
hari ini hari ke 3 Raina Adista seorang gadis arogan yang tiba tiba menjadi sedikit lembut, benar ternyata pepatah bilang apa yang kita tanam itu yang kita tunai, setiap hari bunda menanamkan rasa sabar dihati nya sekarang dia sedikit demi sedikit memetik buah dari kesabarannya, tiga hari raina bersamanya terlihat sedikit demi sedikit perubahan, hari ini raina membantu bunda membersihkan piring piring kotor, dan menolong bunda melipat baju baju adik adik dan ayah, begitu banyak tumpukan baju itu, itu pekerjaan bunda setiap hari dilakukan seorang diri, tapi kali ini ada raina yang menolongnya, sesekali bunda mengelus tangan raina dengan hangat, bunda sambil melontarkan kata maafnya untuk raina, "kak rei bunda minta maaf bunda tidak pernah bermaksud meninggalkan kak rei tinggal bersama bibi" raina hanya dia sebenarnya bukan obrolan itu yang dia ingin kan sekarang dia ingin meminta izin kepada bunda nya untuk menemui aulisa kamelia" tapi malah bundanya membahas masa lalu mereka, dia mulai berbicara "bun... terhenti disitu tiba tiba dering telpon berbunyi dikamarnya "one two tri one two tri one two tri" rania langsung bangkit dan memeriksa ponsel nya, siapa yang menelponnya jam jam segini, panggilan vidio aulisa kamelia, ya langsung saja dia menjawabnya jam menunjukkan pukul setengah 3 sedangkan aulisa bilang dia bekerja masuk pukul 3 tumben sekali aulisa melakukan panggilan vidio, dia menjawab panggilan aulisa dan kembali duduk bersama bunda, aulisa yang tahu bagaimana seorang rania dikelas sontak saja dia berteriak hebohhhh, "hehhhhhh comenggg rinduu kaliii akuu lohhh tanpa memberi salam dia histeris bisa melihat wajah rania" tapi dia aneh kenapa rania menjadi sosok yang kalem, "eehhh kenapa kau ini diam pulakkk tumben ko biasa jerit jerit" (logat medan dilontarkan aulisa) bunda yang sedari tadi disamping raina senyum senyum melihat raina di olok olok aulisa, sepertinya bunda tahu kenapa raina menjadi pendiam karna dia masih malu malu didekat bunda, raina hanya memelototkan matanya ke kamera dan mulut nya bergerak kanan kiri, memberi isyarat jangan terlalu bocor karna ada bunda disamping ku tapi aulisa tidak faham maksud kawan nya itu lagi lagi dia mengolok raina " eehh jadi dukun pulak kau sekarang komat kamit mbah dukun bace mantra hahahahahahahhahahahha, aulisa tertawa sambil mengunyah makanannya, sebelum bekerja dia turun dari hostelnya ke Restauran untuk makan,setelah jam 3 baru dia memulai pekerjaannya, sambil makan sambil melakukan vidio call dengan rania, dia dan gadis itu memang akrab dan suka bercanda, kalau disekolah rania lah yang suka mengolok ngolok aulisa dan menjailinya, aulisa ini ketua kelas tapi dia care kesemua temannya, agar aulisa tidak terus menerus mengoloknya dia mengarahkan ponselnya kesamping arah bundaa, tetap saja aulisa tidak berhenti mengoloknya karna dia pikir raina pantas mendapatkan itu, dia sudah lama tidak bercanda dengan raina "oooooooooo ada bunda kau disituuuu" aulisa langsung menyapa bundaa "heyyy bundaa assalamualaikum bundaa" dengan ramah nya aulisa menyapa bunda seolah olah raina tidak bermasalah " bunda pun merespon keramahan aulisa kepadanya "Waalaikumsalam aulisaa heyy jugaa" aulisa terkejut karna bunda mengetahui namanya, apa raina sudah memperkenalkan nya kepada bunda, aulisa begitu ramah kepada bunda, dia tidak segan segan menanyakan apa saja yang dilakukan bunda hari ini seolah olah mereka sudah lama kenal, "bunda boleh tidak raina menemuiku disinii? sontak saja raina terkejut begitu cepat aulisa menanyakan hal itu dengan bundanya, sedangkan dia saja mengatur kata demi kata ingin berbicara hal demikian, bunda yang melirik kearah raina mengetahui isi hatinya, mungkin dia malu ingin meminta izin, tapi bunda seorang ibu yang bijaksana, dia tidak menolak pertanyaan aulisa, dengan bijaknya bunda menjawab "sa..rainakan baru sampai dirumah bunda, nanti sesekali bunda berkunjung ketempat aulisa, atau aulisa yang main kemari, kata raina aulisa sudah lama ye duduk sini" bunda menggunakan sedikit campuran logat melayu, duduk sini (tinggal disini, dinegara ini) aulisa pun menjawab setiap pertanyaan bunda" iya bun betul sangat bun, sye ni tak de lah lama sangat baru setahun bun, tapi susah nak dapat cuti, sebab sye kasir kat sini bun, boss susah nak bagi cuti dalam setahun ni pun baru cuti raye idul fitri lalu kitaorang bercuti itupun hanya 2 hari jer bun, habistu kedai buka balik, bunda dok area mana erk? panjang lebar aulisa menjelaskan kepada bunda tentang waktu dan pekerjaannya, bunda mengangguk faham, "oh yeke.. nantilah kalau ayah raina tak busy minggu depan bunda bawak raina pegi sane yer.. " sontak terlihat terkejut wajah raina mendengar ucapan bundanya, terlihat senyum sedikit lebar dibibir tebal nan sexy nya itu, aulisa pun yang mendengar itu kegirangan "yeeeeee betul ke bun, nanti kalau bunda and family datang kat kedai sye belanje makan tau, hehehe sebab dah time gaji" bunda tertawa dengan ucapan aulisa,dia tidak menyangka raina mempunyai teman yang ramah dan royal, raina mulai bertanya kepada aulisa apa yang dia katakan dengan bunda nya tadi, karna menggunakan logat melayu raina kurang memahami makna pembicaraan mereka, " he oncommm apa yang kau bilang sama bunda ku tadi, kau minta belanjaan ya sama bunda ku" raina salah mengartikan pembicaraan mereka "aulisa dan bunda tertawa " hahahahahha hahahahah hahahhsha hahahah, ya gadis itu memang suka tertawa tidak pernah terlihat beban dihidupnya, benar benar gadis mandiri, bukan aulisa yang menjelaskan kepada raina bunda memegang tangan raina sambil sambil senyum senyum melihat expresi raina, " kak rei bukan aulisa minta di traktir tapi aulisa yang ingin mentraktir kita sekeluarga kalau kita berkunjung ketempat restaurant yang saat ini dia bekerja, bunda menjelaskan dengan bahasa indonesia yang pasih" raina nampak menganggukkan kepalanya " suuzonn terosss cemonggg gak ada betul akhlak ko ya, nuduh aku sembarangan sambil geleng geleng aulisa berkata kepada raina (raina) " ehhh oncom mana lah ku tahu, kau pun sok sok an pakek bahasa melayu, kupikir kau mintak traktir bundaku haahaha, nampak melebar senyum raina bunda sangat senang melihat senyum raina yang seperti itu, aulisa benar benar teman yang menghibur dan ramah dia harus menemui aulisa secepatnya karna gadis itu bunda bisa melihat senyum raina yang merekah bak merah delima, hampir setengah jam mereka vidio call aulisa ingin berpamitan menutup panggillannya karna dia harus memulai pekerjaan nya kalau terlambat senior tempat kerja nya akan masam muka terhadap dia, ya banyak pekerja senior cemburu dengan aulisa karna kejujuran dan keuletan gadis itu dia cepat naik jabatan menjadi kasir Restauran padahal dulu nya hanya waiters biasa... tak lama menutup panggilannya nya... tiba tiba prakkkkkk **** bunyi yang keras terdengar rupanya kucing di restaurant itu membuat ulah lagi, membuat aulisa benar benar terkejut.