My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 36


__ADS_3

Sooya Pov


Suara kicauan burung membangunkan ku dari tidur ku, Ah tidak! Dari pingsan ku. Entah sudah berapa lama aku berada ditengah hutan ini. Sunyi, Hanya suara kicauan burung dan suara hewan-hewan lainnya.


Kepalaku masih sakit, Sangat. Kaki ku juga tak kalah sakitnya dengan kepala ku, Tapi tetap ku paksakan untuk bangkit. Tidak ada siapapun disini.


Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari hutan ini? Sepertinya aku sudah jauh terlempar akibat ledakan itu. Ah! Aku ingat, Bagaimana keadaan Soodam dan yang lainnya?


Aku yakin pasti mereka sangat khawatir padaku, Ahh sial! Tidak ada seorang pun disini. Bagaimana aku bisa keluar?


Ku paksakan kaki ku untuk melangkah mencari seseorang yang bisa membantu ku. Aku mulai berjalan menyusuri hutan dengan keadaan kaki pincang, Kepala berdenyut dan pakaian yang sudah lusuh.


Cukup jauh berjalan, Sampai akhirnya aku menemukan sebuah desa kecil. Sepertinya desa itu jauh dari kehidupan dari kota. Tidak apa, Setidaknya aku bisa mendapatkan bantuan.


Aku mulai memasuki desa tersebut, Kaki dan kepala ku masih sakit. Aku hanya bisa menahannya sampai beberapa menit kedepan, Karena ini benar-benar sakit.


Sepertinya saat kita memasuki desa tersebut langsung di sambut dengan pasar tradisional. Semua orang yang ada di pasar tersebut memandang kearah ku dengan tatapan heran.


Aku hanya mencoba meminta bantuan, Sampai akhirnya aku melihat seorang namja yang sedang berdagang pada ruko pertama.


Sooya: "Bi..bisakah k-kau mem-bantu-ku?."


Namja itu nampak kebingungan, Tapi akhirnya dia sadar setelah melihat tubuhku yang terluka. Dengan segara dia menopang tubuhku dan saat itu pula pandangan ku memburam. Aku pun pingsan.


Sooya Pov End


Soodam masih setia mengurung dirinya di dalam kamar. Semenjak pemakaman Sooya, Dia tidak banyak bicara dan mengambil cuti di kampusnya.

__ADS_1


Hari ini Beomgyu dan Taehyung menyempatkan diri untuk menjenguk Soodam di rumah lama mereka. Paman dan Bibi mereka juga ikut menginap disana.


Tok tok tok!


Bibi mengetuk pintu kamar Soodam, Tapi Soodam hanya diam tidak menanggapi nya. Diketuk sekali lagi pintunya, Akhirnya Soodam membuka pintu kamar nya.


Bibi: "Taehyung dan Beomgyu ada di ruang tamu, Mereka ingin menjenguk mu."


Soodam mengangguk lalu ikut dengan bibi nya menemui Taehyung dan Beomgyu.


Taehyung: "Apa kau sudah makan?."


Taehyung mempersilahkan Soodam duduk disebelah nya. Lagi dan lagi Soodam hanya diam dan menuruti apa perintah orang-orang disekitarnya.


Paman: "Sejak kemarin dia tidak mau makan, Taehyung."


Taehyung mencoba membujuk Soodam agar mau mengisi perutnya, Walaupun dia selalu sedih saat menyebut nama Sooya.


Beomgyu: "Benar kata Hyung ku, Ini kami bawakan sup ayam untuk mu. Ini buatan eomma."


Bibi: "Biar bibi pindahkan ke mangkuk dulu."


Soodam masih diam dengan tatapan kosongnya. Taehyung, Beomgyu, Paman, dan Bibi tidak tau harus berbuat apa. Untuk saat ini yang dibutuhkan Soodam adalah ketenangan.


Bibi: "Makanlah sayang, Nanti Eomma, Appa, dan kakakmu akan sedih melihat mu seperti ini."


Bibi mulai menyuapi Soodam, Meskipun seleranya masih pahit tapi Soodam mencoba memaksakannya, Demi orang tua dan kakaknya. Semua yang melihat itupun tersenyum lega.

__ADS_1


💜💜💜


Setelah selesai menjenguk Soodam, Taehyung dan Beomgyu izin pamit untuk pulang. Hari Taehyung akan mulai bekerja, Pekerjaan sudah sangat menumpuk.


Taehyung: "Gyu, Kau rasa ada yang aneh tidak?."


Taehyung yang sedang fokus mengemudi itu membuka suaranya untuk bertanya kepada Beomgyu yang duduk disebelah nya.


Beomgyu: "Aneh apanya Hyung?."


Taehyung: "Bukankah, Sooya kecelakaan dengan mobil yang menabraknya. Bibinya bilang kalau korban yang satu lagi itu wanita, Lalu apakah dia masih hidup?."


Beomgyu: "Aku rasa nasibnya sama seperti Sooya nuna, Hyung."


Taehyung terdiam, Dia berusaha memikirkan sesuatu. Sampai akhirnya dia kembali bersuara.


Taehyung: "Kenapa kita tidak melihatnya di rumah sakit waktu itu?."


Beomgyu: "Mungkin saja jenasahnya sudah dipindahkan Hyung."


Taehyung mengangguk paham, Jawaban Beomgyu memang masuk akal tapi kenapa dia masih merasa mengganjal di dalam hatinya.


Dia merasakan kalau yang dipemakaman itu bukan Sooya, Melainkan orang lain. Arghh! Dia harus menyelidiki ini..


Aku harap perasaan ku ini benar.


_____________________________________________

__ADS_1



__ADS_2