My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 34


__ADS_3

Sooya Pov


Jalanan kota London sangat ramai, Aku melajukan mobilku dengan kecepatan maksimal. Hari ini ada meeting penting bersama rekan bisnisku yang berasal dari Jepang.


Kepalaku sedikit pusing, Mungkin karena sudah dua hari ini aku kurang tidur. Pada saat dalam perjalanan menuju kantor, Tiba-tiba saja penglihatan ku buram.


Aku tidak menyadari kalau aku sudah melanggar aturan lalulintas, Aku menerobos lampu merah. Sampai akhirnya aku dikejar oleh pihak kepolisian.


Aku syok. Takut. Tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku pun terus melajukan mobilku tanpa arah dan tujuan. Kecepatan mobil ku sudah melampaui batas maksimal.


Sial! Aku kewalahan. Dari jauh aku melihat mobil dengan kecepatan tinggi melaju kearahku. Mobil itu sepertinya juga kehilangan kendali.


Aku pun mencoba menghindar supaya mobil itu tidak menabrak ku. Semakin lama mobil itu semakin dekat, Aku pejamkan mata ku rapat-rapat.


Sampai akhirnya mobil itu menabrak ku, Secara bersamaan mobil kami masuk kedalam jurang.


Sekilas aku melihat seorang wanita yang tengah meminta tolong didalam mobil yang menabrak ku tadi. Aku tidak bisa berbuat apa, Karena aku juga membutuhkan bantuan.


Kepalaku berdarah, Kakiku sakit. Ku paksakan untuk keluar dari mobil yang kondisinya sudah terbalik dan kacanya pecah.


Seperdetik kemudian, Mobilku dan mobil orang itu meledak. Kini semua tampak gelap.


Pov End


๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ


Setelah jenazah Sooya di evakuasi, Soodam meminta agar pemakaman nya bersebelahan dengan pemakaman ibunya. Alhasil, Tengah malam itu juga mereka kembali ke Korea dengan menggunakan jet pribadi Taehyung.

__ADS_1


Membahas tentang Taehyung, Bagaimana keadaan lelaki itu sekarang? Hancur. Dia sudah seperti orang yang kehilangan akalnya. Bajunya acak-acakan dan rambut yang tidak terurus.


Taehyung tidak banyak bicara selama dalam perjalanan ke Korea, Dia juga tidak memejamkan matanya. Dia hanya menatap kosong ketempat jenazah Sooya.


Semua yang melihat itupun merasa iba kepada Taehyung, Sakit. Sungguh sakit. Taehyung benar-benar kehilangan dalam artian tidak akan pernah kembali. Ingat! Tidak akan pernah.


Soodam menangis dalam pelukan Ara. Dia dan Taehyung sama-sama belum mengisi perutnya dari kemarin.


Beomgyu ingin menenangkan Soodam, Tapi dia tidak tau harus berbuat apa. Sementara itu Bibi dan Paman Soodam ikut pulang bersama mereka ke Korea.


Eomma Taehyung: "Soodam, Makanlah sedikit nak."


Soodam menggeleng, Dia tidak selera. Bahkan untuk meneguk setetes air saja dia tidak nafsu. Penyemangat hidup nya pergi lagi, Dia sendiri.


Soodam: "Tuhan sayang pada keluarga ku, Sampai-sampai Dia memanggilnya."


Soodam: "Dia...Terlalu baik, Makanya Tuhan memanggilnya. Dia sudah tenang sekarang, Beban yang selama ini dia tanggung sudah lepas. Pasti sekarang dia sudah bahagia."


Soodam melanjutkan monolog nya, Semua sudah tak bisa lagi menahan air matanya. Mereka semua benar-benar kehilangan.


Soodam: "Kalian tau...Dia sering menangis ditengah malam dan bersikap baik-baik saja setiap pagi. Aku tidak tau pasti apa yang kakak ku tangisi tapi aku pernah mendengar dia merindukan eomma, Appa, dan Taehyung Oppa."


Taehyung tertegun. Faktanya dia juga merindukan Sooya. Tapi sekarang Tuhan malah mengambilnya, Taehyung tidak bisa berbuat apa-apa.


Taehyung: "Faktanya aku juga merindukan nya. Dia juga penyemangat hidup ku dan sekarang lihat, Dia malah meninggalkan ku, Meninggalkan kita semua. Hikss.."


Akhirnya Taehyung angkat bicara, Dia sudah tidak tahan menahan gejolak yang ada didalam hatinya.

__ADS_1


Ara: "Dia sering memendam masalahnya sendirian, Waktu kami masih sekolah menengah pertama dia sering di-bully karena berasal dari kalangan orang miskin. Tapi dia pura-pura tegar, Aku tau dia sudah tidak tahan dengan omongan orang itu. Tapi dia tidak mau berbagi padaku, Sampai akhirnya dia sudah muak dan menumpahkan semua keluh kesahnya padaku."


Eomma Taehyung: "Dia benar-benar wanita tangguh, Andai saja dia bisa menjadi menantu ku."


Appa Taehyung: "Sudahlah, Nanti dia akan sedih kalau melihat kita begini. Cukup ikhlaskan saja."


Semua kembali terdiam. Mereka menangis dalam diam, Mengenang kembali masa bersama Sooya dulu.


Kak, Terimakasih atas perjuangan mu selama ini. Aku mencintaimu.


Batin Sooya sambil memejamkan matanya.


Sayang, Aku harap kau bahagia disana. Tenang saja aku akan tetap menjadi Taehyung yang kau kenal, Ingat! Aku mencintaimu sampai kapanpun.


Batin Taehyung.


Sooya, Kau tidak mau lihat keponakan mu. Kenapa pergi secepat ini? Aku juga ingin melihat keponakan ku darimu. Bisakah kau kembali?


Batin Ara.


_____________________________________________


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen โค๏ธ


Don't forget to be happy ๐Ÿค—


[Gw yang nulis, Gw yang mewek anjimc๐Ÿคง]

__ADS_1


__ADS_2