
"Maafkan aku Sooya" Ucap perempuan itu.
"Nee, Tidak apa-apa. Aku paham dengan kondisimu saat itu." Ucap ku.
"Sahabat macam apa aku ini. Aku tidak ada disaat kau membutuhkan seseorang kemarin."
Ya. Dia adalah sahabat ku namanya Goo Ara. Kita sudah berteman lama dari waktu sekolah menengah pertama.
Goo Ara terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan. Entah kenapa dia mau berteman denganku. Padahal aku hanya seorang anak yang lahir dari keluarga yang kurang mampu.
"Tidak usah dipikirkan lagi, Ara." Ucap ku.
"Sekali lagi aku minta maaf Sooya".
"Nee."
Aku paham dengan kondisi Ara waktu ibuku meninggal. Dia sedang ada urusan penting bersama keluarga nya yang tidak bisa ia tinggalkan. Jadi aku memaklumi itu.
"Kamu tidak akan berhenti kuliah kan?." Ucap Ara.
"Tentu saja tidak. Aku akan bekerja dan membiayai sekolah Soodam dan juga kuliahku." Ucap Ku.
"Kamu mau kerja apa?". Ucap Ara.
"Mungkin aku akan melamar pekerjaan di supermarket." Ucap Ku.
"Sebagai apa?." Ucap Ara.
"Entah lah."
_____________________________________________
Entah kenapa hari ini begitu melelahkan. Padahal aku hanya berkunjung ke rumah Ara dan pergi melamar pekerjaan ke supermarket itu. Tapi rasanya badanku sakit-sakit semua.
Tapi itu tidak apa. Aku akan merasakan lelah yang lebih besar dari ini. Karena besok aku sudah mulai bekerja. Ditambah lagi aku juga harus kuliah.
Saat aku ingin memejamkan mata. Terdengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Dengan malas aku membukakan pintu.
Ceklekk
__ADS_1
"Ada apa?". Ucapku malas.
"Kakak habis dari mana tadi?". Ucap Soodam.
"Tidak kemana-mana".
"Ayo lah Kak, Aku ingin tau..." Ucap Soodam memohon.
"Aku ke rumah Ara."
"Ohh, Apa Kakak sudah makan?". Ucap Soodam.
"Belum".
"Kajja kita makan aku sudah memasak mie instan untuk kakak". Ucap Soodam dengan menarik tangan ku.
_____________________________________________
Pagi ini Aku dan Soodam sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Kami berdua memang tidak mempunyai kendaraan, jadi kami berangkat naik angkutan umum.
Soodam sekarang kelas 11 sekolah menengah atas. Sedangkan Aku sudah memasuki semester tiga.
Sesampainya Aku di kampus Aku langsung di sambut oleh Ara. Karena teman ku di kampus cuma Ara.
"Memang kenapa?"
"Sooya, Kau itu perempuan setidaknya pakailah pakaian yang lebih feminim sedikit." Ucap Ara.
Benar. Aku selalu berpakaian sedikit seperti laki-laki, Ingat hanya sedikit. Rambut ku pun aku geraikan. Cuma pakaian ku yang tidak seperti perempuan pada umumnya. Mungkin bisa dibilang aku ini tomboi.
"Aku sudah nyaman berpakaian seperti ini." Ucapku.
"Tapi, Apa kau tidak mau mencoba memakai rok?" Tanya Ara.
"Tidak."
"Kau juga tidak memakai riasan wajah." Ucap Ara.
"Ayo lah Ara, Kenapa kita jadi membahas hal yang tidak penting ini." Ucap ku yang sudah mulai bosan mendengar ocehan Ara.
Setelah Ara selesai dengan ocehannya. Kami berdua pun pergi ke kelas.
Aku dan Ara sebangku.
__ADS_1
"Oh ya, Katanya anak pemilik kampus ini akan pindah kesini." Ucap Ara.
"Terus?".
"Kau tidak ingin tau gitu?". Tanya Ara.
"Tidak. Lagi pula itu tidak penting, bukan?".
"Terserah kau saja."
Aku memang sering membuat Ara kesal. Karena dia sangat lucu kalau lagi kesal, tapi setelah itu dia akan membaik dan kami akan berteman lagi.
Jelang beberapa menit, Akhirnya dosen masuk.
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru. Pasti kalian sudah tau siapa dia." Ucap dosen.
Terkenal sekali anak pemilik kampus itu. Seperti yang Aku lihat semua sangat antusias mendengar bahwa anak pemilik kampus itu sekelas dengan mereka. Begitupun dengan Ara.
"Masuklah nak, Dan perkenalkan dirimu." Ucap dosen.
Seketika dia masuk semua mata tertuju pada nya. Aku hanya memutar bola mataku dengan malas. Aku hanya fokus saja pada buku yang sedang aku pegang. Malas sekali rasanya hari ini. Membuang\-buang waktu saja.
"Annyeong Kim Taehyung imnida." Ucap pria itu dengan suara baritonnya.
"Wahh Sooya dia sangat tampan". Ucap Ara dan menyenggol lengan ku.
"Cuci matamu setelah ini". Ucapku yang masih membaca buku yang ku pegang.
"Baiklah Tuan Taehyung, Silahkan Anda duduk. Terserah mau dimana saja." Ucap Dosen.
Tuan Taehyung? Dosen itu lebih tua dari nya dan memanggil pria itu dengan sebutan Tuan. Dasar bodoh.
Saat pria itu berjalan menuju meja nya. Kembali lagi semua murid yang ada disana memperhatikan setiap langkah pria itu. Kemana dia akan duduk?
Kini langkahnya berhenti disebuah meja. Dan sialnya meja itu tepat dibelakang ku. Kenapa dia harus duduk disitu.
_____________________________________________
Visual Goo Ara
Visual Kim Taehyung
__ADS_1