Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
rencana ayah


__ADS_3

hari terus berganti hari hampir memasuki hari weekend lagi, biasanya setiap minggu mereka akan pergi bercuti,ayah dan bunda akan mengajak ketiga putranya pergi bercuti untuk menyegarkan tubuh dan pikiran mereka kembali, setiap minggu pasti mereka melakukan itu, itu yang membuat anak anak mereka menjadi patuh kepada mereka, mereka tidak menjadi orang tua yang menekan anak anak untuk terus belajar, kadang walaupun tidak pergi berlibur banyak aktifitas sederhana yang bisa meraka lakukan dirumah, ataupun disekitar rumah, entah itu untuk berkebun, ataupun joging keliling taman, ataupun membuat hal lainnya yang bisa menjadikan anak anak mereka happy, tapi minggu ini ayah sudah membuat rencana nya, ayah sudah memesan homestay di daerah rawang resort, ya tempat itu berdekatan dengan pemandian air terjun yang segar dan asri, rencana ayah juga ingin mengajak rania agar tahu tempat tampat wisata di negara ini itu, ayah sudah menyiapkan liburan untuk keluarganya itu tanpa sepengetahuan bunda, ayah berencana mereka akan bertolak sore sabtu sehingga mereka bermalam di resort itu dan memulai aktifitas libuaran disan, dan pagi minggu nya mereka sudah bisa langsung mandi di di airterjun yang segar itu,tempat itu pun menyediakan arum jeram sehingga yang menyukai aktifitas seperti rafting akan sangat menyenangkan, liburan kali ini pasti sangat bahagia karna anggots keluarga mereka bertambah, biasanya hanya ada satu ratu diantara pangeran pangeran sekarang ada dua ratu yang harus mereka manjakan, walaupun ayah bukan ayah kandung rania tapi dia menerima rania seperti putri kandungnya sendiri, karna kecintaannya terhadap bunda membuat sikapnya kepada rania pun sangat baik dan penuh kasih sayang, dia akan memperlakukan rania selayaknya putri semata wayangnya itu janjinya kepada bunda dan dirinya sendiri, hari ini hari jum'at ayah biasanya lebih awal pulang dari kantornya dan tidak lupa menjemput anak anak nya pulang sekolah, ayah tidak sabar memberitahukan kepada bunda rencana liburannya minggu ini, setelah ayah menjemput anak anak nya, ayah terus saja pulang menuju kediamannya, bunda dan rania semakin akrab dan rania dua hari ini dia selalu awal bangun pagi seolah perubahan demi perubahan dia tunjukan sebagai seorang perempuan, dia membantu pekerjaan pekerjaan bunda, apalagi kemarin ayah dan adik adiknya banyak memuji masakannya, jadinya dia semakin bertambah semangat untuk belajar memasak bunda sangat bahagia dengan kerukunan keluarganya itu, dia berharap akan bahagia selalu bersama mereka itu doa nya yang selalu dipanjatknya.


ting tong ting tong " " rania yang sedang meletakkan piring dimeja makan terkejut mendengar suara bell, sedangkan bunda sedang didalam kamar mandi " akk reiii tolong bunda yer, buka kan pintu untuk ayahh, bunda masih sakit perutt" mendengar teriakan dari kamar mandi langsung saja rania bergegas kedepan gerbang,tentu saja yang datang adalah ayah untuk pulang makan siang dan sholat jum'at,karna ini hari jum'at sedikit lebih awal mereka sampai, walaupun begitu makanan dirumah sudah siap untuk disantap, ayah senyum kepada rania begitu juga fatan dan faiz melambaikan tangan nya kehadapan rania "serentak mereka" haiii kak reiii,masak ape hari nii seolah faiz ingin tshu hari ini raina memasak makanan apa, seertinya faiz sudah menjadi penggemar masakan raina, ayah yang mendengar pertanyaan seperti itu langsung menyentil faiz.. "eiii angah mana boleh tanya akk macam tu, bagi salam kat akk reii " heheheheh faiz tersengeh sengeh karna disentil ayahnya, bukan apa, ayah hanya takut raina tersinggung dengan pertanyaan seperti itu karna dia kan bagian keluarga dari mereka, ayah rasa kurang pantas putranya menanyakan hal itu kepada kakak yang baru saja bergabung dikeluarganya ,dia tidak ingin raina berkecil hati dengan dirinya, dan menganggap dirinya menjadi pembantu dirumah itu, jadi ayah terpaksa menyentil faiz yang berkata seperti itu, hanya untuk menjaga perasaan seorang rania, dari mimik wajah raina dia tidak seperti apa yang ayah pikirkan malah nampak senang adiknya bertanya seperti itu, seolah adik nya itu sudah menunggu masakan masakannya, raina tersenyum lebar melihat mereka memasuki rumah bunda pun tiba tiba keluar dari balik dapur menyambut mereka, "ehhhh anak bunda sudah pulang semua cepat kemaskan baju yer.. abang long, angah tak payah mandi dulu hari ni kan madrasah tutup angah dan along sholat jum'at ikut ayah yer, mereka selalu ingat itu, mereka pun bergegas ke meja makan, faiz nampak tidak sabaran ingin melahap yang ada di meja makan, harini bunda dan raina memasak kepiting asam manis kesukaan faiz yang mereka masak sontak saja faiz kegirangan, tiba tiba dia mencium bunda dan rania "terima kasih bunda terimakasih akk rei" dia nampak sangat senang bunda dan ayah selalu mengajarkan etika berbicara, kalau ingin menyuruh harus menggunakan kata tolong, jika selesai ucapkan terimakasih, kalau ada yang salah katakan maaf, mereka sangat diatur dengan budi bahasa yang baik dan sopan, bunda dan ayah selalu menerapkan nya dimanapun mereka berada, makanya anak anak mereka pun mencontoh perilaku mereka itu, fiqri si adik kecil mereka alergi dengan kepiting tapi bunda tidak lupa menggoreng naget kesukaannya jika tidak ada yang bisa dia makan bunda akan menggorengkan naget yang tersedia didalam peti ais (kulkas) dia sangat menyuaki naget biasanya dia makan naget dengan sedikit nasi pakai kecap, semua melahap makanan yang telah tersaji di meja makan faiz sangat bersemangat mengorek kepiting tak kalah juga fatan dan ayah, ketiga pria itu memang hampir satu selera, tapi fatan lebih ke vegetarian suka yang agak banyak sayurnya sedangkan faiz tidak suka makan sayur, mereka kalau ayah apa aja dilahap asal bunda yang memasaknya, sudah hampir jam 12 siang mereka cepat menghabiskan makanan lalu mandi untuk berangkat sholat jum'at, sementara ayah dan adik adik sholat jum'at di masjid bunda dan raina membersihkan rumah dan melipat kain kain yang sudah dua hari belim dilipat raina membantu bunda membersihkan semuanya, mereka sangat kompak, rumah terasa hening karna adik adik keluar sholat dimasjid bersama ayah, tidak lama lagi pasti akan pulang, bunda dan rania setelah melakukan pekerjaan sedikit kelelahan bunda masuk kekamarnya untuk mandi dan melaksanakan sholat dzuhur rania pun kembali kekamarnya, selesai sholat bunda merebahkan tubuhnya,... baru saja 15 menit merebahkan tubuh ting tong ting tong suara bell rumah berbunyi, bunda keluar membukakan pintu gerbang, nampak lelah diwajah bunda ayah memahami bunda, anak anak pun masuk kekamar nya masing masing untuk tidur siang, mereka ayah dan bunda pun masuk kekamar mereka, bunda dan ayah berbaring bersama menikmati masa kemasa dengan bunda membuat ayah sangat bersyukur mempunyai istri yang melengkapi hidup nya, "ha... iye..tiba tiba ayah teringat jdi sesuatu" ayah menceritakan rencana nya kepada bunda, bunda sangat senang dan langsung memeluk ayah.. eh tapii.. " tiba tiba bunda pun mengingst sesuatu, dia kan sudah berjanji kepada rania untuk berkunjung ketempat aulisa, bunda menceritakan tentang aulisa kepada ayah, yang keberadaan nya dekat dengan tempat liburan mereka minggu nanti, ayah setuju untuk mengunjungi aulisa juga, akhirnya bunda lega mendengar jawaban ayah, ya lelaki itu tidak akan menolak bunda.


__ADS_2