
pagi yang cerah dengan kicauan burung burung yang merdu ya rania adista telah tersadar dari tidur lenanya, semalam dia tidur dengan begitu nyenyak ditemani oleh sepupunya, tia estina gadis 23 tahun mempunyai paras cantik berambut panjang dan hidung yang mancung, mahasiswi dikampus L namun karna cuti semester maka dia menemani rania untuk pergi menemui ibunya, karna rania masih takut harus pergi sendirian, tia terbilang sering mengunjungi negara ini karna dia gadis yang cantik dan mandiri dia sering berpergian keluar negri, dia memiliki kekasih yang cukup kaya dan membantu menopang biaya kuliah tia selama ini, ya jalan hidup tia pun tidak kalah sulitnya dengan rania, walaupun tia sudah tau dia bukan anak kandung dari ibunya tetap saja dia menjadikan ibunya adalah malaikat penolongnya, meskipun ibu dan anak itu selalu bergaduh, ya ibunya memang memiliki sifat tak jauh beda dengan rania, egois, arogan, pemarah, dan sedikit pengotor, dan ibunya perokok tia sangat tidak menyukai kebiasaan ibunya ini, karna ibunya mempunyai penyakit paru paru yang selalu menyerang tiba tiba, tapi ibunya orang yang susah untuk di beri nasihat, jika sudah sakit barulah tia dengan kekasih nya yang harus mengeluarkan uang banyak untuk perobatannya, pagi itu ibu lusi terasa sepi karna tidak ada teman bertengkarnya ya tentu saja rania dan tia yang sekarang berada di negri jiran, dia menghabiskan 2 kotak rokok seperti memakan kuaci dengan ketagihan, bu lusi benar benar tidak melihat kondisi tubuhnya, dia merokok menghilangkan stres nya, dimedan masih pukul 7 pagi sedang kan di negara jira telahpun memasuki pukul 8 ya perbedaan waktu hanya 1 jam, bunda ariani menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anak anak nya tercinta, dia berencana mengajak rania dan tia berbelanja, sekalian membelikan oleh oleh untuk saudara dikampung yang akan dibawa pulang oleh tia, ya tia hanya tiga hari di negara itu karna dia hanya menemankan rania agar bisa bertemu ibunya, setelah sarapan ayah tiri rania dan adik adik nya berpamitan untuk pergi ke sekolah ketiga anak laki laki ini lagi lagi membuat iri hati rania, mereka menciumi kedua pipi bundanya dengan begitu penuh kasih, namun dirinya berangkat sekolah hanya seorang diri tanpa belaian ibu, dia pura pura mengalih kan pandangannya, bunda ariani mengantarkan suami dan anak anak lelaki nya hingga didepan pagar dan dia kembali menutup pagar rumah nya, ya dia sudah berencana hari ini akan mengajak rania dan tia berbelanja, setelah semuanya telah di bersihkan bunda riani menyuruh mereka bersiap" untuk pergi belanja, dan mereka terlihat sedikit ceria namun rania masih tidak ingin banyak bicara, hanya saja tia memberi ucapan terimakasih untuk ibu nya itu, ya walaupun bunda riani tahu tia bukan keponakan kandungnya tapi dia menganggap perempuan itu seperti anak nya sendiri, mereka pun sudah siap, ya tia memang anggun memakai tunik dengan celana jeans terlihat modis dan rania memakai t-shirt dengan jeans super ketat membuat bunda sedikit berkomentar dengan pakaiannya, ya biasa ala ala anak medan yang brutal, tubuh rania memang terbilang sexy menjadikan baju ditubuhnya membentuk seluruh tubuhnya, rania yang tidak suka dikomentari langsung berkata kasar, karna hatinya kan masih dipenuhi amarah dan cemburu, kalau tidak suka pergi saja berdua jangan ajak aku (rania), bunda terlihat sedih bukan begitu yang dia maksud, dia tidak ingin anak nya dipandang oleh mata lelaki ******, dan disana terbilang mayoritas memakai pakaian yang longgar, mendengar perkataan itu tia langsung memarahi rania, ya rania seperti adiknya sendiri, dia menganggap rania adik perempuannya, maka tak segan segan tia memarahinya, tia seorang perempuan yang bijak, rania agak sedikit segan terhadapnya lalu dengan berat hati dia pun menukar baju nya yang sedikit longgar, jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 mereka pergi KL central yang begitu banyak toko toko pakaian dan oleh oleh disana, rania melihat lihat sepatu dan tia melihat baju yang bersebelahan dengan toko sepatu bunda nya menghampiri rania, dengan lembut dia berkata, sayang kamu mau yang mana, sila pilih nanti bunda belikan untuk mu, ya bahasa bunda nya sudah sedikit bercampur dengan bahasa melayu, rania tidak menjawab perkataan ibunya, dia mengambil sepasang sepatu sport putih bermerek "adudas" ya harganya terbilang lumayan Rm500,00 dia meletakkan di meja kasir, ibunya mengerti dan langsung menyodorkan kartu atm ke kasir, kasir itu memandangi rania dengan tatapan pelik, dia berbasa basi dengan bunda ariani, cik' ini anak dara cik k?
__ADS_1
bunda pun menjawab dengan ramah nya '' ye ini anak dara saya, (dengan senyum bunda ariani menjawab pertanyaan kasir itu) tiba-tiba kasir seperti menyindir rania " eh cantik emak daripada anak, lebih muda mak daripada anak" rania langsung meninggalkan mereka berdua, dan bunda pun mengucap terimakasih lalu meninggalkan sang kasir, sepertinya kasir perempuan itu masih saja mengukutuk rania walau mereka telah dikejauhan, dia mengumpat rania ke teman sebelahnya, ibu nya peramah anak nya betul betul menyampah, dia berkata seperti itu sebab melihat tingkah rania yang tidak sopan kepada ibunya dan diwajah rania tidak ada senyum sedikit pun, bunda ariani trus mengejar rania rupanya dia menenangkan diri nya di cafe dalam area itu, dan ibunya ikut memesan "teh ais lemon tea" ya lelah begini memang enak minum yang seger" bunda nya mengatakan maaf walau bukan kesalahannya, untuk membalikkan mood rania kembali tapi tetap saja dia diam dan meminum minumannya, Tia tiba-tiba kebingungan dilihat nya ditoko sepatu sudah tidak ada bunda ariani dan rania, kemana mereka, dia coba" melihat kedalam tetap tidak ada, padahal dia sudah memberitahu kepada mereka kalau ingin beranjak jangn lupa memanggilnya disebalah, 15 menit tia kebingungan, tiba tiba telponnya berdering
__ADS_1
terlihat 5 tas belanjaan yang tia telah bawa, masih ada lagi bu, tpi palingan makanan saja setelah ini, seperti milo khas dari malaysia, dan makanan lainnya, sejenis kerupuk, setengah jam mereka bersantai dicafe, tiba tiba...
__ADS_1