My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 37


__ADS_3

Sooya terbangun saat merasakan sebuah benda mengikat kepala dan kakinya. Sakit, Sangat sakit. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, Yang dia lihat hanyalah seorang namja yang membantunya tadi.


Namja: "Eoh? Kau sudah bangun. Minum ini."


Namja itu memberi segelas minuman tradisional kepada Sooya, Sooya meneguknya beberapa teguk. Pahit!


Sooya: "Terimakasih."


Meski lirih, Tapi namja itu bisa mendengar nya. Ternyata namja itu sudah memberi perban pada kepala dan kaki Sooya.


Namja itu bangkit dari duduknya saat hendak pergi, Sooya memegang tangan nya.


Sooya: "K-kau mau...kemana?."


Namja: "Aku akan membuatkan mu bubur, Tunggu disini aku tidak akan lama."


Namja itu tersenyum manis pada Sooya, Tulus sangat tulus. Dia benar-benar pria yang baik hati.


Ahh..Syukurlah masih ada orang baik di dunia ini yang mau membantu orang seperti ku.


Batin Sooya.


Selang beberapa menit namja itu datang dengan semangkuk bubur dan segelas susu hangat ditangan nya.


Sooya: "Maafkan aku karena sudah merepotkan mu."


Sooya berusaha bangkit dari tidurnya, Tapi namja itu dengan cepat membantu nya untuk duduk.


Namja: "Tidak apa-apa. Sekarang makanlah. Ahh iya! Tangan mu juga sakit biar aku suapi."


Sooya hanya mengangguk senyum. Disela-sela makan Sooya membuka suara.


Sooya: "Siapa namamu?."


Namja: "Park Jimin."


Sooya: "Nama yang bagus."

__ADS_1


Jimin tersenyum, Setelah itu dia memberi Sooya segelas susu hangat. Sooya meneguknya sampai habis.


Jimin: "Namamu?."


Sooya: "Lee Sooya."


Jimin: "Namamu juga bagus."


Sooya hanya mengangguk senyum menatap Jimin. Tiba-tiba dia teringat dengan Taehyung, Bagaimana keadaan pria itu sekarang? Apakah dia masih mencintai Sooya?


Sooya: "Jimin, Apakah disini ada telepon?."


Jimin: "Disini desa terpencil, Tidak ada koneksi apapun disini."


Sooya hanya mendesah frustasi, Dia harus memberi kabar kepada Soodam. Pasti sekarang mereka sangat khawatir.


Jimin: "Kau ingin menelpon keluarga mu?."


Sooya: "Iya, Pasti mereka sangat khawatir sekarang."


Sooya berfikir sejenak, Lalu dia menceritakan semuanya kepada Jimin.


💜💜💜


Seorang pria fokus pada laptop nya, Dengan memakai kaca mata andalannya. Kim Taehyung, Pria itu sedang fokus mencari informasi tentang kecelakaan Sooya.


Dia rela meninggalkan pekerjaannya demi mencari informasi tentang kecelakaan Sooya, Menurutnya semua ini masih mengganjal di hatinya.


Beomgyu yang melihat itupun hanya geleng-geleng kepala, Dia masih bisa melihat dari mata Taehyung kalau pria itu masih belum bisa menerima kepergian Sooya.


Beomgyu: "Hyung?."


Taehyung tidak menanggapi panggilan Beomgyu, Dia tetap fokus pada laptop nya.


Beomgyu: "Kalau Hyung benar-benar ingin membuktikan bahwa Sooya nuna masih hidup, Kenapa kita tidak ke Inggris saja untuk mencari bukti yang lebih kuat."


Taehyung terdiam, Tangannya yang tadi sibuk mengetik sesuatu di laptop terhenti saat mendengar perkataan Beomgyu. Ada benarnya juga!

__ADS_1


Taehyung: "Kita akan berangkat nanti sore dengan jet pribadi ku."


Beomgyu: "Apa kita perlu mengajak Soodam?."


Taehyung: "Sebaiknya jangan dulu, Lebih baik kita ajak Jungkook saja."


Beomgyu mengangguk setelahnya dia pergi keluar dari kamar Taehyung. Sedangkan Taehyung menutup laptopnya dan berbaring terlentang di atas kasur.


Taehyung: "Sooya-ah, Apa kau masih hidup? Aku benar-benar merindukan mu. Kalau kau memang masih hidup, Tolong bertahanlah dimana pun kau berada. Aku janji aku akan datang dan menyelamatkan mu."


Taehyung memejamkan matanya, Dia harus kuat untuk menemukan Sooya. Apapun yang terjadi dia harus menemukan Sooya dalam keadaan bagaimanapun.


💜💜💜


Siang ini Soodam di ajak jalan-jalan oleh Ara. Dia sebenarnya tidak mau, Tapi mau bagaimana lagi dia harus terlihat baik-baik saja di depan semua orang. Agar mereka semua tidak khawatir dengan keadaan Soodam.


Soodam sudah siap dengan pakaian celana jeans dipadukan dengan kaos putih ditambah dengan jaket jeans nya.


Katanya hari ini Ara akan mengajaknya berbelanja di mall, Soodam tidak mau berpenampilan terlalu mewah, Karena dia hanya akan menemani Ara saja.


Ara: "Kau sudah siap?."


Ara baru sampai dan langsung masuk kedalam kamar Soodam. Dia melihat Soodam yang sudah rapi dengan pakaian modern nya dengan menatap kosong ke arah cermin.


Ara: "Ayo kita berangkat."


Soodam hanya mengangguk setelah itu dia meminta izin kepada bibi dan paman nya.


Semoga dengan begini mood mu akan kembali lagi, Soodam.


____________________________________________


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️


Don't forget to be happy 🤗


__ADS_1


__ADS_2