My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 16


__ADS_3

Angin malam memang sejuk. Sesekali menenangkan hati para penikmatnya. Begitupun dengan Sooya yang sedang duduk di balkon rumahnya.


Dia menikmati keindahan malam dengan memandangi bintang-bintang di langit. Sesekali memikirkan sesuatu yang sangat dia rindukan.


Sepulangnya dari bekerja, Sooya belum memutuskan untuk tidur. Dia memilih untuk menenangkan dirinya dengan memandangi bintang-bintang di langit.


Memikirkan sesuatu yang sangat dia rindukan. Sesuatu yang hilang beberapa bulan lalu. Dan sesuatu yang juga hilang beberapa tahun belakangan.


Ya, Dia sedang merindukan sosok ayah dan ibunya. Sosok ayah yang meninggalkan nya beberapa tahun lalu dan sosok ibu yang meninggalkan nya beberapa bulan lalu.


Sekarang dia harus menanggung semuanya. Dari biaya sekolah Soodam dan biaya kuliahnya. Dan jangan lupa biaya makan mereka sehari-hari. Semuanya Sooya yang harus menanggung nya.


Soodam yang merasa kasihan pada kakaknya menawarkan diri untuk ikut bekerja sampingan demi kehidupan mereka. Tapi Sooya tidak mengizinkan nya, Dia bilang Soodam harus fokus belajar. Masalah biaya biar Sooya yang akan mencarinya.


Lamunan Sooya tersadar saat seseorang meletakkan sebuah selimut tebal diatas bahu Sooya.


Taehyung: "Ini sudah malam, Lebih baik kau tidur."


Sooya: "Eoh? Taehyung kenapa kau disini? Sana pergi tidur." Jawab Sooya tanpa menghiraukan ajakan Taehyung.


Taehyung: "Kau ini habis bekerja, Jadi sebaiknya kau istirahat."


Sooya: "Aku masih ingin disini."


Taehyung: "Kau sedang memikirkan apa?." Tanya Taehyung yang melihat Sooya sedikit sedih.


Sooya: "Aku hanya merindukan ibu dan ayahku."


Taehyung tidak mengetahui kalau ayah dan ibu Sooya sudah berada di alam sana. Diapun menanyakan hal tersebut.


Taehyung: "Memangnya ayah dan ibumu kemana? Kenapa dari kemarin aku tidak melihat mereka."


Setelah melontarkan pertanyaan itu Sooya makin terlihat sedih. Dia kembali mengingat-ingat kenangannya bersama sang ibu dan sang ayah.


Taehyung yang melihat itupun merasa bingung. Kenapa Sooya makin terlihat murung? Mungkin itu yang ada dibenak Taehyung sekarang.

__ADS_1


Taehyung: "Sooya." Taehyung menyadarkan lamunan Sooya dengan memegang bahu Sooya.


Sooya: "Maaf Taehyung. Aku tidak mendengar mu tadi."


Taehyung: "Tidak apa. Sekarang masuklah ini sudah sangat larut. Untung kita masih libur kuliah."


Sooya: "Nee, Kau juga masuk bersamaku."


Taehyung: "Gajja."


💜💜


Matahari pagi bersinar terang memasuki sela-sela jendela kamar Sooya, Ara, dan Soodam.


Seketika itupun Sooya terbangun dari mimpi yang menghiasi tidurnya. Dan membangunkan Soodam untuk berangkat ke sekolah.


Setelah membangunkan Soodam, Tidak lupa juga Sooya membangunkan sahabatnya, Ara.


Sekarang Sooya ingin pergi ke dapur untuk memasak sarapan pagi untuk mereka. Sooya yang masih merasa ngantuk karena tadi malam dia sedikit begadang.


Dengan mata yang masih berat untuk dibuka. Dia memulai aktivitas memasak nya.


Sooya: "Eoh, Ara? Aku tidak mengantuk."


Ara: "Jelas-jelas kau tadi memaksakan mata mu untuk terbuka. Masih saja mengelak."


Sooya: "Iya iya...Kau memang sahabat yang paling mengerti."


Ara: "Sini, Biar aku yang memotong bawang nya." Ara pun mengambil pisau yang ada ditangan Sooya dan mulai memotong bawang tersebut.


💜💜


Soodam: "Kak, Aku pergi dulu ya~"


Sooya: "Ini uang jajan mu." Sooya pun memberi beberapa lembar uang kepada Sooya, Karena beberapa hari ini Soodam tidak meminta uang jajan kepada Sooya.

__ADS_1


Soodam: "Tidak usah Kak. Uang tabungan ku masih ada."


Sooya: "Kau memakai uang tabungan mu lagi. Sudah berada kali Kakak bilang. Jangan pakai uang tabungan mu."


Soodam: "Tapi aku tidak mau merepotkan Kakak."


Sooya: "Kau tidak pernah merepotkan Kakak Soodam. Kakak akan merasa sedih jika kau tidak mau menerima uang dari Kakak. Jadi simpan saja uang tabungan mu itu dan ambil ini."


Soodam: "Arraseo."


💜💜


Jungkook sudah kembali mengantarkan Soodam ke sekolah. Sekarang mereka sedang menikmati cemilan sambil menonton sebuah drama.


Jungkook: "Sooya, Kau benar-benar Kakak yang tangguh."


Sooya: "Maksud mu?."


Jungkook: "Kau membiayai kebutuhan Soodam dan juga kebutuhan mu. Bagaimana kau bisa melakukan ini semua?."


Sooya: "Aku tidak melakukan apa-apa. Hanya bekerja dan menghasilkan uang untuk biaya hidupku dan Soodam."


Jungkook: "Ngomong-ngomong dimana orang tua kalian?."


Kembali lagi, Seketika ekspresi Sooya berubah menjadi murung karena pertanyaan Jungkook. Dia kembali memutar otak nya untuk mengingat kembali kenangannya bersama ayah dan ibunya.


Ara: "Jungkook-ah, Nanti aku akan memberi tahumu. Tapi jangan tanyakan hal ini pada Sooya."


Ara yang mengerti dengan kondisi Sooya pun mengalihkan pembicaraan nya.


Ara: "Jungkook, Bisa kau ganti channel nya, Aku sudah mulai bosan dengan dramanya."


Jungkook: "Ahh, Nee."


____________________________________________

__ADS_1


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️


Don't forget to be happy 🤗


__ADS_2