Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
senin ceria


__ADS_3

seperti biasanya hari senin adalah hari yang menyebalkan untuk beberapa orang, tapi ada sebagian orang menanggapi senin adalah memulai hal yang lebih baik dan lebih giat lagi, senin kali ini berbeda karna bunda kedatangan anak gadisnya yang berasal dari indonesia, dia berharap mulai hari ini dia bisa membalas dosanya karna 11 tahun meninggalkan rania, dia tidak jelas melihat perkembangan anak gadis nya itu, bukan sepenuh nya dia bersalah hanya saja dia menjadi seorang ayah sekaligus seorang ibu, dia bekerja dipadang golf untuk menafkahi putrinya, dan membayar hutang hutang yang ditinggalkan ayah rania kepadanya, dia semua yang menanggung beban derita itu, dia cukup mensyukuri hidup nya akhirnya dia dipertemukan dengan sosok lelaki walaupun berbeda jauh umur namun bertanggung jawab untuk hidupnya dan anak anak nya, lelaki itu menikahinya 10 tahun berlalu dengan beralasan bunda banyak berhutang budi kepada lelaki itu, selama dia bekerja ayah selalu memberikan uang tips yang banyak untuk nya, dari uang itu bunda membiayai hidup rania dan sedikit demi sedikit membangun rumah untuk rania dan dia tinggali,walaupun dia jarang sekali pulang, rania dititipkan oleh kakak kandung nya,kebetulan kakak kandungnya tidak mempunyai rumah jadinya dia bisa tinggal dirumau yang telah bunda beli dengan uang kerja keras nya selama ini, dan sedikit bantuan dari ayah, sebelum tia sukses mendapatkan kekasih yang kaya hidupnya dan ibunya masih menumpang dirumah bunda mereka tinggal bertiga, ibu lusi meninggallkan rumahnya karna suami nya ketahuan selingkuh dengan ibu kandung tia, waktu itu tia masih dalam kandungan, bayi yang tidak berdosa itu tidak bersalah,sekarang bayi itu menjadi seorang gadis yang cantik dan beruntung, kepulangan nya semalam masih dirindukan bunda ariani, dia melamun jauh dipinggir katil nya (tempat tidur) ayah mengejutkan bunda, menciumi kening bunda,mengucap Good morning nda" kecupan demi kecupan melayang dikening dan pipi bunda, meskipun ayah sudah memasuki paruh baya dia tetap romantis memperlakukab bunda dengan lembut dan hangat ayah menciumi bibir bunda,turun kelehernya bunda mendesah perlahan sampai didadanya ayah mengh*s*p dengan penuh nafsu yang membara, walaupun umurnya lebih tua dari bunda keinginan sexual nya lebih tinggi dari bunda, bunda yang pandai menjaga tubuhnya dan selalu membuat ramuan ala ala indonesia menjadikan tubuhnya kesat dan selalu harum meskipun belum mandi, pagi hari ayah pasti meminta jatahnya selebum bunda mengerjakan tugas tugas nya, jam terlihat pukul setengah 6 alarm berbunyi kencang seolah mengganggu permainan ayah menjelajahi tubuh istrinya yang wangi itu,ayah mengerti istrinya harus membangun kan ketiga putranya untuk bersekolah dan ayah pun ingin berangkat ke office nya (kantor) pukul 9 pagi, sebelum berangkat ke office ayah mengantar putra putra kecil nya kesekolah, untung saja sekolah anak pertama dan kedua nya satu tempat jadi tidak memakan banyak waktu hanya saja putra ketiga nya yang masih tadika (Tk) agak sedikit jauh dari rumah, tapi itu tidak masalah bagi ayah, dia menyayangi keluarga nya, maka diapun bertanggung jawab kepada anak anak nya, bunda mulai membangun kan mereka bertiga, fatan selalu yang pertama bangun karna lelaki itu tidak suka menjadi anak yang terlambat kesekolah dia,karena dia adalah ketua kelas disekolah dia harus sampai lebih awal daripada teman temannya, mereka semua sudah mandi ayah membantu bunda memakaikan baju sekolah mereka, bunda sendiri memasak sarapan, untuk sikecil bunda menyiapkan 2 keping roti canai kosong yang sudah bunda panaskan di macrowave, ya disana banyak makanan yang serba instan itu memudahkan kerja bunda untuk membuat sarapan, sikecil sangat suka roti canai kosong dan mencelupkannya kedalam susu pekat yang bunda telah siapkan, sedangkan ayah memakan roti canai telur, kedua putranya hari ini memakan nasi goreng ayam, bunda selalu menjadi idaman dimata keempat pria itu bunda adalah ratu mereka, bunda mengetuk berkali kali pintu kamar rania, tapi tetap saja pintu itu tidak terbuka, bunda membiarkan nya tidur dan kembali ke meja makan bersama ayah dan anak anak, setelah siap sarapan bunda menyiapkan bag sekolah anak anak nya, dan sambil memberi nasihat nasihat kecil untuk mereka, fatan berpamitan kepada bunda dan mencium kening, pipi bunda lalu bunda tidak lupa membalas danemberi nasihat, "abang jangan makan sesuka hati tau, beli jajan yang sihat, dan jangan sombong kepada rekan sejawat" bunda berbicara dalam bahasa melayu tidak lupa juga anak keduanya memberi kecupan yang sama, anak keduanya ini sedikit pendiam dari abang nya tapi dia tidak kalah pandai nya, faiz menciumi tangan dan pipi bundanya, begitu juga dengan bunda dia tidak lupa memberi nasihat untuk anak keduanya ini, "angah jangan bergaduh ye kalau dalam kelas, dengar kan kata kata cikgu, dan beli jajan yang sihat" (bunda memanggilnya dengan sebutan angah, ya karna dia anak kedua dalam dia itu anak tengah tengah,biasanya anak pertama akan dipanggil along, anak kedua dipanggil angah,yang ketiga dipanggil sebutan adik) , mengingat dulu anak kedua nya ini pernah bergaduh dikelas karna ada yang menggagu anak nya itu, dia tahu anak nya tidak bersalah karna anak kedua nya ini memang sedikit pendiam tapi jika kesabaran nya diusik orang maka dia tidak segan segan melayangkan amarahnya, jadi dari situ bunda selalu mengingatkannya sebelum pergi kesekolah, bunda selalu bilang angah sayang bunda kan, so.. jangan buat bunda dan ayah malu sebab datang kesoklah angah bergaduh, jadi budak yang sabar dan patuh ye, biarkan kawan angah jahat, report ke cikgu jangan angah hajar die, bunda sambil senyum berkats seperti itu agar hati anak keduanya itu tidak tersinggung bunda tidak ingin anak nya menjadi anak yang arogan, dia hanya ingin hidup damai dan tentram, anak ketiga nya itulah yang paling manja dan sedikit malas kesekolah ya wajar anak palin kecil tapi setiap bunda beri arahan dia pasti mendengar, karna ketiga putra nya itu sangat sayang kepada bunda, jam hampir menunjukkan pukul 8 kurang 15 menit ayah segera menyuruh mereka bertiga masuk kedalam kereta "abang, angah, adik.... cepat masuk kereta, abang dan angah sudah siap masuk kereta tapi adik belum terlihat,dia masih saja dalam pangkuan bundanya, bunda mendengar suara ayah memanggil terpaksa menggendong adik untuk masuk kedalam kereta, anak pertama nya sedikit kesal dengan kemanjaan Adiknya itu " sehingga dia bersuara "adik... cepat lah masukk abang dah lambat nii, isk apelah adik ni, " (fatan) adik pun dengan wajah malas nya terpaksa masuk, ciuman dilayangkan bunda lagi kekenin anak ketiga nya itu, dan bunda menutup pintu mobilnya, lalu membukakan gerbang pintu... lambaian tangan mereka membuat bunda sayu, dan bunda mengiringi doa dalam hati nya, semoga anak anak mennjadi anak sholeh.


__ADS_2