Muntaber (Mundur Tanpa Berita)

Muntaber (Mundur Tanpa Berita)
kemarahan


__ADS_3

seharian penuh bunda dan rania bersama mengerjakan pekerjaan dengan telaten, dia sangat bersyukur tentang perkenalan singkat nya dengan aulisa,walaupun tidak lama aulisa membuat suasana keakraban dirinya dengan raina bertambah, raina kembali bertanya tentang niat bunda nya mengajak keluarga minggu depan bertemu dengan aulisa "bunda,apa ayah akan setuju jumpa dengan aulisa kan, lumayan jauh tempatnya" karna dia belum kenal betul dengan sosok ayah nya itu jadi dia sedikit ragu, entah kata kata bundanya itu hanya untuk menyenangkannya sesaat, "ayah mu itu pengertian dan baik, bunda harap kamu bisa menganggapnya seperti ayah kandung mu sendiri, " bunda hanya berkata sekerti itu, seketika raina terdiam,dia teringat dengan ayah kandungnya tiba tiba dia menanyakan ayah kandungnya kepada bunda "apa ayah kandung ku benar benar menyakiti bunda, sampai bunda harus meninggalkanku tinggal dengan bibi? dep dep dep jantung bunda berdetak sedikit cepat pelupuk matanya hampir menghamburkan air bening, dia tetap menahannya menguatkan diri nya untuk bercerita masa kelam yang di laluinya, didepan raina sebenarnya dia tidak ingin memburukkan tingkah laku ayah kandungnya, karna dia tidak ingin raina menjadi sosok pembenci dan pedendam kepada siapapun, dipikiran bunda sejahat apapun manusia pasti adamasanya dia menyesali perbuatannya,begitu juga dengan mantan suami nya itu, jika nanti mantan suami nya menjadi orang yang kembali kepada jalan yang lurus, dia tidak ingin rania membenci ayah kandungnya, tapi mau dikata apalagi pertanyaan rania kepadanya sungguh menyudutkannya, jika salab berkata dia takut senyum yang baru saja dilihat nya menjadi balutan dendam yang tersimpan untuk dirinya, huhhhhhh (hembusan nafas bunda yang sedari tadi tertahan, lalu dengan lembut bunda menggengam tangan rania, dan menatap nya lama lam "nakkk jika ibu berkata sebenarnya, jangan pernah kamu membenci siapa pun,karna darinya kamu ada dan tiada siapa pun yang bisa disalahkan dalam hidup kita, intinya sekarang ini bunda beryukur kakak tinggal bersama bunda, kita menjadi satu keluarga' rania hanya menganggukkan kepalanya, seolah dia mengiyakan kata bundanya, jika berkata jujur tentang ayah nya dia tidak ajan membenci siapapun, bunda mulai berkisah tentang ayah nya yang seorang pemabuk dan penjudi, dan menggilai wanita wanita ****** diluar, "ayah mu mengenal bunda waktu bunda bekerja sebagai juru masak di sebuah restauran dimedan, waktu itu dia Custemer yang tidak pernah absen nongkrong direstaurant itu, dari situ ayah mulai menyukai bunda, bunda pikir dia seorang lelaki yang baik dan bertanggung jawab, dia terlihat seperti lelaki yang baik, bunda sebenarnya belum ingin menikah tapi dengan desakan kakek mu yaitu orang tua laki laki dari bunda mendesak bunda menikahi lelaki itu, lelaki itu sering mengikutinya pulang, dan kalau bunda tidak ada dirumah dia berkunjung diam diam tanpa sepengetahuan bunda, dia pandai mengambil hati kakek mu, selalu membawakan kakek mu makanan dan tembakau, dulu harga tembakau memang terbilang mahal, kakek mu perokok yang kuat, jadi dia sangat senang mendapatkan banyak tembakau dari ayah kandung mu, ayah kandung mu berasal aceh disana kedua orang tuanya berada, karna kakek memaksa bunda untuk menikah dengan ayahmu, yang bundapun tidak berapa mengenalnya, bunda tidak pernah tahu kedua orang tua ayah mu,diapun tidak mengenalkannya kepada bunda, setelah satu hari pernikahan kami, disitu sudah terlihat kejahatan kejahatan ayahmu nak... bunda menjatuhkan airmatanya di atas tangan raina, seolah raina faham dengan keadaan bundanya,bundanya benar benar menjadi seorang pengantin yang tidak beruntung, "lalu bun, apa ayah suka memukul bunda " rasa ingin tahu raina begitu besar karna dia ditinggal ayahnya ketika berumur 3 tahun lebih jadi dia tidak tahu dengan ayahnya, bunda melanjutkan kata katanya, karna keinginan tahu raina terpaksa dia membicarakan semuanya, dia tidak ingin dirinya disalahkan sepihak oleh raina, "hari kedua pernikahan kami ada seorang wanita datang kerumah kakek, dia mengaku telah hamil anak dari ayah, kakek yang mendengarnya waktu itu tiba tiba tubuhnya menegang dan struk hingga kakek hanya bisa duduk di kursi roda, bunda yang merawat kakek, karna bibi tidak ingin kakek tinggal bersamanya, bibi dan paman sama sama bekerja waktu itu, bunda minta penjelasan kepada ayah tapi dia tidak mengakui perbuatan itu, bulan ke bulan bunda menjalani hidup bersama ayah dia selalu pulang malam dengan keadaan mabuk, dan selalu memarahi kakek, dengan sebutan orang tua tidak guna, bunda diancam nya jika memberitahukan perbuatan kepada saudara saudara bunda dia akan membunuh kakek, bunda bertahan dengan ayah mu selama 3 tahun lebih lamanya setiap kali dia mabuk dia meniduri paksa bunda, hingga baru 3 bulan pernikahan kami bunda mengandung mu nak, untung saja dikandungan bunda kamu tidak rewel, dan tidak menyakiti bunda, hanya saja bunda mengidam buah delima tapi bunda meminta kepada ayahmu dia memarahi bunda bahkan memukul bunda, kakek yang melihat bunda tengah hamil dipukul oleh ayahmu tiba tiba kakek terserang penyakit jantung dadakan dia meninggal diatas kursi rodanya, setelah kakek meninggal dia leluasa dirumah, bahkan dia pernah membawa wanita dan mereka tidur sekamar bunda tidur diruang tamu, dia menghabiskan tabungan bunda semasa bunda bekerja dulu, hampir 7 bulan bunda tidak bekerja dia memberi makan bunda dengan menjual aset aset yang ada dirumah kakek, dan dari hasil judi nya hamil delapan bulan bunda memutuskan untuk bekerja karna kami sudah tidak memiliki uang untuk membeli kebutuhan, bunda mencuci baju dari rumah kerumah, dan ayah mu tidak tahu pergi kemana, dari gaji bunda lah bisa mencukupi untuk makan sehari hari, dan menyimpan sedikit untuk biaya kelahiranmu, kadang ibu dapat sedekahan dari majikan majikan bunda, ada yang memberi tilam bayi, ada yang memberi kelambu bayi, karna mereka tahu betapa susahnya bunda pada waktu itu, 9 bulan ibu mengandung kamu akhirnya kamu bisa ibu lahirkan dengan normal, ibu melahirkan dirumah dengan bantuan tetangga dan dukun beranak, ayah mu tidak ada mendampingi bunda, dia sibuk dengan dunia nya sendiri, setelah tiga hari kamu dilahirkan ayahmu baru pulang tidak tahu Darimana bundapun tidak ingin menanyakan kepada dia, bukan jawaban yang didapat tapi malah kemarahan untuk bunda jadi lebih baik bunda diam, begitu panjang lebar bunda menjelaskan nampak raut wajah raina dengan penuh kemarahan yang luar biasa terhadap ayah kandung nya tiba tiba " memang ayah tidak berguna, sampai mati pun aku tidak ingin menemuinya, dia bukan ayah ku, dia iblis menjelma menjadi manusia begitu amarah nya seorang rania adista terhadap ayahnya yang pemabuk itu, bunda coba menenangkan dia tiba tiba..


__ADS_2