Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
dag dig dug


__ADS_3

hari selasa yang cerah dan penuh cerita bunda dan raina menghabiskan waktu bersama dengan penuh kasih dan cinta, melakukan pekerjaan rumah bersama dan memasak bersama, harini ini mereka memasak nasi ayam madu ini adalah favorit ayah raina yang belum pernah memakan makanan ini sangat takjub dengan rasanya, bersama dengan bunda dia memasak makanan ini, kali pertama dia memasak ini adalah kesan terhebat dalam hidupnya, memasak bersama dengan ibu kandungnya, hari hari rania kali ini sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya yang dulu yang hanya tahu pergi pagi pulang larut malam, seperti tidak ada life, begitu lah kehidupannya dulu, hampa memang kehidupannya karna kurang didikan yang baik dan kurang kasih sayang yang ikhlas dan dia sangat kurang perhatian orang tua, menjadikan dirinya amburadul seolah menunggu hari hari dimana dia akan bertemu mati, tapi tidak dengan sekarang rasanya dia ingin hidup seribu tahun lamanya bersama bundanya disini, aroma nasi ayam madu sangat mengunggah selera, rania menahan rasa lapar nya karna dia ingin makan siang bersama ayah dan adik adik nya, rasa laparnya kalah dengan rasa kebersamaannya bersama mereka, terasa hangat kekeluargaan itu untuknya, setelah jam 12 lebih... "ting tong ting tong ting tong" bunyi bell rumah sudah tentu ayah dan adik adiknya pulang untuk makan siang, yang tiba tiba dag dig dug dag dig dug" jantung rania agak berdebar,dia takut nasi yang dimasaknya lain rasanya seperti bundanya masak, walaupun semua resep dari bundanya, dia takut campur tangan nya mengurangi kelezatan makanan itu, apalgi bunda bilang nasi ayam madu adalah makanan favorite ayah nya ini, bagaimana ya dengan lidah ayah nya apakah akan sama rasanya seperti buatan bunda, dsg dig dug dag dig dug, yang terus saja jantung nya menakuti dirinya, dia terpaku di depan meja makan, sedangkan bunda membuka gerbang rumah ayah dan adik adiknya sudah pulang untuk makan siang, "bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" suara terikan manja anak ketiga nya itu dan mulai berlari kecil kepelukan bundanya, ya anak ketiga lebih nya itu memang lebih manja dibandingkan along dan angahnya, mereka berdua terbilang mandiri, mereka menciumi pipi bundanya, dan seperti biasa mereka langsung bertukar pakain, sebelum bertukar pakaian mereka mandi dan menggantungkan baju di hanger, karna pukul 2 lebih mereka harus kembali sekolah madrasah jadinya tidak ada waktu untuk tidur siang, walaupuj begitu mereka tidak mengeluh, malahan lebih prestasi mereka sangat bagus di sekolah, sangat bangga mempunyai anak yang mandiri, displin, dan cerdas, lagi lagi akhlak mereka sangat bagus,cikgu mereka sangat senang mempunyai murid yang seperti mereka, setiap kali mengbil raport mereka selalu mendapatkan juara kelas lagi lagi kebanggan tersendiri untuk ayah dan bunda mempunyai anak seperti mereka, yang bunda sementara mereka mandi bunda membuka baju anak ketiga nya itu, rania melihat tingkah lucu adik ketiga nya itu, dia sangat manja terhadap bunda, bunda lagi lagi menyuruh nya meletakkan kaos kaki ke dalam sepatunya, dengan muncung nya yang panjang seolah ingij menolak bunda tapiagi lagii bunda berhasil membuat dia takluk karna ada yang dijanjikan bunda, dia sangat suka makan paha ayam apalgi ini ayam madu rasanya manis dan lezat bunda mengiming ngimingkannya dengan itu "sayang bunda masak nasi ayam maduu,adik nak berapa dlummm stcikk nye" matanya dan mulutnya ikut ternganga mendengar bunda masak ayam madu, yang dia meloncat riang membuat hati rania menjadi geli melihat tinggkah adik kecil nya itu, "adikk nak, em, nak, em, nakkkkkkkkk*kk seolah dia tengah berhitung ingin berapa dia makan paha yam itu, ha...... yang adik nak empatttt" seolah baru mendapat jawabannya dia menginginkan empat paha ayam, tiba tiba rania tertawa mwndengar celotehnya, lucu sekali dia bun, apa dia juga suka ayam madu? yang rania menyakan kepada bunda nya" iya kak reii dek fiqri sagant suka paha ayamm, tapi biasanya dia tidak memakan nasinya dia hanya ingih ayam nya saja" rania mengangguk ngangguk, fiqri meletakkan kaos kaki nya dengan benar dan rapi karna kegirangan mendengar bundanya masak ayam madu apatah lagi dijanjikan empat paha ayam, dia semangat berlari lari, melihat itu rania terkekeh sendiri, fatan dan faiz sudah pun selesai memakai baju sekolah madrasah nya mereka siap siap menuju meja makan, dan terlihat juga ayah sudah keluar dari kamar tiba tiba dia dag dig dug dag dig dug, kembali lagi bunyi jantung rania seolah dia sangat risau tentang rasa nasi yang dibuatnya, semuanya telah duduk dikursi masing masing, bunda membuka tutup nasi yang sedari tadi rapat, wahhhhhhhhhhhh"" fatan dan faiz bersamaan sedapp nyee bauuuuuuu"" hmmmmmmmmmm" ya aroma nasi ayam itu sangat sedap karna nasi nya ada rempah tersendiri membuat nasi itu beraroma sangat wangi, nasi nya berwarna kuning rempahnya ada bunga lawang, kayu manis, tidak lupa pula beras direndam dengan kunyit benar benar harum dan lezat, ayam nya pula direbus lalu diperap dengan kecap dan madu sampai benar benar menjadi satu, lalu ayam digoreng dan menjadikan ayam melekat dengan kecap dan madu rasanya manis dan lezat, semua tidak sabar ingin melahap nasi ayam madu buatan bunda dan raina bunda membuka suara "ayahh.. ini nasinya kak rei yang memasaknya, bunda pun sambil menuangkan nasi kepiring ayah, dagdigdug makin bertambah setelah bunda berkata begitu, kenapa sangat cepat bunda bilang sama ayah, dia takut masakannya tidak sesuai lidah ayah, "wahh kak rei hari temankan bunda masak, mesti sedap ni.. baunya pon dah buatkan faiz dan fatan tak tahan melahap, ayahpon rasa nak melahap juga ni" belum makan saja ayah sudah memuji raina, semua sudah lengkap ada nasi ayam madu dan tak luoa dengan sup kosongnya, ayah dan adik adik mulai melahap mereka serentak memejamkan matanya, tidak ada yang berbicara satupun, seolah semua merasakan kenikmatan yang luar biasa, tiba tiba fiqri mengacungkan kedua jempolnya dia hanya memakan ayam, seperti yang dijanjikan bundanya empat paha ayam sudah habis dua dilahap nya, melihat tinggkah fiqri bunda tertawa kecil, ayah pun memberi acungan kedua jempol "huhhhhhhhhhhhhh begitu suara nafas raina seola dia tahu jawaban dari ayah, "kak rei betul betul berbakat lah menjadi chef, sedapppp sangattt adik tak boleh move on" (faiz meluahkan perasaannya) membuat semua tertawa hah ahaha hahah haha" (fatan) "pandai adik along membodik akak rei ye.., mesti nak hari hari kak rei masak kan.." sambil geleng geleng fatan berbicara kepada adiknya itu, dia berbicara dalam bahasa melayu artinya begini (pandai adik abang merayu kak rei, pasti menginginkan kak rei yang masak setiap harinya) yang begitulah kira kira translate nya heheheh.


happy lunch..


__ADS_2