Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
memeriksa barang belanjaan


__ADS_3

semua barang sudah diletakkan diruang belakang tepatnya berdekatan dengan dapur, ruangan itu cukup luas ada meja makan kayu dengan 6 kerusi sebelahnya ada sedikit ruang dan tv disana mereka meletakkan belanjaan diruangan itu, dan istirahat sejenak, mengobrol santai lalu, bunda bergegas mandi kekamar nya,kamar bunda dilengkapi kamar mandi dan kamar mandi satu lagi terletak disebelah dapur, tia pun sudah lelah dia ingin membersihkan tubuhnya, sedang rania tengah berbaring sambil melihat sosmednya, dan dia melihat nama aulisa ya teman yang memotivasinya untuk datang kesini, sebelum nya dia tidak pernah terpikir ingin datang ke negri jiran ini, apalagi harus tinggal bersama dengan ibu kandungnya, tapi karena hatinya dan ada dukungan aulisa membuat dia percaya diri untuk tinggal di negri jiran bersama ibunya, ya dia meminta no watsap aulisa dari chat sosmed nya, tapi sepertinya aulisa sedang tidak online terlihat belum dibaca, tak lama tia memasuki kamar dengan handuk dikepalanya, ya dia merasa rambutnya dan kepalamya butuh siraman yang menyegarkan, lalu tia menyuruh rania untuk mandi dengan malas rania melangkah dan masuk kekamar mandi, tia sudah siap dengan baju tidur nya yang sopan dengan piyama bercelana panjang, lalu dia duduk di depan tv dan didepan belanjaan yang mereka beli tadi, dia sepertinya sudah siap ingin mengecek barang apa saja yang patut dibawak untuk ibunya dan saudara ibunya, lalu suara pintu terbuka ternyata bunda dengan balutan mukena nya menghampiri tia, ya dia seorang yang taat agama dan ibu yang baik untuk anak anak nya, bunda dan ayah tidur di kamar pertama jadi bunda keluar dan belum membuka mukena mya menghampiri tia, kamu sudah siap mandi sayang nanti bunda beres beres sebentar nanti bunda tolong kamu mempacking barang ya, tia tersenyum dan menganguk, 5 menit bunda membereskan peralatan sholatnya dan anak laki lakinya, lalu dia segera menghampiri tia dan mengecek semua belanjaan nya dan membantu tia mempacking barang untuk dia bawa ke medan, ya walaupun penerbangannya sore tapi barang harus tetap di packing malam ini juga, mereka berangkat dari medan jum'at pagi dan tia harus pulang minggu sore dari medan ke KL hanya 45 menit perjalanan naik pesawat, semua tiket sudah dipesan tia untuk pulang dan tak lupa bagasi 30kg untuk menyimpan semua barang barang bawaannya nanti, setiap dia ke negara ini bunda pasti memberikan macam macam barang maka kadang bagasi 30kg kurang untuk semua barang itu, tia ingin membayar separuh dari belanjaan nya, yang memakai uang bunda jadi dia menanyakan bill belanjaan bunda tidaj ingin tia membayarnya tapi dia memaksa karna tia cukup banyak uang juga untuk membayar semua belanjaan itu, dia tidak ingin merepotkan ibu "ar nya dia memanggil bunda dengan sebutan ibu ar" ya panggilan dari sedari dia kecil, ibu ar tetap tidak ingin menunjukkan berapa bill belanjaannya, lalu tia meminta tolong adik lelaki anak pertama bunda untuk mengambil tas bunda didalam kamar, anak lelaki sulung itu bernama fatan dia berumu 9 tahun dia sangat pintar dan tampan, tia meminta tolong fatan untuk mengambil tas bundanya, fatan tidak mengerti apa itu tas, tia dan bunda tertawa geli melihat expresi fatan yang sulit mencerna kata tas" ya sorry onty lupa, tolong onty ambilkan bag bunda yang berwarna coklat yang bunda baru saja bawa tadi, fatan pun mengatakan nama ooooooooooooooooooooo dengan panjangnya "ooooooooooooo tas itu bag ye bunda?? (fatan bertanya pada bundanya) dia memang anak yang cerdik dan bijak dia cepat mencerna kata" dia juga ketua kelas di sekolah nya karna prestasi nya yang bagus cikgu memilih dia menjadi ketua kelas, lalu fatan bergegas mengambilkan bag bunda nya, dia menyerahkan kepada onty nya, ini onty tas nya, (seolah olah dia sedang berbahasa indonesia dengan benar, tapi intonasinya masih ada melayunya) membuat bundanya dan tia tertawa mendengarnya, jam sudah menunjukkan pukul 8 lebih pintu kamar mandi tertutup dengan rapatnya dan bunda sedari tadi tidak melihat rania, dimana rania tia, "bunda bertanya pada tia, oh rania mandi tadi bun kakak suruh dia mandi, terus yaampun dia itu selalu begitu mandi atau ngapain selalu lama kalau mandi hampi sejam lebih rania didalam kamar mandi, kebiasaan dia pasti tidurrr ini didalamm, tia mengetuk pintunya berkali kali ketukan agak keras terakhir baru membangunkan rania, benar saja dugaan tia dia tidur, bu dia itu kan sekolah siang padahal sekolah nya tidak begitu jauh tapi guru melaporkan selalu terlambat beginilah dia tidur dalam kamar mandi, disini pun dia bisa tidur (sungut tia menjelaskan ke bu ar nya) bu ar nya cuma geleng" kepala mendengar penjelasan tia, dia tidak ingin ikut mengomentari perkataan tia, takut rania mendengarnya nanti malah menjadi ribut, karna dia ingin pelan pelan mendekatkan diri kembali dengan anak kandungnya itu, jadi dia harus lebih banyak bersabar lagi, dia tau ini salahnya meninggalkan anak itu bersama kakak nya, dia hanya gadis yang kurang kasih sayang, makanya sedemikian dia membentuk rasa pemberontakan yang agak sulit dikalahkan, tapi bunda rania yakin dengan kesabarannya pasti lambat laun rania akan menyayanginya sepenuh hati, rania bergegas meninggalkan kamar mandi dan masuk kedalam kamar mengganti pakaiannya, dia memakai kimono agak sexy memang, rania ini perempuan feminim bertubuh gitar spayol atas bawah montok memang kalau yang memandang nya lelaki hidung belang pasti ingin rasanya menerkam dia, tapi wajahnya hampir nyaris 100 persen mirip dengan bundanya, wajah sedikit bulat mata nya sedikit sipit dan hidung tidak begitu mancung, wajah bunda dan riana begitu manis dipandang, rania tidak ingin keluar kamar lalu, bunda memanggilnya untuk makan malam bersama tapi dia menyahut tidak lapar dan dia ingin melanjutkan tidurnya, di tutup oleh selimutnya dia ternyata belum tidur malah asik bermain sosmednya, dia mulia men stalk mantan tercintanya itu, ada rasa rindu di hatinya walaupun dia tahu laki laki itu tidak pernah mencintai nya, dia hampir saja nyaris teriak, kalau tidak ingat ini rumah bundanya pasti dia sudah teriak sekuat kuatnya, karna tiba tiba sesak didada nya tak tertahankan, isak tangisnya belum juga reda, dia masih belum terima tentang penghianatan mantan pacar nya itu, lalu dia membuka ada chat aulisa disana, membalas pesannya dengan memberi nomor watsap nya, aulisa memakai nomor watsap dari negara itu, lalu raina dengan hati riang dan bibir tersnyum kecil dia mulai menghapus air matanya karna menangisi mantan brengsek nya itu, dia mencoba chat pertama nya di watsap dengan aulia, ya fast respon yang membuat hatinya begitu senang karna waktu yang tepat dia memberi tahukan ke aulisa kalau dia sudah berada di putra jaya kawasan kuala lumpur, ya ayah membeli rumah dikawasan putra jaya, tempat ini sangat inda dan bersih, terbilang dekat dengan istana perdana mentri nya, ayah membelikan bunda rumah dikawasan ini agar dekat dengan sekolah dan airport, riana asik chat dengan aulisa, tiba tiba dering telpon berbunyi ...


__ADS_2