My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 01


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana gadis itu kehilangan orang yang dia cintai lagi. Ditempat yang banyaknya orang tak bernyawa dikumpulkan termasuk orang yang sangat dia cintai itu.


Untuk yang kedua kalinya dia ditinggalkan seperti ini. Sungguh malang nasib gadis itu. Air mata yang tak terbendung lagi mengalir begitu deras di pipi gadis itu.


Siapakah gadis itu? Gadis itu aku Sooya atau lebih lengkap lagi Lee Sooya. Sungguh berat rasanya hati ini untuk melangkah menjauh ditempat pemakaman itu.


"Kak, Ayo kita pulang"


Ucap seorang gadis yang terpaut 2 tahun lebih muda darinya.


Sooya hanya menuruti kata-kata gadis itu. Dia dituntun berjalan karena kakinya tak kuat lagi melangkah.


______________________________________________


"Kenapa mereka meninggalkan kita lagi"


Ucap Sooya dengan air mata masih mengalir di pipinya.


"Karena Tuhan menyayangi mereka, Kak"


Ucap gadis yang terpaut 2 tahun lebih muda dari nya.


Siapa gadis itu? Ya dia adalah adik Ku Lee Soodam. Untuk saat ini dan selamanya hanya dia yang Ku punya di dunia ini.


"Kak, Ku mohon berhentilah menangis, Lihat lah adik Mu ini dia tidak menangis, bukan?"

__ADS_1


Kini Soodam menggenggam tangan Ku.


Cih, Aku memang cengeng dibandingkan adik Ku. Lihat saja dia, Dari pulang pemakaman tadi dia sudah berhenti menangis. Sedangkan aku? Aku memang cengeng.


Tapi aku harus terlihat kuat didepan adik Ku. Karena sekarang dia adalah tanggung jawab Ku.


Aku tidak boleh terlihat lemah. Meskipun aku belum sepenuhnya untuk menerima kepergian ibu.


"Hei, Lihat lah aku, Aku sudah berhenti menangis, Bukan?" Ucapku sambil menyeka air mata di pipiku.


Soodam pun membalasnya dengan senyuman.


______________________________________________


Hari ini matahari bersinar begitu cerah. Cahayanya memasuki sebuah kamar yang tidak terlalu besar. Membuat penghuninya terbangun dari mimpi yang menghiasi tidurnya.


Ibuku adalah seorang yang penuh dengan kasih sayang. Dia selalu bisa menenangkan hati anak-anaknya dengan ucapan dan perlakuan nya yang sangat lembut.


Kalau bicara soal Ibu, Pasti ada Ayah. Dan mengenai hal itu, Ayah sudah bahagia bersama Ibu di surga. Karena yang pergi duluan adalah Ayah. Mungkin karena Ibu sangat mencintai Ayah, Jadi Ibu pergi menemui Ayah disana.


Sudah lah, Jangan bahas mereka lagi. Mereka berdua sudah bahagia disana.


Dengan langkah yang sangat berat, Aku berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sesudahnya aku membersihkan diri. Aku menuju sebuah ruangan. Ruangan itu berisikan alat-alat memasak, Apa lagi kalau bukan dapur.

__ADS_1


Kini aku sedang asik didunia ku, yaitu dapur. Sebelum Ibu pergi meninggalkan aku dan Soodam aku pernah diajarkan Ibu memasak.


Walaupun agak sedikit berantakan, tapi Ku rasa, rasanya tidak begitu mengecewakan. Dengan senang hati aku menghidangkan makanan tersebut dimeja makan.


Kini langkah Ku menuju ke kamar Adik ku, Soodam.


"Hei, Soodam apa kau mau puasa hari ini?" Teriak Ku diluar kamar Soodam.


"Tidak, Tunggu aku Kak Sebentar lagi aku akan selesai".


Selang beberapa menit akhirnya Soodam selesai dengan apa yang dia lakukan di kamar nya itu. Sungguh menyebalkan dia membiarkan Ku menunggunya hanya karena dia merias wajahnya.


"Kak, Kenapa wajah mu seperti itu?"


"Diam Kau, Kau membuat ku menunggu karena kau merias wajah mu itu?"


"Hei, Kakak kita ini perempuan jadi wajar saja kalau kita merias wajah".


"Sudah lah, Lanjutan saja makan mu. Aku tidak tertarik untuk merias wajah."


______________________________________________


Visual Lee Sooya


__ADS_1


Visual Lee Soodam



__ADS_2