Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
Rawang hills


__ADS_3

hari sabtu yang ceria dan bahagia, rania saat ini mempunyai keluarga yang utuh dan lengkap, mereka saling menyayangi dan mengasihi, ayah memutar musik didalam mobil membuat perjalanan lebih rilex dan tenang, fatan dan faiz tertidur di paha rania,rania tidak keberatan dengan posisi duduknya, malah dia senang karna berguna untuk adik adiknya, pukul 19.32 menit mereka sudah sampai dikawasan Rawang hills ya kawasan itu terlihat asri oleh pepohonan yang besar dan sedikit tanah yang agak menjulang tinggi, resort yang di booking ayah tempatnya membelakangi bukit bukit indah, rania sangat takjub dengan pemandangan itu, rasanya dia sudah lama sekali tidak bercengkrama dengan alam, kali ini tak disangka ayah tirinya memesan tempat liburan yang sangat nyaman dan indah, dia bersyukur memiliki ayah yang pengertian dan baik terhadap bundanya, berkali kali rania mengucap syukur dalam hatinya, dia asik melihat sekelingnya,, "dorrr... " "ehhhhh faizzz... (rania terkejut, faiz menepuk lengan nya) "hehehehehhe" akk rei termenung jauh nampaknyerr ni.. " faiz mencoba menggoda kakak nya itu" " jommm.. yang akak kita masuk kedalam" (faiz menyeret tangan rania kedalam, ternyata dia memang melamun sangat jauh, melihat pemandangan yang indah ini dia mengingat tanah kelahirannya, rasanya dia sangat lama tidak pergi ketempat seperti ini, ayah dan bunda sudah dahulu masuk dan membawa barang barang perlengkapan, yang sedaei tadi sudah mereka turunkan dari mobil, faiz yang melihat rania termenung sontak saja dia mengejutkan kakak nya itu, sepertinya faiz sangat menyukai kakak nya itu, tentu saja belum ada seminggu rania bersama mereka tetapi rania sudah bisa mengambil hati adiknya, rania mengikuti ajakan faiz, setelah berkumpul dengan ayah dan bunda, ayah menyerahkan kunci kamar untuk rania, dan kunci kamar untuk faiz dan fatan, mereka nampak lelah dengan perjalanan, ayah berjakan didepan mereka dan mengarahkan menuju kamar masing masing, sampai dikamar masing masing mereka mandi dan bertukar pakaian, bunda sudah memberi tahu mereka setelah bertukar pakain mereka akan berkumpul kembali untuk makan malam dan bakar bakar jagung, sepertinya kegiatan malam ini akan sangat berkesan dan menyenangkan, bunda dan ayah sudah bersiap untuk keluar bersama sikecil juga merekaengenakan baju santai, hanya untuk makan malam di depan resort,faiz dan fatan pun nampak keluar dari kamar mereka, "eeiiii mana akak rei ni" (entah dengan siapa faiz bertanya) "ohh agaknye akak rei belum siap kita tunggu lah die ye,"(ayah menjawab pertanyaan faiz) "tak pe tak pe ayah angah tolong ketukkan pintu akak rei ye.) "faiz menyodorkan bantuan" faiz mulai berjalan ke arah pintu rei.. "ngekkkrik"(suara pintu terbuka) belum sempat faiz mengetuk rei sudah keluar dari kamarnya "hehehe baru jer angah nak ketuk pintu akak, dah akak keluar"jomm" (lagi lagi faiz menarik tangan rania) nampak nya adik no dua nya itu sudah memfavoritekan dirinya, yang rania tersenyum dan sesekalai mengelus kepala adik nomor duanya itu, "terimakasih faiz".. "dengan senyuman rania mengucap terimakasih kepada adiknya itu " malam itu rania memakai baju kodok berbahan jeans rambutnya yang sebahu dengan berpakaian seperti itu terlihat sesuai umurnya yang masih 19 tahun, pakaian rei terbilang sopan dan santai, ayah pun memandu jalan mengarahkan ketempat dimana mereka akan makan malam, bunda senyum senyum melihat faiz menggandeng kakak nya itu, sampai di pekarangan resort alat alat untuk bakar bakar telah tersedia, dan jamuan makan malam sudah rapi tersusun, angin angin seolah membawa suara orang orang bernyanyi, ya resort ini sangat luas bukan hanya yang sudah berkeluarga saja mengunjunginya, tapi terdengar suara suara pemuda melayu bergitar ria melantunkan lagu lagu mereka, sedang kan keluarga mereka pun asik dengan adegan bakar bakar jagung fsiz rania dan fatan bertugas mengipas jagung bunda memberikan setiap bumbu bumbu diatas jagung yang dibakar, ayah pun membantu bunda membolak balikan jagung yang hampir masak si kecil tidak kalah ingin mengipas juga, semua tertawa bahagia, karna resort itu memiliki aktifitas rafting yang jaraknya tidak jauh dari kediaman mereka sekarang ini maka setelah sarapan pagi besok mereka akan segera meluncur ke "waterfall fores park " tempat rafting yang akan mereka datangi besok, adik adik dan rania sudah tidak sabar menunggu pagi, terdengar lagi suara suara pemuda pemuda bernyanyi, sangat asik kedengarannya,mereka melahap makanan dengan semangat sesekali faiz menyuapkan jagung ke mulut rania, rania tidak menolaknya " ayah mengelus kepala faiz, "macamtulah anak ayah" saling mengasihi dan menyayangi"fatan tak ingin kalah dengan faiz dia menyuapi bunda nya " heheh along suap bunda angah suap kak rei" (faiz angkat suara dengan tingkah abng nya) "bunda" terimakasih anak anak bunda" bunda sayang korang semua" sesekali bunda menyuapi jagung kemulut ayah,bunda memang romantis ayah pun tak kalah romantis nya dia membersihkan bekas jagung yang ada dimulut bunda, memang keluarga yang harmonis, adik kecil mereka menikmati sosej bakarnya karna dia memang lain dari yang lain, selera nya susah untuk diikuti, tapi untung saja tidak payah dicari, malam semakin pekat perut pun sudah terisi dengan penuh "oahmmmmmmm" (suara menguap fatan terdengar mereka) seolah nguapan fatan itu menular,tidak lama faiz pun menguap, menandakan kantuk sudah datang, pelayan pelayan resort membersihkan bekas makan malam mereka, dan mereka bergegas kekamar masing masing, bunda mencium pipi raina sebelum raina memasuki kamarnya" cup cup" selamat malam putri ku" raina memeluk hangat bundanya, ayah dan si kecil lebih dulu memasuki kamar, fatan dan faiz seperti disapu angin sudah tidak terlihat lagi, sepertinya mereka memang terserang kantuk yang akut, sampai sampai tidak sempat mengucap selamat malam kepada bundanya, hehehe maklum efek kekenyangan kaliya" rania dan bunda masuk kedalam kamar masing masing, rania mengganti pakaiannya dan mencuci wajahnya, dia merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu, belum matanya terpejam dia melihat sosmednya, dia hanya scrol atas ke bawah terlihat nama aulisa membuat hatinya geli sendiri, dia tertawa kecil teringat expresi sahabatnya itu, karna kejahilannya aulisa terlihat kecewa dan marah marah tidak jelas, selain dia tidak sabar menunggu pagi untuk melakukan aktivitas rafting dia juga tidak sabar bertemu aulisa, kebahagiaan bertubi tubi yang dia dapatkan, rasanya tidak sia sia dia memutuskan untuk datang kenegri ini, sebelum tidur dia mematikan ponselnya dan menchars ponselnya dengan penuh, berharap besok bisa mengabadikan momen momen dirinya bersama keluarga tercinta nya ini, kantuknya mulai menyerang dia merasa ingin terbang kealam mimpi, suasana di Rawang hill ini membuatnya nyaman dan lena untuk tidur malam ini."tep" lampu dimatikan (selamat malam).


__ADS_2