My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 32


__ADS_3

Tes!


Setetes air mata Taehyung jatuh. Hancur! Benar-benar hancur sekarang. Setelah mendapat kabar dari Beomgyu, Yang mengatakan bahwa Sooya, Wanita yang sangat dia rindukan itu kecelakaan.


Dirinya benar-benar tidak berdaya lagi. Air mata yang kian lama kini mulai mengalir deras. Beomgyu yang melihat kakak laki-laki nya itu tak berdaya, Ikut menangis disampingnya.


Dia memeluk Hyung nya itu dengan penuh ketegaran. Sebelumnya dia belum pernah melihat Hyung nya serapuh ini. Kakak perempuan dari Soodam itu benar-benar sangat berpengaruh dalam kehidupan Hyung nya.


Beomgyu: "Hyung, Lebih baik kita beritahu ini pada eomma, Appa, Jungkook Hyung, dan juga istrinya."


Beomgyu mengusap punggung Hyung nya yang masih bergetar.


Taehyung: "Kau beritahu saja mereka, Cepat! Setelah ini kita akan pergi dengan jet pribadi ku."


Dengan segera, Beomgyu memberitahu semuanya tentang kejadian ini. Sementara itu Taehyung masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


💜💜💜


Didalam pesawat, Soodam memeluk erat fotonya dan Sooya yang ada dilayar ponsel. Hatinya tak henti-hentinya berdoa supaya kakaknya baik-baik saja.


Lima belas menit yang lalu, Bibi menelfon nya dan menceritakan penyebab kecelakaan Sooya. Mobil Sooya di tabrak oleh mobil yang berlawanan arah dengan nya.


Hingga mobil keduanya masuk kedalam jurang dengan kondisi yang sangat parah. Dan yang paling membuat hati Soodam sangat hancur adalah, Mobil mereka meledak secara bersamaan. Akankah Sooya akan selamat?


Dia mencoba menenangkan pikirannya dengan memejamkan matanya. Sampai pada akhirnya dia teringat sesuatu, Beomgyu! Dia belum memberitahu kan kabar menyedihkan ini kepada sahabatnya. Apalagi Beomgyu adalah adik Taehyung.


Apakah Beomgyu sudah mengetahui semuanya? Dan...Taehyung? Bagaimana dengan keadaan pria itu?

__ADS_1


Soodam membuka aplikasi kontak dan mencari nama 'Beomgyu'. Setelah itu dia menekan tombol telfon disana.


Tutt..tutt...


-Call On-


Beomgyu: "Soodam, Akhirnya kau menelfon ku juga. Kenapa tidak memberitahu ku tentang berita ini?."


Hati Soodam bergetar mendengar suara Beomgyu yang begitu mengkhawatirkan nya. Sedikit terdengar suara isakan. Siapa itu?


Beomgyu: "Soodam, Yakinlah. Kakakmu akan baik-baik saja. Kami semua mendoakan nya, Dan kami juga sudah berada di pesawat untuk melihat kondisi kakakmu."


Soodam: "Gyu...Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Hiks..."


Taehyung yang berada disebelah Beomgyu samar-samar mendengar suara isakan Soodam. Dia segera mengambil alih ponsel yang ada ditangan Beomgyu.


Soodam: "Oppa, Hiks..Aku tidak mau kehilangan kakak, Hikss.."


Taehyung: "Sutt, Jangan katakan hal itu. Sooya, Dia wanita yang kuat. Kakakmu, Hikss..Wanita tegar, Soodam."


Soodam menangis dalam diam. Kata-kata Taehyung benar-benar membuat dirinya tersentuh. Dia juga mendengar dari seberang sana, Bahwa Taehyung juga ikut terisak.


💜💜💜


Soodam terbangun dari tidurnya. Setelah ia terlelap dalam keadaan mata yang masih mengeluarkan air. Dilihat nya jam di ponselnya. Pukul 22.45 malam, Berarti dia akan sampai sekitar lima belas menit lagi.


Seperdetik kemudian, Dia sadar bahwa banyak panggilan tak terjawab dari Bibi. Hatinya cemas, Apa yang terjadi? Kenapa Bibi nya menelfon nya sebanyak ini?

__ADS_1


Dengan tangan bergetar Soodam menelfon balik Bibi nya. Ia berharap semoga Bibi nya menyampaikan kabar gembira.


-Call On-


Soodam: "Bi..Bi?."


Bibir Soodam bergetar, Dia mendengar suara isakan tangis Bibi nya. Jantungnya berdegup kencang, Semoga saja Sooya baik-baik saja. Dia berharap akan hal itu.


Paman: "Soodam, Masih lamakah?."


Soodam: "Se..Sekitar sepuluh menit lagi paman, Apa...Kakak baik-baik saja?."


Paman: "Kondisi Sooya semakin parah, Makanya Bibi mu sedari tadi menangis."


Soodam: "Aku akan sampai sebentar lagi Paman."


Tut!


Lagi dan lagi, Soodam menangis. Sooya, Kakaknya itu kondisi nya semakin parah. Hatinya sangat gelisah sekarang, Apakah kakaknya akan pergi meninggalkan nya?


Tuhan, Aku mohon. Berilah mukjizat mu, Jangan ambil kakakku. Aku sangat mencintainya. Aku tidak mau ditinggalkan lagi untuk yang ketiga kalinya. Aku benar-benar berharap padamu, Tuhan.


_____________________________________________


**Maaf buat kalian yang udah nunggu lama. Author benar-benar minta maaf🙏


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️🤧**

__ADS_1


__ADS_2