
pukul 05.30 bunda dan ayah selalu bangun lebih awal untuk melaksanakan sholat subuh mereka selalu taat dengan perintah agama, lalu setelah ibadah bunda membuatkan nescafe panas kesukaan ayah dan ayah duduk di teras rumah nya sambil membaca surat kabar (koran) sedangkan bunda sudah sibuk ingin ke dapur membuat sarapan untuk anak anak nya, mumpung hari minggu ketiga putranya tidak dibangun kan lebih awal,bunda membiarkan mereka tidur sedikit lama agar pekerjaan bunda cepat selesai, sambil memasak Sambil juga memasukkan baju kedalam mesin basuh (mesin cuci) itu pekerjaan bunda setiap harinya menjadi seorang suri rumah (ibu rumah tangga) dia mengerkan semua itu dengan sendirinya tanpa dibantu oleh orang gaji, sesekali jika ayah tidak repot ayah pun menolong bunda membersihkan rumah, diumur ayah yang terbilang sudah paruh baya namun anak mereka masih kecil kecil, ya membuat lelah lumayan terasa, tapi dengan cinta dan kasih sayang membuat segala penat tidak pernah terlintaskan dipikiran mereka sebagai orang tua, suara mesin mulai berputar kencang, dan masakan hampir selesai setelah menunjukkan pukul 8 semua telah siap masakan bunda sudah tercium kekamar tia dan rania, namun dua gadis itu belum membuka matanya, ya mereka biasa bangun bangkong (kesiangan) bunda memaklumi kedua gadis itu, sementara cucian masih dalam proses pengeringan dan makanan telah tersusun rapi di meja makan dapur, rumah bunda mempunyai dua ruang makan satu didapur, satunya lagi terletak dekat ruang tamu, ya.. meja itu digunakan jika tamu datang maka mereka makan bersama diruangan itu, tapi kalau hanya keluarga mereka makan di meja makan yang terletak didapur, bunda membangunkan ketiga anak lelaki nya lebih awal agar mereka menggosok gigi dan mencuci muka untuk bersiap sarapan lalu bunda membangun kan tia dan rania juga, lalu bunda memanggil ayah dan mengajak nya sarapan, bunda sudah menyiapkan masi goreng pataya, kesukaan anak anak nya itu, nasi goreng yang isinya ayam atau daging lalu dibalut telur itu nasi goreng khas thailand ya dinegara jiran memang banyak makanan khas thailand, lalu mereka semua sudah bergumpul dimeja makan dan melahap nasi goreng buatan bunda, rania tampak begitu lapar dia mengambil nasi lebih banyak pagi itu, bunda dengan senyum senang melihat anaknya mau memakan masakannya, karna malam tadi rania tidak makan malam, makanya serasa perutnya sudah berjoget layak nya diskotik larut malam hahaha, setelah ayah selesai makan ayah berencana mengajak ketiga putranya joging mengelilingi taman dekat area rumah mereka, taman itu terletak dekat petronas(pom bensin) dan disana dilengkapi dengan fasilitas olahraga yang lengkap, adik adik begitu seronokkkkkkkkkkk mereka serentak mengucappp nakkkkkkkk ikutttt ayahhh, dan mereka bersiap siap menukar baju dan memakai kasut sukan(sepatu sport) mereka berpamitan dengan bundanya dan menciumi pipinya dengan bergantian, bunda mengingatkan kepada ayah kalau hari ini tia akan kita hantar pukul 5 sore ke airport, ayah menjawab iya ayah tidak lupa nda" bunda pun membukakan pitu gerbang mereka, dan ketiga bocah kecil itu berlari mengekori ayah nya, bunda sangat berterimakasih tuhan mengirim lelaki sebaik ayah, ayah telah menikahi bunda 10 tahun lamanya dalam satu tahun sebelum menikah bunda bekerja menjadi kedi dipadang golf medan, dan ayah adalah custemer nya dari situ cinta mulai tumbuh diantara mereka, lalu ayah memutuskan menikahi bunda, meskipun awal pernikahan mereka ibu dari suami nya itu tidak menyukainya karna dia bukan sebangsa mereka, ya sedikit terlihat rasis, tapi lambat laun dengan kehadiran 3 cucu hensem boy nya membuatkan ibu mertuanya memuji nya selalu, terlebih lagi bunda pernah merawat ibu mertuanya itu ketika sakit, dari situ mulai rasa sayang mertuanya timbul, bunda mengunci pintu gerbang mereka lalu masuk kerumah untuk membereskan yang berserakan di meja makan, tapi untung saja tia membantu membereskannya, dan dia segera menjemur pakaian yang telah dikeringkannya tadi, kalau terkena matahari langsung lebih bagus keringnya, setelah menjemur bunda membersihkan rumah dari depan ke belakang, tia pun ingin membersihkan badanya, dan rania kembali ke kamar nya bak seorang nyonya besar dirumah itu, dia sama sekali tidak ada basa basi dengan bundanya, dia mencoba menghubungi aulisa,karna pagi aulisa sudah tidak bekerja, lagi lagi nomornya tidak aktif, mungkin dia pikir aulisa pasti masih tidur karna malam dia bekerja, dia habis kan waktunya dikamar, bunda berencana mengajak mereka pergi ke econsave untuk berbelanja sayur mayur untuk lunch mereka hari ini, jam menunjukkan pukul 10 pagi bunda belum melihat kepulangan suami dan ketiga putranya, mungkin ayah mengajak mereka kedataran putra disana banyak permainan kanak kanak, ya mumpung hari libur, lalu bunda mengajak rania dan tia untuk menemaninya membeli sayur mayur,rania menolaknya dia memilih mendekam dikamar dan tidak mendengarkan kata ibunya, lalu tia keluar dari kamar mandi dan bunda mengajak nya pergi ke econsave, tia tidak akan menolak nya, sebelum dia pulang ya dia ingin berkeliling menemani ibu ar'ny itu, mereka pun pergi berdua hanya tinggal rania sendiri dikamar, bunda meletakkan kunci dekat kotak surat rumah nya itu tempat rahasia kunci rumah mereka, ayah pun tahu itu, pukul 11 lebih ayah dan ketiga putra nya sudah sampai dirumah mereka bergantian memencet bel namun tak kunjung ada yang keluar, ayah melihat kereta tidak ada di parkiran depan rumah, langsung ayah merogohkan tangan nya ke dalam kotak pos benar saja bunda meletakkan kunci disitu, dan ayah langsung membuka gerbang untuk anak anak nya itu, mereka masuk dengan peluh sambil bersorak" rania tidak mendengar mereka pulang dia mengunci pintu kamar nya dan memasang handsfree di telinga memainkan musik dj dari ponsel nya, dasar rania memang keras kepala, bunda melihat anak kedua dan ketiga nya bermain bola bersama disamping rumah, dari luar bunda melihat mereka, bunda turun dari mobil memanggil kedua anaknya itu untuk membuka kan pintu gerbang , anak nya terus saja berlari untuk membukakan pintu untuk bundanya, matahari hampir murka dengan teriknya, hari iu begitu cerah sehingga bunda merasa dia sangat terlambat untuk memasak makan siang mereka dengan cepat bunda masuk dan ditolong oleh tia pukul 12.00 tepat masakan telah siap, dan terhidang di atas meja, bunda memasak ayam goreng kalasan dengan gulai sayur nangka tak lupa kesukaan ayah sambal belacan, bunda sangat lihai memasak, dan tia hanya menolong sedikit nya saja, setelah semua berkumpul untuk makan siang bunda mengetuk pintu rania namun tetap tidak ada sahutan dari dalam kamar seolah tak berpenghuni, tia pun coba menghubungi ponsel rania, ya sontak saja dia menjawab nya , tia langsung berkata nyonya bangun sini makan siang bersama kami, dengan perkataan begitu rania merasa sedikit kesal karna dia tau tia sedang menyindirnya, dia pun keluar dan menuju meja makan, ayah memaklumi sikap nya karna mereka belum saling akrab, ayah berkata sini duduk kak rei kita makan bersama, tiba tiba ayah mempelawa rania untuk makan, bunda terkesima dengan perkataan ayah, suami nya itu benar benar berhati malaikat, mereka menikmati makan siang itu, bunda memang jago memasak masakan nya tidak bisa buat move on rasanya menari dilidah apalagi sambal belacannya itu membuat ayah berpeluh tak henti, bunda melap peluh yang ada di kening ayah, rania menatap hampa mereka entah apa yang ada di hati dan pikirannya, dia makan acuh tak acuh, setelah semua selesai makan bunda langsung membereskan meja,mencuci piring, adik adik dan ayah kembali kekamar untuk menonton tv, ya dikamar mereka memang terpasang tv, jadi ayah menemani mereka menonton tv didalam kamar, sedang bunda dan tia membersihkan sambil berbicara santai, karna masih pukul 1 siang bunda menyuruh kk tia untuk beristirahat, tia menuruti perintah nya dan bunda pun ingin istirahat siang juga, dia melihat kekamar suami dan anak anak nya telah lelapp dan kamar berserakan, haduhhh bunda tersenyum sambil geleng " kepala