My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 18


__ADS_3

Cinta kadang datang diwaktu yang tidak tepat. Kenapa bisa begitu? Karena cinta datang kapan saja disaat kita sudah merasa nyaman terhadap seseorang.


Ya, Itu sekarang yang dirasakan Sooya. Sudah beberapa belakang ini dia memikirkan perasaan terhadap Taehyung yang jantungnya tidak terkontrol kalau Taehyung menatap nya.


Sooya selalu membuang perasaan nya jauh-jauh. Dia tidak ingin merasakan itu sekarang. Dia harus mencapai tujuan nya dulu, Baru dia akan memikirkan masa depannya.


Sekarang Sooya sedang bekerja. Dia ingin sekali meregangkan tubuhnya diatas benda empuk yang begitu nyaman. Tapi dia harus mengundurkan keinginannya itu karena dia harus giat bekerja.


Giat bekerja. Supaya memiliki cukup uang untuk ke tempat dimana keinginannya bisa terwujud. Dan dia akan membawa Soodam bersamanya.


Pelanggan: "Permisi."


Yap, Sooya tersadar dari lamunannya. Dia memikirkan nasibnya yang begitu malang. Ditinggalkan oleh kedua orang tua dan harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan jangan lupa untuk biaya kuliah dan biaya sekolah Soodam.


Sooya: "Ya, Ada apa?."


Pelanggan: "Kau tidak melihat kami antri gara-gara kau terus-terusan melamun." Ucapnya sedikit kesal.


Sooya: "Ah, Mianhae. Ini total belanjaan mu."


Pelanggan: "Lain kali kalau sedang bekerja jangan meratapi nasib."


Pedas. Sangat pedas. Dia tidak salah, Kata-kata itu memang pantas untuk Sooya. Akhir-akhir ini Sooya sering melamun dalam bekerja. Salah satunya karena percakapan Taehyung dengan seseorang orang waktu itu.


Inilah sebabnya Sooya tidak mau jatuh cinta. Dia tidak ingin merasakan sakit tentunya. Dan karena itu dia jadi tidak fokus dalam bekerja. Ahh Tuhan kenapa nasibnya begitu buruk.


💜💜


Akhirnya Sooya sudah selesai bekerja. Kembali. Dia meratapi nasibnya lagi. Dia harus pulang dengan berjalan kaki lagi karena Taehyung, Jungkook, dan Ara sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.


Ya, Besok sudah mulai kuliah. Dan orang tua Ara sudah kembali dari luar negeri. Kembali lagi. Soodam sendirian di rumah. Sepi. Tentunya iya. Tidak ada satupun orang yang menemani Soodam dirumah.

__ADS_1


💜💜


Hampir setengah jam Sooya berjalan kaki dari tempat dia bekerja sampai ke rumah. Letih. Sangat letih. Bahkan rasanya kaki Sooya hampir patah karena terus-terusan berjalan kaki disaat kondisi tubuh yang sudah letih bekerja.


Ceklekk


Gelap, Sepi, Sunyi. Itu kondisi rumah Sooya sekarang. Tidak seperti beberapa hari yang lalu. Setiap Sooya pulang bekerja pasti ada yang menjemputnya dengan keadaan rumah yang seperti ada penghuninya.


Soodam: "Kakak?." Ucap Soodam yang mengagetkan Sooya.


Sooya: "Ahh, Soodam-ah." Ucap Sooya sambil mengusap-usap dadanya.


Soodam: "Maaf Kak." Ucapnya sedikit tertawa.


Sooya: "Kenapa kau belum tidur? Ini sudah sangat larut."


Soodam: "Aku menunggu kakak."


Sooya: "Adikku ini memang baik. Kajja kita tidur."


💜💜


Sial. Hari pertama kembali masuk ke kampus, Sooya terlambat. Itu karena tadi malam Sooya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia selalu saja merenungi nasibnya. Ck, Sekarang lihat. Dia benar-benar terlambat.


Dengan langkah kaki yang begitu cepat, Sooya berlari menuju kelasnya. 2 Menit lagi kelas akan dimulai. Sedangkan Sooya masih dilantai satu.


Kelas Sooya berada dilantai dua paling ujung. Waktu dua menit tidak cukup untuk sampai kesana. Dengan gesit Sooya berlari ala atlet.


Sampai. Satu menit empat puluh detik. Sooya masuk ke dalam kelas dengan perasaan lega karena dia tidak terlambat.


Walaupun tampilannya sudah berantakan. Rambut yang tadi dia geraikan sekarang dia ikat karena dia merasakan gerah akibat berlari.

__ADS_1


Ara: "Yaa! Kenapa kau berkeringat?."


Sooya: "Aku habis lomba lari tadi." Ucap Sooya sedikit ngos-ngosan.


Jungkook: "Lomba lari dengan dosen?." Tanya Jungkook dengan tertawa.


Sooya: "Benar. Lihatlah, Bahkan sudah waktunya pembelajaran dimulai. Tapi dosen itu belum datang juga." Ucapku sambil tertawa.


Konyol. Mood Sooya kembali membaik akibat ada lawakan gratis. Jungkook memang pelawak yang terbaik.


Taehyung: "Sepertinya aku melewatkan sesuatu." Tiba-tiba datang. Ya, Karena dia anak pemilik kampus ini jadi kalaupun dia terlambat semua dosen akan memaklumi nya, Bukan.


Ara: "Lihatlah, Mereka berdua sudah kehilangan akal sehatnya."


Jungkook: "Hilang? Tenang saja Ara. Aku akan mencarinya bersama Sooya nanti, Iya kan Sooya?."


Lagi. Sooya tertawa seperti orang yang tidak memiliki masalah hidup. Jungkook benar-benar bisa mengembalikan mood Sooya.


Taehyung: "Sepertinya kau sangat bahagia Sooya. Apa yang membuat mu bahagia seperti ini?."


Sooya terdiam. Kenapa Taehyung mempertanyakan itu? Apakah Sooya tidak boleh bahagia?.


Sooya: "Kenapa? Ada masalah?." Tanya Sooya sedikit kesal.


Taehyung: "Ahh, Tidak. Semoga aku bisa melihat mu tertawa lepas seperti ini terus." Setelah mengucapkan kalimat itu. Taehyung kembali duduk ke kursinya. Meninggalkan Sooya yang masih bingung dengan apa yang dikatakan Taehyung.


Jungkook: "Kau akan segera tahu jawabannya." Menepuk pundak Sooya.


Bingung. Lagi dan lagi Sooya bingung dengan apa yang terjadi. Apa yang dimaksud Taehyung dan apa juga yang dikatakan Jungkook.


____________________________________________

__ADS_1


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️


Don't forget to be happy 🤗


__ADS_2