
setengah jam mereka berehat untuk minum, setelah itu tia mengajak mereka mencari oleh oleh makanan, tiba tiba tia melihat sosok laki laki berhidung mancung mata agak sedikit sipit ya dia reyan ihsan, kekasih lama tia, tia pura pura membalikkan badan seolah dia tidak ingin bertemu mantan nya itu, entah apa yang terjadi diantara mereka sehingga tia bersikap seperti itu, tia pura pura menahan langkah kedua kaki bunda dan rania, dia pura pura menunjukkan pakaian yang dia beli apakah ini bagus bu, dan dia pun bertanya kepada rania tentang baju yang dibeli nya untuk ibunya, karna rania tau selera bibinya dibandingkan dengan tia, kebisuan rania sedikit terbuka, dia berkomentar iya bibi pasti suka ini kk, diapun sangat suka warna hijau toska, ini bagus kok bunda pun menbahkan, setelah dia lihat kearah belakang, samping depan, sudah tidak terlihat sosok reyan, dia mengucap syukur dan langsung bergegas mengajak mereka ke tempat menjual oleh oleh makanan, ya benar tia sudah berpengalaman dengan pusat perbelanjaan itu jadi dengan mudah saja dia menemukannya, dia membeli milo, nescafe, dan makanan berjenis kerupuk lainnya, tak lupa dia membelikan ibunya obat herbal yang berasal dari negri jiran itu, tepatnya oban gingseng di negri jiran itu, walaupun dia anak angkat dia sangat memperdulikan kesehatan ibunya, tapi ibunya saja yang susah di bilangin, tetap merengkel dan keras kepala, bunda tidak khawatir dengan ketiga anak lelaki nya meskipun mereka masih kecil dan laki laki semua mereka lebih bisa diatur dibandingkan rania seorang, bunda pun melihat jam tangan nya sudah hampir setengah 2 dan dia menelpon ayah untuk menanyakan ketiga putranya, sudah dijemput atau belum, ayah tidak akan membiarkan mereka menunggu, dan ayah sudah menjemput mereka semua, hanya saja si abang anak pertama dari mereka lebih awal pulang karna jam 3 dia ada sekolah madrasahnya, walaupun ayah bekerja di office tapi pekerjaan nya tidaklah berat dan office nya tidak jauh dari rumah, maka dia bisa menjemput anak anak nya dan mengantarnya kesekolah, umur ayah sudah memasuki paruh baya, dia berur 56 tahun sedangkan bunda berumu 37 tahun perbedaan yang lumayan jauh diantara mereka, walaupun ayah berumur segitu namun terlihat muda dan sebaya bunda karna bunda merawatnya penuh dengan cinta, bunda tidak ingin memakai orang gaji walaupun ayah telah memawarkan kepadanya, dia ingin merawat anak dan suaminya sendiri dia tidak membutuhkan orang lain, makanya ayah sayang sangat sangat sama Bunda, selain bunda cantik, pandai menjaga tubuh, dia juga pintar masak dan menjaga anak anak, ayah bersyukur punya istri seperti ini, walaupun lain negara namun hatinya tiada duanya, begitu juga bunda dia tidak pernah memandang umur ayah,yang terpenting lelaki itu bertanggung jawab dengan hidup dan anak anak nya, dia tidak ingin masalalu nya terulang kembali, setelah panggilan berakhir bunda terkejut melihat semua barang telah dengan cepat ria dapatkan ya sedikit bantuan dari rania, mood gadis itu agak membaik, soal makanan rania meman suka ngemil, oh iya tadi mereka ke KL central menaiki "kereta" (mobil yang telah diberikan ayah kepada bunda) bunda pun telah menyelesaikan lesen kereta nya dan dia baru boleh untuk berkendara jika telah lulus dalam mengambil lesen, bunda seorang yang luarbiasa dia dengan mudah mempelajari segalanya, dan dia seorang yang cepat beradaptasi karna dia mempunyai sifat peramah dan baik, tia dan rania mengikuti bunda dari belakang, mereka menuju keparkiran,dan ingin memasukkan semua belanjaan yang mereka telah beli ke dalam "kereta"(mobil) asik memasukkan kan barang tiba tiba mobil merah "vw" berhenti di sebelah nya seolah mengejutkan rania dan tia, sontak saja rania yang punya sifat arogan memancarkan pandangan kepada sang pemilik kendaraan itu, ya ternyata sang pemilik kendaraan seorang lelaki tampan bergaya parlente tinggi 172 badan gagah tiba tiba dengan ramah nya meminta maaf tapi wajah nya mengarah ke bunda, karna dilihatnya sepertinya bunda ibu dari kedua gadis ini, sesekali dia melirik rania dan tia, puan, sye minta maaf sebab sye mengejutkan puan dan anak anak puan, saye minta maaf sebab ada kerje yang saya tengah kejar, maaf kan saya puan, dengan ramah dan sopan lelaki tampan itu berkata, bunda pun tak kalah ramah nya menjawab, tak pe saya pun minta maaf sebab meletakkan barang kat sane, (bunda menunjukkan barangnya telah memasuki baris sebelah nya,) awak nampak susah memarking kereta kat situ, saya minta maaf, lelaki itu terkesima dengan keramahan dan kesopanan bunda, dia menyodorkan kartu namanya kepada bunda, maaf puan kalau ada apa" tolong bagi tahu sye sekiranya saya telah merugikan puan dan anak anak puan, ok saya minta diri puan, assalamualaikum (dia bergegas setelah berpamitan dengan sopan) rania tetap dengan muka tidak sukanya, setampan apapun lelaki didepannya dia masih menilah pujaan hati brengs*k nya adalah paling tamban, biasa masih labih dan belum move on sepenuh nya, hanya saja tia yang merasa terpukau dengan keramahan dan tampang si lelaki itu, sontak tia begitu antusias ingin mengetahui namanya, tertulis disitu hazlan iskandar bin dato ahmad mansyur, hanzlan anak seorang dato dinegara itu ayah nya banyak memiliki saham di luar negri, lalu ayahnya mengangkat dia menjadi direktur utama *mdm* produktion salah satu kilang baju terbesar* di kuala lumpur,
bunda pun takjup melihat direktur yang peramah itu selain kaya dia berbudi bahasa yang baik, lalu bunda membuyarkan lamunan tia segera mereka dengan cepat memasukkan semua barang karna terlihat di jam tangan emas bunda sudah pukul setengah 4, jam tangan cantik itu pemberian dari ayah ketika hari jadi bunda yang 35 tahun ayah menghadiahkan nya jam tangan mahal berharga Rm. 5 ribu setara15 juta ayah sangat menyayangi istri nya itu, lalu semua barang telah masuk memenuhi mobil, tia yang duduk disebelah bunda dan rania yang duduk dibelakang mereka berdua tampak menghadap kaca dengan tatapan hampa dan kosong, lama menghadap kaca nampak mereka bertiga dengan lelah nya, tapi tia tetap menemani bunda bercerita agar bunda tidak ngantuk mengendarai mobil, rania nampak terlelap, bunda yang melihat nya nampak iba sesekali air matanya menitis melihat rania dari kaca, putri nya telah dewasa, dalam hatinya hanya tersemat doa untuk rania agar menjadi wanita bahagia bukan seperti dirinya yang menanggung siksa perjalanan hidup, karna waktu sudah sore jalanan kuala lumpur "jem teruk"( macet banget gais) hehe, jam menunjukkan pukul 17.20 sudah sejam lebih mereka berada di kemacetan itu sampai akhirnya terloloskan juga, mereka sampai pukul 18.00 tepat dan adik adik rania telah menunggu bunda kesayangan nya pulang, mereka berebut ingin membukakan pintu untuk bundanya, ya anak laki laki itu semua nya menyayangi nya, ternyata rania yang telah terbangun dan melihat cara adiknya begitu menyayangi bundanya, ada terselit rasa bersalah dibenaknya jika harus membenci ketiga lelaki itu, ialah adik nya sendiri walau pun mereka lain ayah tapi mereka sekandungan ibu, ketiga lelaki itu dan ayah menolong menurun kan barang barang belanjaan mereka tidak lupa menciumi pipi bundanya, yang paling kecil lelaki itu meman paling manja dia sontak saja merajuk karna dirinya tidak diajak berjalan bersama bundanya, tia menggagunya dengan berkata onty akan membawa bunda mu balik ke indonesia, dia marah kebada ontynya dia memukul lengan tia dengan kemarahannya, lalu dia berlari, tia pun tertawa melihat tingkahnya.