
dirumah semua terlelap dengan tidur siangnya mereka merasa kelelahan, mendengar suara azan ayah terbangun rupa rupanya jam telah menunjukkan pukul empat sore ayah langsung membangun kan bunda takut mereka terlambat menghantarkan tia ke airport memang jarak airport tidak jauh hanya 30 menit dari rumah mereka, dan bunda langsung terbangun terkejut melihat jam, bunda langsung berlari mengetuk bilik tia dan rania, tiba" tia mendengar teriakan bunda dia terkejut lalu bunda menyuruhnya bangun karna sudah jam 4 semua kalang kabut untuk mandi dan harus bersiap" mereka siap dalam 15 menit rania yang sedikit lama dia tidak mandi hanya menukar baju nya saja, ayah sudah bersiap" menunggu mereka didalam mobil, adik adik tidak sempat dimandikan, bunda hanya membawa baju gan mereka dan mereka terus saja dimasukkan kedalam mobil ayah menolong mengangkat semua barang bawaan tia, untung saja itu hari minggu jalanan agak lapang karna aktifitas bekerja libur dan sekolah libur banyak orang disana bercuti balik kampung, jadi ayah melajukan kendaraannya sampai disana waktu tersisa hanya 20 menit ayah dan bunda kalang kabut memabawa barang dengan troli untuk menimbam barang yang ingin dibawa pulang dengar suara di airpot pesawat no a56 strong asia segera berangkat pukul 17.00 begitu warning yang telah pihak airport kabar kan sontak saja tia langsung berpelukan dan berpamitan seadanya kepada ibunya dan pakciknya, dia cepat" memasuki ruang pengecopan pasport sampai diruang tunggu tiba tiba pesawat dikabar delay 1 jam entah apa masalah dia pun tidak tahu, keberangkatan jadi nya pukul 18.00 ya tentu sampai di indonesia pukul 17.45 menit , ayah dan bunda saling ngos ngosan nafas mereka belum diatur dengan baik, setidak nya mereka lega tia tidak ketinggalan pesawatnya, mereka pun cepat kembali ke parkiran bunda menggenggam tangan rania namun rania menipis nya, anak sulung dari pernikahan nya melihat rania bersikap begitu kepada ibunya sontak mendorong perut rania,rania terkejut dan hampir jatuh dia ingin marah tapi tak terlampiaskan, ayah memarahi anak sulungnya itu agar tidak bersikap seperti itu, anak sulungnya tidak berani membantah ayah, lalu dia menggenggam tangan ibunya dan menuntun ibunya berjalan bersama, entah kenapa kebencian rania bertambah kepada anak sulung dari pernikahan kedua ibunya itu, rania merasa dendam kepada anak laki laki itu karna telah mendorong nya, sifat iri hati nya belum hilang dari dirinya entah lah waktu yang menjawabnya, setelah sampai di parkiran tiba tiba rania hampir tertabrak mobil mereh vw" lagi lagi pria yang sama keluar namun kali ini sangkin terkejutnya rania melontarkan kata kata kasar nya, kalau mengendarai yang betul, jangan mentang mentang ini negaramu sesuka hati kau buat, orang itu berkali kali minta maaf bunda menyambut maaf nya dengan hangat, dan dia mengenali sosok bunda yang hampir juga menabrak nya di kl central waktu itu, dia menjulurkan tangan pada ayah, hazlan" kenalkan saya hazlan iskandar pakcik,saya mohon maaf 2 kali tersilap, yang pertama di centrak and yang ke 2 disini saya mohon maaf, dan mintakan maaf saya kepada gadis itu, dia menunjuk rania yang telah lebih dulu masuk kedalam mobil nya, dan dia tidak ingin mengarahkan pandangan kepada mereka, setelah minta maaf dengan ada sedikit drama hazlan kalang kabut karna menjemput mama nya yang baru pulang dari dubai" ya mama nya itu pantang sekali menunggu makanya dia takut mama nya marah jadinya kalang kabut hingga hampir menabrak rania, ayah dan bunda memakluminya dan dia berlalu dengan berlari lari lagi, bunda menceritakan tentang lelaki itu kepada ayah dia direktur Mdm produktion, ayah terkejut bunda bisa mengetahui profil lelaki itu, bunda menjelaskan ketika itu hazlan memberinya kartu nama, ohh ayah nya pun berpikir sejenak, pantas saja ibunya baru pulang dari dubai mungkin melihat tekstil disana, karna kan kain dari dubai bahan nya dan harganya pantastis dan berkualitas, jadi mungkin perusahaan mereka bekerja sama dengan negara dubai, jam menunjukkan pukul 18.00 ayah melajukan kendaraannya terdengar suara pesawat yang baru lepas landas yaa adik adik ribut didalam kereta dan membuka tingkap kereta (kaca mobil) melambaikan tangan bye onty tia bye byeeee bye suara mereka bersorak seolah tia mendengar kan mereka, lalu ayah meyuruh mereka memasukkan tangan kembali dan menutup kaca mobil karna sedikit berbahaya, ayah berencana mengajak bunda,rania dan adik adik ke menara kembar ya KLCc, kalau tia sudah sering mengunjungi Klcc tapi tidak rania maka ayah berniat mengajaknya mengunjungi KLcc dimalam hari lebih indah dan berbelanja di pavilion yang tak jauh dari gedung kLcc, sampai saja di hadapan menara kembar itu rania takjub melihatnya dari dekat lampunya sangat indah dan suananya memang ramai dikunjungi, ayah menyuruh bunda berfoto berdua dengan rania di tengah tengah menara KLCc rania seperti menuruti kehendak ayah tiri nya itu, bunda melingkarkan tangan dibahu rania, rania senyum agak tipis ketika ayahnya mulai memfoto mereka, dan mereka berselfi ria bersama seolah ayah ingin lebih dekat dengan putrinya, ya ayah menganggap rania sebagai putri kandungnya, bunda tampak bahagia, tapi sorot mata anak sulung mereka kurang menyukai sikap kasar rania, tapi namanya masih anak anak fatan tidak terlalu peduli dengan rania, kakak yang baru dikenal nya itu adalah anak dari bundanya, fatan sering membantu bundanya dirumah ketika bundanya sedang sibuk, fatan selalu membantu mengemaskan mainan yang berserakan, bunda dan ayah nyaengajarkan untuk pandai berkemas, meskipun mereka laki laki, harus bisa membantu bunda, jam menunjukkan pukul 9 lebih ayah mengajak mereka untuk pulang, tapi sebelum pulang ayah menyinggahi Restauran thailand yang ada di deretan jalan menuju putra jaya mereka kali ini makan malam diluar bersama lalu setelah itu mereka pulang kerumah dengan perut yang aman damai, bunda dan ayah merasa kelelahan, adik ke tiga tertidur sedari diperjalanan dan dia tertidur dipangkuan rania, rania membiarkan nya saja,adik nya yang kedua pun ikut terlelap di kursi belakang, sampai dirumah bunda turun lebih awal membukakan pintu untuk mobil bisa masuk dan membuka pintu rumah, bunda tak menyangka sikap dingin rania sedikit luluh, dia mengangkat adik ketiganya dan menggendongnya lalu meletakkan nya dikamar mereka, bunda dan ayah saling mengucapkan terimakasih kepada rania, karna dia tidak mengganggu tidur adik ketiganya itu, dia tersnyum kecil melihat kemata ayah, mungkin dia menghargai kebaikan lelaki paruh baya itu, lalu ayah membuka pintu belakang mobilnya dan membangunkan kedua anak lelaki nya itu, dengan tubuh malas mereka segera bangun dan menghempaskan diri ketempat tidur mereka. larut malam makin menyapa semua nya lelah dengan aktifitas hari ini, begitu juga dengan rania, satu hari ni dia belum mandi jadi sebegitu sampai rumah dia langsung mandi dan menukar baju nya dengan baju tidur dia nampak lelah, bunda menghampirinya memberinya vitamin agar bandannya tetap vit, dia tidak menolak nya, hanya saja dia berkata dingin, bun aku mau tidur awal, bunda mengerti dengan kata katanya dia tidak ingin mengganggu anak gadisnya itu, bunda masuk ke bilik nya dan tidur bersama ayah.