
"siup,siup,siup,siup,siup" suara burung burung seolah membawa berits gembira dipagi minggu ini terdengar begitu nyaring nya dan sejuk embun mulai terasa hawa pepohonan pun mulai memberi oksigen oksigen yang menyegarkan, jam menunjukkan pukul 07.00 pagi rania bangun dengan merentangkan tangannya dan memutar kepalanya kanan dan kiri, tidak lama dia bangkit dari kasur empuknya itu untuk mandi dan bersiap siap bertukar pakaian, dia menyiapkan t-sirt longgar dan jeans dan memakai sepatu yang tahan air, itu sudah dipersiapkannya karna bunda sedari lebih awal memberithukan kepadanya kalau mereka akan melekukan aktifitas rafting di liburan kali ini, bunda dan ayah sudah siap untuk bergegas dari kamar mereka hanya saja bunda masih menyiapkan pakaian sikecil, fiqri masih terlihat mengantuk tapi bunda tetap memaksanya untuk bangun, "cepat sayang, adik tak nak main air ke?? " bunda memberinya semangat dengan mengimingkan main air" itu kesukaannya "sontak saja matanya yang bulat terbuka lebar... dia "nakkkk wahh bestt nya bunda, jom cepat lah.. dia menarik tangan bundanya dengan cepat, padahal tadi dia yang memperlambat keadaan, bunda hanya geleng geleng dan senyum" "ye ye sabar, bunda kunci bag dulu" adik pergi follow ayah, ayah yang sedari tadi sudah menunggu depan pintu langsung saja fiqri berlari semangat ke pelekukan ayahnya, "sabar ye dik, kita tunggu along, angah, dan akak raina baru kita pergi main air... " adoiiiiii lambatnye ayah(adik seolah mengeluhkan keadaan) hehehe dasar siadik memang tidak sabaran, faiz dan fatan nampak keluar dari pintu tak lama kemudian disusul oleh raina, mereka semua sudah siap siap ingin memulai aktifitas rafting, bunda pun mengunci pintu kamar nya, ayah menurunkan adik dari gendongannya, karna faktor usia ayah yang sudah paruh baya membuat ayah sedikit cepat lelah kalau berlama lama menggendong adik yang berumur 5 tahun itu, meskipun umurnya 5 tahun badannya terlihat seperti bocah 6 tahun lebih dia memiliki tubuh yang tinggi dan berisi, pantas saja ayah kewalahan menggendongnya, mereka sudah siap semua dan petugas resort membawa mereka ke lokasi rafting yang bernama waterfall fores park" disana mereka akan mengikut arahan arahan agar aktifitas rafting aman untuk anak anak, mengingat mereka membawa anak anak kecil jadi mereka harus benar benar memberi pelayanan keamanan yang super safety, pukul setengah 8 mereka sampai dilokasi rafting,mengingat sebelum rafting harus mengisi tenaga terlebih dahulu, petugas sudah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka, mereka sarapan di lokasi berdekatan dengan sungai yang mengalir, sungai itulah yang akan mereka jelajahi sebentar lagi, semua nya bersemangat sarapan pagi, untuk mengisi perut yang kosong karna dari mereka bangun memang belum ada memakan makanan apapun, selesai makan petugas rafting sudah menyiapkan pakaian dan alat alat keamanan yang akan mereka gunakan sebentar lagi, petugas akan menolong mereka memakaikan pakaian rafting, terilihat bukan hanya mereka saja yang ingin melakukan rafting hari ini,sekelompok pemuda yang jumlah nya tak kalah ramai juga terlihat riuh untuk melakukan aktifitas rafting, mereka sekita 12 orang banyaknya pemuda pemuda melayu itu sangat tampan dan bersahaja, mereka asik menikmati sarapan mereka juga sambil diiringi canda tawa mereka, rania seperti mengenali salah seorang dari mereka, secara tidak langsung mata rania tiba tiba melihat kearah pemuda itu, yang badannya tinggi, tegap,dan berkulit putih itu,miliki hidung yang mancung mata yang tidak terlalu sipit bibirnya nampak sepadan, tapi rania memang tidak tahu siapa nama pemuda itu,seingatnya dua kali dia melihat pemuada yang sama dan ini kali ketiganya, hanya saja pakaian nya yang berbeda, kalau yang pertama dan kedua lelaki ini memakai setelan kantor yang formal, tapi disini terlihat memakai setelan santai nampak begitu tampan,rania masih mencuri curi pandang, pemuda itu belum melihat keberadaan mata rania " tiba tiba dorrrr" faiz lagi lagi mengejutkan rania tapi kali ini rania sedikit berteriak membuat orang orang disitu mengarah ke wajahnya" ayah" faizz.... jangan macam tu, tak baik kalau bergurau berlebihan" ayah memarahi faiz " ye ye ayah maaf" "akak rei faiz minta maaf tau, dah buat akak rei terkejut, kenapa akak rei termenung, tak baik termenung ditempat macam ni tau" seolah faiz memberinya nasihat, tetapi adiknnya itu tidak salah, wajah memerah terlihat di pipi cuby rania, karna banyak pandangan mata melihat kearah nya tak terkecuali si pemuda yang di lihatnya tadi, seolah pemuda itu mengenali dirinya, dia sedikit demi sedikit mengenali wajah rania" "mm dia kan perempuan garang, yang hampir telanggar kereta aku" (iskandar bebicara dalam hatinya) bunda yang melihat wajah rania memerah langsung mengelus pipinya dengan lembut" sayang maaf kan faiz ye, " bunda meminta maaf untuk faiz" rania memegang tangan bunda dan melihat kearah bunda, " iya bun gak apa apa faiz gak salah, kakak memang termenung tadi" dia tersenyum kewajah bunda, petugas rafting menyudahi drama maaf mereka, tuan, puan, tapi apakah sudah selesai breakfast? (petugas rafting bertanya kepada ayah dan bunda) "ayah" dah cik kita semua dah selesai breakfast " "oke kalau macam tu jom follow saya mengambil baju pengaman untuk rafting" mereka semua pun mengikuti langkah petugas rafting tersebut, sekelompok pemuda pun mengikuti pemandu mereka masing masing kelompok mempunyai satu pemandu, tapi menuju arah yang sama, kali ini bunda yang mengenali sosok pemuda ini ya, tiba tiba pemuda ini mengarah kehadapan bunda, karna jarak mereka sudah tidak jauh lagi, pemuda ini memang ramah dari awal pertemuan dengan bunda, dan dia memberi kartu namanya kepada bunda tertulis disitu nama seorang direktur dari kilang "mdm" production" termasuk kilang baju terbesar di kuala lumpur, assalamualaikum makcik, pakcik, dengan ramah nya lelaki itu menyapa ayah dan bunda "bersamaan bunda dan ayah menjawab''Waalaikumsalam "ayah nampak bingung dengan keramahan pemuda itu" "bunda memecahkan kebingungan aya, ei awak ada dekat sini juga, makcik and family first time datang kat sini, itu pun pak cik yang booking tempat ni, (bunda sambil memegang tangan suaminya) dengan ramah nya pemuda itu menjawab" "pak cik kenalkan saya hazlan iskandar, masa haritu tak sengaja telanggar anak dara pakcik ni, tapi matanya mengarah ke raina,membuat raina tertunduk malu dan kembali lagi pipi cuby itu memerah malu, karna dia ingat perkataan kasar nya kepada pemuda itu, tapi tak disangka kali ini pertemuan ketiga mereka ditempat liburan, perasaan rania bercampur aduk,hatinya terus berkomat kamit, "kenapa lah laki laki ini bisa ada disini juga"(hati raina bertanya tanya) iskandar seolah mendengarkan suara hati raina dia melanjutkan percakapan nya dengan ayah bunda " ohh yeke.. makcik pakcik first time datang sini, kalau saye hampir tiap bercuti mesti pegi sini, activity rafting ni memang hobby saye, "mereka berbicara dengan logat melayu"
__ADS_1
is is iskandarrr... terdengar suara pemuda yang dari kelompoknya memanggil iskandar" sebelum menyudahi percakapannya iskandar berpamitan kepada ayah bunda untuk kembali berkumpul dengan geng nya, happy fun semua, iskandar menyudahi nya..
__ADS_1
apa yang terjadi ya.. kenapa bisa gelisah begitu raina. apa karna tatapan tajam dari seorang hazlan iskandar?? tapi bukankah raina masih menyimpan cintanya untuk mantan brengs*k ny itu??
__ADS_1