Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
melipat baju


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 12 tengah hari suara ting tong ting tong " memutuskan percakapan antara bunda dengan rania bunda melihat jam yang ada di kamar rania "mmm dia bicara pelan kepada rania pasti adik adik dan ayah sudah pulang mau makan siang, kak rei siap siap ya ayok kita makan siang bersama " ting tong ting tong, lagi lagi bell rumah berbunyi " sabarrrrrrrrrr" bunda sedikit berteriak putra putra nya itu pasti sengaja memainkan bell rumah, ternyata benar dugaannya anak ketiga itu dengan berjinjit kedua kaki nya memencet bell secara terus menerus membuat bunda berkecak pinggang dan menggelengkan kepala, adikkkkkkkkkkk ini bunda keluarr" bunda sedikit menahan suaranya memanggil anak ketiga nya itu, "hehe adikkk lapar ndaa, lambat la bunda keluarr, " "bunda" ye...ni kan bunda dah keluar, sabar ye sayanggg sorry, bunda berkata maaf kepada anak anak nya gerbang pun telah terbuka ayah memarkirkan kereta nya di depan gerbang dia tidak masukkan kedalam rumah, karna tidak lama lagi pun dia akan balik ke office nya setelah menghantarkan anak sulung dan anak keduanya sekolah madrasah dia akan kembali ke office kegiatan itu adalah tugas nya, mereka berdua sepasang suami istri yang kompak menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan penuh kasih sayang, semua makanan telah tersaji di meja makan dapur, fatan dan faiz mengambil hanger (gantungan baju) mereka sudah terbiasa ketika pulang sekolah sikap disiplin itu bunda menerapkannya, mereka selalu mengikuti arahan bunda, mereka membuka baju mereka lalu menggantungkannya di hanger yang sudah diambil, dan meletakkan nya nya di belakang pintu kamar mereka, walaupun laki laki mereka sangat disiplin dan mengikut arahan bundanya, luar biasa didikan seorang ibu yang lembut dan penyayang selalu akan didengar oleh anak anak, hanya saja anak ketiga lebih manja bunda sedikit kewalahan dengan tingkah anak ketiganya ini dia memasuki rumah dengan tidak membuka kaos kaki nya, dia selalu ingin bunda yang membukakannya, padahal abang abang nya sudi membantunya, tapi dia langsung berlari lari disudut ruangan rumah, bunda yang tengah menyiapkan piring piring untuk makan siang terkejut karna tiba tiba tiba anak ketiganya itu memeluknya dari belakang, posisi bunda sedang berjonkok mengambil sendok yang di simpan di drawer (laci) "bundaaa adik mau makan ayam goyenggg" nak dlumstikk tau, tak nak wingggggssssssss" adik berteriak ditelinga bunda sambil melingkarkan kedua tangannya, dia tahu anak nya yang kecil ini tidak suka sayap, dia selalu makan ayam bahagian paha nya, dia menyebut peha ayam dengan sebutan drumstick sedikit keinggrisannya di kecil ini hehehe,bahasa melayu kan campur campur ingris guys, bunda membalikkan tubuhnya dia cuma menggelengkan kepalanya, melihat putra ketiga nya itu belum menukar baju dan membuka kaus kaki nya, adik lepaskan bunda sebentar" dia pun langsung melepaskan bunda meletakkan piring dan menyusun nya di setiap kursi sekarang meja makan itu akan bertambah ramai dengan kehadiran rania, dia benar benar bersyukur rania memutuskan tinggal bersamanya, lama sudah dia membujuk rayu rania tapi gadis itu tidak pernah menerima tawarannya, entah kenapa tiba tiba saja dia memutuskan ingin datang kesini dan katanya menetap sedikit lama, pikirannya teringat dengan aulisa, "apa karna aulisa dia ingin kemari, apa aulisa yang mempengaruhinya? " hatinya tertanya tanya dengan sendiri, " bundaaaaaaaaa" suars rengekan si kecil membuyarkan lamunan bunda " eh iyaas sini.... bunda menarik tangan adik ke kerusi bambu panjang yang ada di depan tv bersebelahan dengan meja makan dapur, lalu Bunda memangku putra ketiga nya itu, membuka kan kaus kaki nya, lalu membuka kancing baju dan celananya, bunda sedikit berteriak memanggil fatan "abangggggggg tolong bundaa, tolong ya nakk ambilkan baju ganti adik dan hangerr..." fatan yang tengah berganti baju langsung cepat cepat bergegas mengikuti perintah bundanya, "iyaaa bundaa tunngu sekejapp ye.., abang tengah pakai seluarr nii, " yerr yerr... (bunda) , fatan berlari lari kecil menuju ruang dapur dimana bunda mengarahkannya untuk membawakan baju ganti adiknnya itu, dan meminta tolong fatan lagi untuk menggantungkan baju adiknya itu kekamar seperti biasanya, fatan memang penurut, dia anak pertama walaupun usia nya muda dia sudah bisa menerapkan tanggung jawab sebagai anak pertama, dia tidak pernah membantah omongan dan suruhan bunda dan ayahnya, soal kaus kaki bunda tidak ingin menyuruh fatan, bunda mengingikan si adik kecil menaruh nya sendiri,dia ingin anak ketiga nya ini bisa disiplin seperti kedua abang nya, "adik nak ayam dlumstickk kann??? (bunda mencoba membujuk adik) " yeeeee adik nak dlumstickk ndaa takk nak wing") " ye bunda ambikkan adik dlumstick dua, tapiiiii adik kena letakkan stoking ni dalam kasut adik tau, kalau tak, bunda tak bagiiii,,,, bunda pandai mengambil hati semua putranya, "yeeee betul kan nda dapat dueee.... diapun langsung lari menuju kasutnya dan meletakkan kaus kaki nya disana, "letakkan yang benar susun mengikut kasut along dengan angahhhh" (bunda sedikit berteriak) " dia pun langsung lari melaporkan tugasnya telah terlaksanakan" ' dahh adik letak bundaa sesuai kasut along dan angahhhh, laparrrrrr nak makannn, " kesian anak bunda dah lapar yer, pergi kejutkan ayah dan panggil along,angah kita luch same same, ayah yang baru saja melaksanakan sholat dzuhur tiba tiba dapat pelukan dari putra kecilnya ini, budak kecik ni memang manja dengan ayah dan bunda nya, ayahhh jommm kita makann, (sambil menarik kedua tangan ayahnya, " ye ye adikk sabarr ayah kemaskan ini dulu" (ayah menunjuk sajadahnya) " mmmmm tak payah lahh, lambat lah ayahh ni" (adik mengeluh kepada ayah) "sabarrr kita kena kemas oky" jommm (ayah menarik tangannya) kebetulan bilik no dua berdepanan dengan bilik ayah dan bunda, ayah dan adik bersamaan memanggil along dan angahnya untuk mengajak mereka makan, alonggggg ooo alongggg angahhh ooo angahh (begitu panjang nada adik mereka memanggil) " yerrrrrr kejappp" along dan angah tau kalau mereka pasti disuruh makan siang" mereka baru siap mandi dan berganti pakaian madrasah nya, tanpa diarahkan bunda mereka sudah tau tugas tugas mereka, karna jam sudah hampir pukul satu ayah kembali ke office pukul setengah 3 along dan angah masuk sekilah madrasah pukul 2 jadinya mereka memang tidak sempat untuk tidur siang, begitu sampai dirumah mandi bertukar baju baru makan, agsr makan tidak terburu buru makanya mereka berdua sudah mengemaskan diri mereka, dan memasukkan buku buku yang ingin dibawa ke sekolah madrasahnya, bunda tidak lupa menyuruh rania, yang sedari tadi dikamar, dia masuk kekamar rania dan menyuruh anak gadisnya bergabung untuk makan siang bersama mereka, rania mengikuti langkah bunda, tiba tiba faiz ingin berbicara dengan rania " kak rania,akak ni duduk kat sini sampai bile?? " rania diam mendengar pertanyaan adik nya, belum sempat ia menjawab ayah mendahului jawaban rania " akk rania duduk ngan kita sampai bila bila, dah cepat cepat makan jangan becakap jer, " ayah tahu rania akan susah menjawab pertanyaan adiknya itu jadi ayah mewakilkannya, rania tertunduk dia tertekun dengan jawaban ayahnya, ayah nya benar benar sudi menerima dirinya... jam menunjukkan setenga 2 semuanya telah selesai makan along dan angah memeriksa botol minum mereka, dan mengambil air sendiri, benar benar pandai dan disiplin tidak merepotkan bundanya, bunda memberekan meja makan dan meletakkan piring disingki, ayah dan kedua putranya berpamitan kembali untuk ke office dan mengantarkan kedua putranya, bunda membukakan gerbang rumah mereka, si adik kecil masuk kekamar dan menonton tv, ya film kesukaan nya itu kartoon doraemon, akan tayang pukul 2 dia sudah bersiap siap untuk menonton, jam jam begini waktu bunda agak lenggang, bunda kembali kedapur, dia mendengar suara air dari singki dipikirnya adik kecil memainkan air, dia terkejut...ternyata rania yang berdiri disitu membasuh semua piring piring yang bunda letakkan, seolah dia ingin lebih dekat dengan bunda, baru 3 hari disini sedikit demi sedikit perubahan ditunjukkanmya, bunda datang menghampiri dia membantu mengeringkan piring piring, "bunda setelah ini melakukan apalagi, (seolah telah akrab dengan bundanya) "bunda mau melipat kain kak, setelah ini kakak istirahat saja, kan baru sampai nanti kakak lelah," "bunnn, aku mau bantuin bunda lipat kain" (rania) bunda tidak menolak nya, karna dia ingin lebih dekat dengan anak gadis nya sekarang sudah berumur 19 tahun gadis itu yang dulu dia tinggal 11 tahun lalu, dengan membantu bunda melipat kain, sebenarnya ada hal yang ingin ditanyakan kepada bunda..


__ADS_2