Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
saling menguatkan


__ADS_3

nampak raut wajah bunda sedikit sedih karna malam keduanya bersama raina kurang mengenakkan hatinya, raina tidak ingin makan malam bersama mereka, namun dia tidak ingin terlihat sedih didepan suami dan ketiga Putranya, suara putra putranya meminta bunda mengambilkan makanan membuat riuh meja makan, ayah yang tahu isi hati bunda cukup mengeluskan tangan nya seolah memberi kekuatan kepada bunda, lelaki paruh baya itu sangat pengertian dan penyayang, dia sosok ayah yang tidak banyak bicara dia pun sosok yang sayang terhadal istrinya, dan dia sama sekali belum berbicara dengan rania, meskipun itu rumah nya namun dia tidak marah kepada bunda jika anak perempuan nya tinggal bersama mereka, dia menganggap rania seperti anak kandung sendiri, lagi lagi rania satu satunya perempuan tidak memiliki saingan karna ketiga adiknya adalah lelaki, ya dia pun menyerahkan segala cinta dan sayangnya kepada istrinya, makan malam pun selesai bunda dan tia membereskan meja makan, lalu mengobrol, bunda sangat suka jika ada keluarganya yang mengunjunginya, apalgi tia, dia mampu mengerti keadaan hati ibu ar nya itu, dia memberi kekuatan juga jangan terlalu ambil hati bu ar, raina itu sama kayak mamak dirumah, ya tia memanggil ibunya dengan sebutan mamak" itu panggilan orang medan kepada ibunya kebanyakan begitu, tia tahu sifat raina dan mamak nya itu beti "alaias beda tipis,pemarah dan tukang merajuk, dia saja kadang kewalahan menghadapi ibunya sendiri karna jika sudah merajuk dilarang merokok dia akan mengurung diri dikamar ataupun pura pura tidak melihat tia dirumah, bunda ariani sangat faham dengan perangai kakak nya itu, walaupun tua dia sifatnya seperti kekanakan, mereka seolah saling menguatkan, berharapa kedepannya mereka akan jauh lebih bahagia, bunda menayakan gimana kabar kekasih kakak, bunda sering memanggil tia dengan sebutan kakak, karna dia menganggap tia itu anak nya juga, tia menjawab dia baik baik saja tapi lelaki itu sedikit pencemburu, memang semua kebutuhan nya pasti terpenuhi, karna kekasih nya itu pengusaha beras di kota medan dan lelaki yang keturunan tionghoa itu sayang menyayangi tia, meskipun mereka berbeda agama dia menghargai tia dan ibunya, dalam hati tia dia ingin menyudahi hubungan beda agamanya namun pikirannya mempengaruhi dia belum lulus kuliah dan tia bekerja sebagai sekretaris kekasih nya itu dia terpaksa nganggur 2 tahun karna tidak punya biaya untuk kuliah semenjak kenal kekasih nya itu lambat laun tampilannya dan ekonominya berubah dratis, ya lelaki tionghoa bernama edrian itu selalu mensupport dirinya dari ujung kaki sampai ujung rambut, itu yang membuat nya termakan budi dengan lelaki itu sangat berat jika meninggalkannya tiba tiba bunda membuyarkan lamunan tia dan dia sontak terkejut, kenapa kakak melamun?? tia" menjawab dengan tergagap " e.. ehh enggak bu ar cuma rindu mamak aja" dia berbohong mengalaskan mamak nya, walaupun sering bergaduh kami tapi tetap mamak ku yang paling cerewet itu dihati bunda tersenyum lalu memluk tia beruntung kakak nya mempunyai anak yang tulus menyayanginya meskipun tia bukan anak kandung nya, dia lagi lagi melihat dirinya anak kandungnya sendiripun tidak setulus tia kepada kakak nya, sampai kapan dia akan menunggu senyum dan peluk bahagia rania untuknya, ya tapi dalam hatinya terselit doa untuk rania agar bahagia selalu meskipun dia tidak bisa bahagia setidaknya rania bahagia bersama suaminya kelak, itu hatinya yang tulus berkata


malam sudah benar benar memamerkan kesunyiannya si kecil keluar kamar dengan merengek ya wajar saja umurnya masih 6 tahun dia masih tadika dan kalau tidur selalu ingin ditemankan oleh bunda dia tidak bisa tidur kalau tak menghisap pusat bunda, bunda pun pamit pada tia dan tia pun mulai mengantuk dan ingin merebahkan tubuhnya disebelah raina, sontak saja raina terkejut oleh tempat tidur yang tiba tiba bergoyang dia membuka selimutnya huhh nafas nya seolah lega, kenapa kau ini rai (logat anak medan kelua haha) enggak kak kupikir apapulak ini tempat tidur bergoyang rupanya kakak naik tempat tidur dia nyengir nyengir memberi penjelasan, karna terlalu asik chat dengan aulisa hingga raina tidak sadar kehadiran tia sampai dia terkejut dengan tempat tidur yang bergetar, chat sama siapa kau rei sampek sampek kk masuk pun gak kau tau lagi (tia sedikit menyindirnya, namun dia cuma bilang sama kawan sekolah ku dulu, tia pun terlelap mungkin karna lelah nya dia berbelanja terus mempacking barang lalu dia begitu cepat lending dalam mimpi hehehehe, sesekali rania yang membelakanginya melirik lirik apakah kak tia nya benar udah tidur, ya suara dengkuran terdengar, capek betul lah manusia satu ni sampek ngorok kayak kodok (raina berbicara sambil tangannya memenchat tombol keybord hp) dia begitu asik chat dengan aulisa dan mereka merencanakan pertemuannya tapi aulisa yang harus datang ketempatnya, atau dia yang harus ketempat aulisa, kalau dia yang pergi pasti dia minta hantarkan bundanya dia mana tau jalan, dan dia sedikit penakut kalau di wilayah orang yah kalo bahasa medannya si rania ini kreak nya di kampung halaman sendiri, dia terkenal dengan ke aroganannya meskipun dia perempuan tapi banyak yang takut kalo berteman sama dia ya sifat kasarnya dan mulutnya yang suka memaki ceplas ceplos, mereka berteman dengan dia karna uang nya saja meskipun sifst nya begitutapi sisi baiknya dia orang yang sangat royal kepada teman teman nya termasuk pacar nya, aulisa bilang dari rumah bunda nya ketempat aulisa memakan waktu satu jam lebih lumayan jauh juga, ya aulisa bekerja di rawang dan rumah bunda di putra jaya aulisa menjelaskan panjang lebar tentang alamat rumah nya itu tapi tetap saja namanya raina baru sampai dia tidak akan tahu, aulisa pun tidak bisa sembarangan cuti karna diakan tertekan dengan kontrak restaurannya pun terbuka 24 jam, dia membayang kan temannya begitu mandiri bekerja lari dari rumah dan menjadi kasir di Restauran yang benar benar jauh dari rumahnya bahkan ini diluar negri, macam macam orang asing disini, tapi dia hebat bisa menjaga dirinya 1 tahun sudah aulisa berada dinegara itu, semenjak kelulusannya tahun 2016 bulan 4 sebulan dari itu aulisa berangkang dan izajah nya pun masih teringgal di sekolah, dia membuat paspor dengan ijazah smp nya, sungguh anak yang pemberani, rania benar benar ingin bertemu dengan nya, malam telah larut aulisa bekerja menjadi kasir restauran dimalam hari dan dia tertidur dipagi hari, dia bekerja dari jam 3 sore sampai jam 3 pagi kadang kadang dia menyelesaikan pekerjaan nya sampai jam 5 raina tidak bisa berpikir dengan otak warasnya aulisa yang dikenal nya orang luamayan dan dipikirannya akan kuliah setelah tamat sekolah malah ingin bekerja sekeras itu dinegara orang, dia dan aulisa mengucapkan selamat malam, dan sampai jumpa, makin larut malam restaurant aulisa makin ramai pengunjung, ya terutama pengunjung laki laki.


__ADS_2