Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
perjalanan pulang


__ADS_3

setelah sudah diperiksa tubuh memar memar raina tidak ada hal yang serius hanya memar memar biasa, mungkin karena pertelongan tim hazlan yang terbilang cepat,sehingga tubuh raina tidak begitu banyak terkena benturan yang serius, ayah dan bunda mendengar itu sangat bersyukur dan berterimakasih kepada hazlan dan kawan kawannya itu, karna dengan sigap mereka menolong putrinya itu, jam sudah menunjukkan pukul 14.22 hampir setengah tiga, bunda mengajak ayah untuk kembali saja kerumah mereka dan mengurungkan niat bertemu aulisa malam ini, bunda menyarankan dilain waktu untuk menemui aulisa jika kondisi dan keadaan raina sudah benar benar pulih, ayah pun menyetujuinya, bunda meminta maaf kepada raina karna malam ini tidak bisa memenuhi janjinya untuk membawanya bertemu dengan aulisa, "kak rei.. maafkan bunda ya, karna kondisi saat ini bunda tidak bisa membawa kakak bertemu aulisa dulu, kita akan segera pulang" "raina hanya menganggukkan kepala Dengan lemah dia memahami keputusan bunda dan ayah nya itu karena itupun untuk kebaikan dirinya, tiba tiba hazlan berpamitan untuk keluar" ehm ehm,maaf mak cik pakcik saye kena tarik diri dulu, sebab ada yang mesti saya kerjekan, " "ehh tak pe tak pe nak hazlan,makcik pakcik sangat sangat berterimakasih kat awak, sampai kan salam kita dengan teman teman awak yer, terimakasih banyak telah menolong putri kami ini, jangan lupa jemputan makan malam minggu depan, in sha allah minggu depan raina akan pulih semula"(bunda sedikit mengingatkan hazlan tentang jemputan makan malam, itu ditujukan atas rasa terimakasih nya kepada hazlan dan kawan kawannya) "ye makcik in sha allah sye akan datan, nanti tolong share loc rumah makcik ye, ke nombol talifun yang saye bagi masa haritu, " kalau begitu saya tarik diri dulu " assalamualaikum " Waalaikumsalam " bersamaan ayah dan bunda menjawabnya" dia memberikan senyum kepada raina sebelum berlalu"raina masih belum berani memanding dekat dekat wajah hazlan, dan diapun masih belum berani mengucapkan terimakasih secara langsung, entah lah lidah nya ssngat kelu untuk mengucapkan kata kata itu, mengingat waktu beberapa hari lalu dia bersikap sedikit kasar kepada hazlan, dan hari ini orsng itulah yang menolongnya dari kemalangan, ayah meminta tolong kepada pelayan pelayan resort untuk memasukkan barang barang mereka kedalam mobil, dengan hati hati bunda dan ayah memapah raina kedalam mobil, raina memang sudah bisa berjalan, tapi masih sedikit tertatih tatih, perjalanan menuju rumah memakan waktu satu jam lebih, nampak semua nya kelelahan, fatan dan faiz duduk di paling belkang raina di tidurkan ditengan tengah, ayah membawa kelajuan dengan normal dan hati hati, hazlan dan kawan kawan nya pun nampak sudah ingin kembali kekuala lumpur, tapi sebagian temannya yang lain masih ingin menghabiskan malam ditempat itu, danish terpaksa mengikut arahan bosnya itu, kemana hazlan pergi pasti danish akan bersamanya, sebelum beranjak ke kuala lumpur danish ingin makan terlebih dahulu sedari tadi dia belum ada mengisi perutnya, hazlan pun lupa kalau dia belum makan siang ini, karena sibuk mengurus raina dan entah kenapa dia memiliki rasa khawatir yang berlebihan untuk raina, daerah rawang ini sangat banyak restaurant thailand food Restauran melayu juga banyak, tapi karna hazlan dan danish satu selera tentang makanan mereka memutuskan memilih makan di kedai melayu yang ada masakan ala ala thai nya, tertulis disitu melayu, thailand, western, rasanya pas untuk mereka singgahi, banyak menu menu pilihan disana jam sudah menunjukkan pukul 3 lebih 15 menit pantas saja perut mereka lapar tak tertahankan, cacing cacing mereka sudah memberontak untuk diisi, tiba tiba " eppp eppe sorry sorry" seorang perempuan menabrak danish yang tengah mencuci tangannya di westafel yang bersebelahan dengan tangga, " danish tidak marah dengan perempuan itu malahan dia tersenyum sangat manis" perempuan itu bahkan sangat khawatir sekali kalau danish akan mengunjunginya, " dia cepat cepat masuk kedalam Restauran, dan kembali lagi mengucapkan maaf" " maaf yaaaa kak aku telat 15 menit " dia meminta maaf kepada kasir,ternyata mereka harus sudah bertukar shift,dia terlambat bangun jadinya kawan nya ini sedikit bermasam muka kepadanya, dia pun sudah duduk dikasir dan membetulkan sedikit hijab nya yang agak berantakan karna terburu buru untuk memakainya, ada sepasang mata yang memandangi nya dari tadi ya tentu saja orang yang di tabrak tanpa sengaja itu memandanginya dengan senyum senyum aneh, ouiiiiiiii" "ehhhehh ape niiiii" makanann dah sampai" mata tu tengok ape tersenyum senyum" hazlan memencet hidung danish membuat danish kesusahan nafas dan mencoba mengelakkan tangan hazlan, hazlan membalikkan tubuhnya, siapa yang membuat danish tersenyum begitu, padahal danish ni terbilang jomblo sejati gais, dia ingin mendapatkan kekasih halal, jadinya dia gak mau pacar pacaran kalau ada langsung menikah, tapi belum ada satupun yang menarik dihatinya, pekerjaan dia terbilang mapan wajahnya pun tidak kalah tampan dari hazlan, dia berkulit putih tingginya berpas pasan dengan hazlan hanya saja badannya agak sedikit kurus daripada hazlan yang lebih berotot, "oooooolo'patutla senyum senyum ade awek cun rupanya, " "heh heh dah lah jom makan" "mmmmememm" bibir hazlan seolah mengolok olok danish, "nish" dazlan tiba tiba menggodanya kembali" " kenapa kau ni? minat ke?? "danish hanya melihat sambil mengunyah makanan nya, mereka memesan kwetiaw kungfu" itu memang kesukaan mereka berdua favorite dari zaman sekolah, di Restauran itu mereka merasakan kelezatan luarbiasa dari makanan yang mereka pesan entah itu karna perut mereka yang begitu lapar menjadikan makanan didepan mata mereka sangat sedap" "danish" sedap kan is, kwetiaw kungfu ni? dia seolah meminta penilaian hazlan" "mmhaah sedap" hazlan menjawab singkat seolah dia tidak ingin melepaskan rasa lezatnya, "kita mesti hari hari is datang sini, first lah kita masuk sini kan" biasanya mereka makan siang yang telah disediakan resort tersebut, entah mengapa harini mereka memutuskan pulang lebih awal, karna lapar melanda mereka singgah sebentar di Restauran yang menyajikan masakan thai, melayu, dan western, mereka sangat menikamati makan siang yang terlambat itu, aulisa tiba tiba tersipu malu ketika dia bisa menangkap ada mata yang memandang kearahnya, jaraknya hanya empat meter saja tidak jauh dari meja kasir, "aduh itu custemer yang aku tabrak tadi"(hatinya mengeluh,khawatir) "yaallah yaallah yaallah, mudah mudahan dia gk ngelaporin ke manager aku"(terus saja dia berdoa didalam hatinya) makanan pun sudah habis dilahap, mereka duduk sejenak menghabiskan air limau ais yang sudah mereka pesan, nampak sangat puas diwajah mereka, "kita mesti datang lagi is" (dengsn semangat danish mengajak iskandar untuk berkunjung kesini lagi" " mmmmyelahtuu" ada maksud la tu" haha iskandar tertawa kecil, is kau pergi masuk dalam kereta biar aku yang bayar makan kita" dia menolak badan iskandar agar masuk kedalam mobil, kereta (mobil) "ehm ehm, table nombor six" dengan malu malu kasir ini menundukkan dan melihat apa saja yang mereka makan, Rm. 35 cik, "murahnye... " danish terkejut dengan harganya, "iye memang segitu harganya cik" dia masih tertunduk takut memandang wajah danish, "ehm karena awak telah melanggar kaki saye tadi and sye hamlir terjatuh.. mulai berdebar kasir ini apa laki laki ini ingin memarahinya" "0eeh jangan takut saye hanya nak tahu sape nama awak" "ohhhh huh name saye.. "belum sempat menjawab sudah ada teriakan" danishhhh dazrann Cepattt " "ehm okey okey ini 50 baki nye amik untuk awak byeeee, karna teriakan itu sudah sedikit menekan membuat danish agak takut dan kalang kabut

__ADS_1


(dia masuk kedalam mobil dengan cepat"ok boss q cuss otw kuala lumpur") adoii nama die tadi sape yer..) danish mengaruk ngarukkan kepalanya... (siapa ya perempuan itu.... hemm penasaran gaiss ikutin terus ya

__ADS_1


(muntaber)mundur tanpa berita

__ADS_1


__ADS_2