Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
belajar memasak


__ADS_3

malam ketiga rania tinggal bersama ibu kandungnya itu membuat dia sadar bahwa kasih sayang ibunya melebihicapapun untuk dirinya, sehingga tidurnya sangat lelap dan nyenyak, tidak pernah terbayang kan olehnya akan tidur seranjang dengan ibu kandungnya, yang dahulu dia menyimpan amarah dan dendam, sekarang bertukar menjadi cinta dan kasih sayang yang sangat dalam, seperti biasa bunda akan bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan pagi dan mengemaskan rumah, serta mengurus keperluan sekolah ketiga putranya, hari selasa ini sangat berbeda, bangun pagi bunda biasa nya melihat ayah memeluknya dan mengucapkan selamat pagi, tapi pagi ini tidak kalah luarbiasaya dengan pelukan seorang suaminya, ya trntu saja sosok ini sangat dirindukan olehnya sejak 11 tahun berlalu, rania tidak melepaskan pelukannya untuk bunda, tapi bunda perlahan turun dari ranjang karna jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi bunda akan memulai aktifitas seperti biasa, dengan sholat subuh terlebih dahulu, rania terasa ada yang terlepas tentu saja pelukan bundanya yang terpaksa dilepas karna mentari ingin mengungkapkan isi pagi yang luarbisa untuk hari ini, (hehehe agak sedikit puitis kata katanya) ayah juga seperti biasa bangun setengah 6 untuk melaksakan sholat subuh, setelah itu ayah membangunkan ketiga putranya untuk ibadah bersamanya, hanya fatan dan faiz yang terbangun, kalau sikecil masih molor dan selalu dia yang agak susah untuk bangun pagi, setelah sholat fatan dan faiz seperti biasa selalu disiplin untuk pergi sekolah dengan mandirinya mereka sudah siap berpakaian seragam sekolahnya, didikan yang sangat bagus bunda berikan kepada putra putranya itu, sehingga tidak merepotkan dirinya untuk memakaikan baju ataupun meroster mata pelajaran yang harus dibawa anak anaknya, fatan dan faiz sebelum tidur mereka sudah menyiapkan buku buku yang akan dibawa kesekolah, bunda mulai membuat sarapan,hari ini dia memasak mie goreng kesukaan mereka, tetap saja tidak lupa dua keping roti berselaikan srikaya kesukaan anak ketiganya, sikecil memang jarang ingin makan nasi ataupun mie, dia lebih suka yang berbahan gandum, ayah membangunkan sikecil dan membantu bunda memandikan sikecil, sementara bunda menyiapkan sarapan untuk mereka, dengan rengekan suara sikecil dia tampak malas untuk beranjak dari tempat tidur empuknya, ayah menggendongnya untuk memandikannya, akhirnya sikecil masuk juga kepelukan ayahnya, setelah selesai memandikannya biasanya sikecil akanencsri bundanya, dia hanya ingin bundanya yang memakaikannya baju dan menyisir rambutnya,(benar benar manja ya sikecil ini,) sarapan siap dan bunda mengemaskan anak paling kecil nya itu, mereka semua siap siap ingin sarapan, bunda meminta tolong fatan untuk membangunkan kakaknya, mungkin dengan cara kecil itu bunda bisa mendekatkan antara putranya dengan putrinya itu, bunda ingin anak anaknya saling menyayangi dan mengasihi, walau fatan ingin menolak tspi tapi jika ini arahan dari bundanya dia tidak akan pernah membantah apa yang ditugaskan bunda untuknya, segera saja fatan membuka pintu kamar rania, tubuh rania yang tertutup selimut penuh itu membuat fatan enggan membangunkannya, dengan hati hati fatan menepuk bagian bahu rania, "akk rei, ooo akk rei, (fatan sedikit berbisik) lalu mengulanginya lagi sampai rania terkejut dengan tepukan yang agak kuat dari tangan fatan, "eh hem eh" suara rania terdengar sedikit, dibuka nya selimut perlahan dengan mata yang agak sipit dia melihat fatan yang membangun kannya, dia sedikit malu karna waktu mereka menghantarkan tia ke airport fatan melihat tinggkah kurang ajar nya kepada bunda, sehingga fatan marah kepadanya dan menolaknya hingga dia hampir terjatuh, waktu itu dia memiliki perasaan dendam kepada adik laki laki nya ini, eh pagi ini tak disangka fatan yang membangunkannya, dengan senyum sedikit akhirnya dia berikan untuk fatan,fatan seorang anak yang didik dengan tata krama dan etika yang luarbiasa oleh kedua orang tua nya itu sontak saja langsung membalas senyum rania"akk bangun, jom kits sarapan"(lembut suara fatan mengajak rania untuk sarapan) rania menganggukkan kepalanya, dan fatan keluar dari kamarnya setelah melihat anggukan rania, tugasnya telah selesai untuk membangunkan rania, dia pun kembali berkumpul kemeja makan untuk menyantap sarapannya, dimeja makan semua sarapan telah siap, ayah dan adik adik sudah tsk sabar ingin menyantap mie goreng kesukaan mereka, rania keluar perlahan dengan langkah malu malu, karna hari ini seorang adik lelaki nya membangunkan dirinya yang asik tidur, dia seorang perempuan dewasa tapi bangun pagi sangat suli untuk dia membuka matanya, sedangkan adik adiknya itu laki laki semua tapi soal disiplin bangun pagi mereka terbiasa, tidak seperti dirinya yang terbiasa bangun siang,maklum aja ya gais rania begitu karna bibinya yang merawat nya sangat jarang bangun pagi juga heheh) " rania langsung menuju jamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok giginya, setelah keluar kamar mandi tak disangka adik nomor duanya menyapa nya dengan hangat "comel nye akk rania bangun pagi" (heheheheh) dia tertawa sendiri atas perkataannya yang lain pun ikut tertawa, rania nampak tersipu malu malu dengan perkataan adik keduanya itu, ayah mempersilahkan rania duduk untuk berkumpul sarapan bersama, keluargs itu sangat hangat menerima keberadaan rania, hampir jam setengah delapan ayah dan adik adik sudah menghabiskan sarapannya, dan segera ingin berangkat memulai aktifitas mereka, seperti biasa sebelum berangkat mereka selalu berpamitan kepada bunda dan memberi ciuman hangat, hari ini rania menemani bunda kedepan gerbang melihat adik adik dan ayah nya berangkat ke sekolah dan kantor, tiba tiba adik adiknya mengulurkan tangan kepada rania seolah mereka menghormati rania yang berada disamping bundanya, dan rania pun membunggkukkan badannya, adik adinyamencium pipinya dia terkejut dengan perlakuan adik adik laki lakinya itu, sangat hangat dan penuh kekeluargaan, tiba tiba tangan rania dengan reflex nya mengusap kepala adik adiknya itu seolah dengan penuh cinta kepada adik adiknya yang baru dia kenal itu, nampak senyum bahagia diwajahnya, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan hangat dan dihargai seperti itu, hatinya sangat terharu dengan kejadian tadi, rasanya dia tidak sabar menunggu besok pagi lagi untukendapatkan perlakuan yang sama lagi seperti tadi, sudah tidak terlihat punggung mobil yang dikendarai ayahnya, bunda dan rania masuk kembali kerumah, mereka berbicara hangat sambil berjalan, rania membantu bunda membersihkan sisa sisa sarapan, "masak apa kita hari ni ya kak untuk makan siang" (seolah bunda meminta ide kepada rania) sepertinya bunda dan rania sudah sangat akrab, sehingga bunda sudah tidak sungkan lagi untuk meminta ide kepada rania) "kak rei hari ini ingin bunda masakin apa?? " tanya bunda lagi, tapi rania masih terlihat kebungun""" yaiyalah gais diakan hanya tsunya makan aja heheehh""" (eh ehem eh hem.,apa yang bunda masak semua enak""" hanya itu yang bisa dia jawab" "bunda tersenyum mendengar pujian rei untuk masakannya itu, rei tiba tiba memanggil bundanya lagi "bun hari ini ajari aku memasak ya, aku ingin bisa masak seperti bunda" mata bunda menjadi bulat mendengar perkataan anak gadisnya itu" dengan senang ahati sayang"tepat tanggal 20 mei 2017 pengalaman pertama seorang rania adista ingin belajar memasak,apa yang terjadi dengan dapur bundanya itu ya kalau dia masak, seumur hidupnya gk pernah masak tiba tiba baru empat hari bersama bundanya sudah banyak perubahan dirinya, sepertinya tsnggal 20 mei 2017 ini harus di museumkan hahaha sangat tanggal keramat, tiba tiba seorang rania ingin memasak.


__ADS_2