalanan nya dimudahkan tuhan, rania tidak seperti aulisa walaupun dia gadis yang nakal tapi tetap saja dia takut dengan lingkungan yang tidak dikenalnya, dia hanya berkoar koar di tanah kelahirannya, maka dari itu dia memutuskan ingin tinggal bersama ibunya, rania mengetahui ditempat kerja aulisa begitu banyak orang orang yang bekerja berbeda negara maka dipikirnya dia akan susah beradaptasi, lalu hari kelima setelah paspir selesai dan tiket penerbangan telah di booking, rania tidak berangkat sendirian karna ini pengalaman dia pertama kali naik pesawat, dia tidak mengerti tata cara di airport maka dia memutuskan pergi bersama sepupunya tak lain itu anak dari bibinya, ya walaupun itu hanya anak angkat, bibinya tidak mempunyai anak, dia mengadopsi anak itu dari seorang perempuan yang mengambil suaminya, perempuan itu pernah tinggal bersama dia, lalu berselingkuh dengan suaminya, anak perempuan itu sekarang sudah tumbuh menjadi perempuan cantik, yang menjadi sepupu rania, rania dan sepupunya tiba di airport pukul 10.00 pagi dan keberangkatan pukul 11.00 dan ibu rania telahpun menunggu mereka di KLAai 1 untuk menyambut kedatangan anak dan keponakan nya itu, setelah 45 menit berlalu akhirnya mereka mendarat juga dengan selamat, keringat dingin membasahi keningnya, tia tertawa melihat sepupu nya itu, dia tidak menyangka seorang gadis nakal sangat takut naik pesawat dan menghadapi petugas imegresen disana, ya tentu saja itu pengalaman baru untuknya, mereka sampai pukul 12.00 siang disana perut rania dan tia benar benar tidak bisa diajak kompromi sambil berjalan menuju Restauran dalam airport mereka melihat tangan melambai kearah mereka ya tak lain tak bukan ibu rania dan ayah tiri beserta adik"nya, mereka saling memeluk hangat rania begitu menahan tangis nya, karna dia masih menyimpan marah kepada ibunya, tapi ibunya tetap saja memeluk nya hangat, rindu seorang ibu yang benar" tidak bisa dikatakan, ibunya bukan tidak pernah mengunjungi rania, ibunya cukup terbilang sering pulang kemedan menemui anak nya, tapi rania jarang dirumah dan dia memilih bersama temannya, tia pun tak luput dari pelukan ibu rania, tia memanggil ibu rania dengan sbutan ibu dan rania memanggil ibunya dengan sebutan bunda, rania benar benar tidak bisa menahan lapar nya, lalu ibunya mengajak mereka untu makan siang terlebih dahulu, sebelum melanjutkan perjalanan kerumah ibunya, jam telahpun menunjukkan pukul setengah 2 mereka terlihat kelelahan, untung saja jarak airport dengan rumah ibunya hanya menempuh 30 menit akhirnya mereka sampai dirumah taman yang berukuran lumayan besar dan ber cat hijau itu, rumah dan suasana komplek itu benar" terbilang sunyi dan bersih, semuanya menutup rumah masing masih berbeda jauh dengan kota medan yang riuh dengan kendaraan dan kicauan mulut mulut tetangga, rania berpikir ya suasana ini lumayan untuk menenangkan otaknya sejenak, rumah itu mempunyai 4 kamar dan rania tidur di kamar ke 3 yang dilengkapi ac, kipas, dan tempat tidur yang empuk, dia sangat iri dengan kehidupan adik" nya dia mulai membandingkan diri nya dengan ketiga adiknya, namun dia belum mau berpikir kesitu, dia merebahkan tubuhnya, lalu ibunya memabawakan peralatan mandi untuk mereka, dan langsung saja tia dan rania membersihkan tubuh mereka, lalu mereka beristirahat hingga sampai pukul setengah tujuh, ibu rania membangunkan mereka tampak mereka benar" lelah, ibu rania seorang yang taat agama dia melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu sebelum menyiapkan makan malam untuk mereka, mereka makan malam bersama malam itu begitu hangat dan moment itu tidak pernah dirasakan rania sebelumnya, dia memandang kearah adik adik nya, ya 3 orang adik lelaki yang masih kecil pikirannya begitu iri melihat mereka.