Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
persiapan liburan


__ADS_3

seperti yang sudah direncanakan ayah dan bunda untuk mengajak anak anak mereka untuk berlibur minggu ini ke air terjun rawang, dan seperti janji bunda juga mengajak rania menemui aulisa, seperti sangat bertepatan tanpa sepengetahuan bunda ayah membuat liburan di daerah rawang, yang dimana rencananya bunda ingin mengajak ayah menemui teman raina didaerah itu, semalam mereka sudah berbincang menentukan waktunya, makan malam mereka di Restauran aulisa, padahal sebelum pulang dari air terjun seharusnya makan malam resort itu sudah tentukan tapi bisa saja ayah tidak mengambil tiket makan malam itu, dan memutuskan makan malam di Restauran aulisa jadinya dia kan bisa memenuhi janji dengan raina, bunda belum menceritakan rencana ayah nya kepada raina hari ini hari sabtu seperti aktifitas biasa, setelah mereka semua berpamitan dengan bunda, tinggallah dirumah hanya raina dan bunda,bunda nampak sibuk mengemaskan kain padahal semalam sudah tidak ada baju baju yang dilipat, raina keheranan dengan kesibukan bunda "untuk apa bun, baju baju adik di kemas kedalam tas? seolah raina memang tidak tahu, ohhhh iya kak rei, bunda lupa maaf, bunda kan belum ngasih tau kakak sini duduk" (bunda menyuruh rey duduk disebelhnya karna dia sedang mengemaskan baju apa saja yang akan dibawak berlibur ke memang tempat liburannya tidak begitu jauh hanya menempur perjalanan hampir dua jam, tapi karna ayah mengajak mereka menginap disana dan bertolak sore ini maka bunda harus membust persiapan liburan, "bunda sedang membuat persiapan untuk liburan minggu ini"(bunda, belum melanjutkan ceritanya) "nampak sedikit kecewa wajah raina, minggu ini kan aulisa menunggunya datang, dan bunda sudah berjanji akan membawanya menemui aulisa, (hatinya sedikit berbicara) seolah tahu mimik wajah aulisa sedikit berubah bunda melanjutkan ceritanya, mereka kita juga akan mengunjungi aulisa kak rei, mendengar nama aulisa raina langsung duduk disebelah bundanya, " maksudnya bun, kita liburan ketempat aulisa?, jadi kemana harus bawa baju lumayan banyak? "iya kak rai ayah mu ternyata sudah menyiapkan liburan untuk kita semua terutama untutk mengajak kakak refresing, kata ayah kasian kak rei dirumah terus jadinya dia booking tempat liburan di daerahnya aulisa, "ohhh " rei nampak mengerti dengan ucapan bundanya, "udah kakak juga buat persipan sana bawa baju yang ingin kakak pakai, mereka karna kita akan pergi ke resort dan minggunya ke air terjun ada aktifitas rafting nya disana.. " raina pun sangat senang karna dia menyukai rafting dia sudah lama sekali tidak pergi ketempat itu, jadi bun ketempat aulisanya kapan? (raina) " ketempat aulisanya setelah kita pulang dari rafting kak, malam nya kita akan makan di Restauran aulisa, bunda sudah sampaikan kepada ayah, dan ayah sudah menyetujuinya, mendengar itu raina sangat senang ternyata bunda nya seorang yang bisa dipercayai, dan ayahnya seorang yang sangat peduli kepadanya,dia benar benar beruntung menjadi putri mereka, mereka sekarang dia berjanji akan menjadi putri yang lebih baik untuk mereka, dia pun segera mengemaskan barang barang nya untuk dibawa petang nanti, setelah mengemasi barang yang akan dibawa tiba tiba "one two trhee one two three" suara ponsel rania berbunyi "tertulis nama aulisa oncom di ponsel nya panggilan vidio call itu pun langsung dijawabnya "haiiiii cintakuhhh"(begitu riuh suara aulisa menyapanya) aulisa itu tinggkahnya memang menghibur, dia sangat pandai menutupi segala kesusahannya, dan menghibur susah yang ada diteman temannya, raina sangat suka bercerita dengan aulisa " heyyy cemong jadikan kau datang tempat ku minggu ini" "raina ingin mempermainkan aulisa sebentar, dia ingin mendengar bullyan dari temannya itu, kalau dia berkats tidak jadi pasti aulisa melontarkan kata kata lucu" mmmm eh ayah ku tidak mengizinkan nya" (raina memasang wajah sedi, dia ingin mengetahui expresi kawannya itu) " isss gaje kali kau pun, mana bunda mu katanya semalam bundamu udah oke oke, ini gaje gaje" (muncung aulisa dan mata nya terlihat kesal mendengar ketidak jelasan raina dan bunda yang katanya tidak datang, raina ingin merahasiakan kedatangan nya dia ingin memberi kejutan untuk temannya itu, aulisa nampak sangat kecewa, tiba tiba raina memberinya sedikit harapan " mmm kalau apa share lock aja dulu alamat mu, bunda akan coba membujuk ayah, mana tahu yakan bisa, " yadh ydah ku share lock, mereka tapi awas kau ya kalo gaje lagi" dia membuat nada mengancam" raina mengangguk saja apa yang dikatakan nya, tidak lama mereka berbicara karna mood aulisa kurang baik setelah mendengar ketidak jelasan raina dia menutup telponnya dengan sedikit kesal, setelah panggilan ber akhir raina yang sedari tadi menahan ketawanya, akhirnya dia ketawa begitu keras mengejutkan bunda yang tengah perkemas di luar kamanya terkejut, langsung saja bunda berlari melihat kekamar raina, raina masih belum bisa menahan tawanya atas kejahilan dirinya nampak aulisa kecewa dan sedikit marah, dia masih saja membayangkan wajah lucu aulisa atas perbuatan nya bunda yang sedari tadi melihatnya seperti itu hanya geleng geleng kepala " kak reiii.. bunda fikir kakak kenapa kenapa, kenapa tertawa seperti itu... "raina memberitahukan atas kejahilannya bunda hanya senyum senyum melihat dia menceritakan wajah aulisa yang dilihatnya tadi, biasanya aulisa lah yang selalu membuat wajah dia seperti itu, sekarang dia bisa melihat expresi jelek di wajah aulisa, dia melihat aulisa komat kamit dengan kata gaje gaje gaje untuk dirinya, dia sengaja untuk memberi kejutan atas kedatangannya, jam hampir menunjukkan pukul 5 ayah dan adik adik sudah pulang si kecil fiqri masih nyenyak tidur sepulang sekolah nya tadi, untung saja bunda sudah membuat persiapan untuk liburannya, jadinya ayah, fatan dan faiz tinggal mandi lalu bertukar pakaian mereka siap siap untuk berangkat..


raina pun mandi dan mempersiapkan dirinya, dia tiba tiba terbesit hatinya memakai pakaian yang longgar dia memakai longdress terlihat sopan dan anggun walaupun dia tidak berhijap setidaknya pakaiannya sopan dilihat adik adik dan ayahnya, bunda terkejut dengan penampilannya semakin hari semakin banyak perubahannya, bunda sengaja meletakkan baju baju itu dilemarinya,karna bunda yakin suatu hari nanti tanpa disuruh raina pasti berubah, ternyata tidak menunggu lama sudah nampak perubahannya, jam menunnjukkan pukul 17.32 semua barang sudah dimasukkan kedalam mobil, pintu rumah sudah di kunci semua nya, bunda duduk disebelah ayah dan fiqri di pangkuan bunda, sedangkan rania kali ini dia duduk ditengah tengah antara fatan dan faiz ya sekarang mereka menjadi kakak dan adik yang saling menyayangi, nampak raut wajah fatan sudah benar benar menerima kakak nya itu, faiz kadang kadang membuka suaranya menanyakan hal hal raina semasa iya berada diindonesia, karna sewaktu 2015 dulu dia dan bunda pernah keindonesia mengunjungi kak tia nya dan bibi, dia tapi raina dia tidak pernah melihatnya, dia bertanya keberadaan raina waktu itu, "raina hanya menjawab ohhh dulu kakak masih sekolah, " faiz dan fatan mempercayai perkataannya.


__ADS_2