My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 25


__ADS_3

Pagi hari yang cerah menerpa Negara Inggris. Sooya sudah bersiap-siap dengan pakaian formal nya. Dia ingin mengurusi perusahaan Ayahnya yang bangkrut beberapa tahun yang lalu.


Sedangkan Soodam sudah bersiap-siap untuk berkeliling bersama sang Bibi. Sementara itu Sooya akan pergi bersama sang Paman.


Bibi: "Sooya, Bibi yakin perusahaan ini akan bangkit kembali dengan adanya kamu."


Paman: "Kami mendukungmu Sooya."


Sooya: "Gomawo Bibi, Paman."


Soodam: "Disini jangan berbicara dengan bahasa Korea, Kakak."


Sooya: "Ups! Kakak lupa." ( Tertawa )


Sooya mencoba untuk tertawa walaupun dihatinya masih berat meninggalkan Taehyung. Kali ini dia harus bisa menjalani hari-harinya tanpa Taehyung. Dia yakin, Dia pasti bisa.


Berbeda dengan Soodam. Dia tau kalau sebenarnya Sooya itu memendam perasaan sedihnya. Tapi dia memilih untuk diam karena dia tidak ingin menghancurkan pertahanan kakaknya.


Sooya pun pergi ke kantor bersama sang Paman menggunakan mobil pribadi. Sedangkan Bibi dan Soodam pergi ke pusat perbelanjaan dengan menggunakan angkutan umum.


💜💜💜


Sesampainya di kantor. Sooya diperkenalkan oleh sang Paman sebagai direktur utama di perusahaan tersebut. Perusahaan yang bangkrut itu memiliki beberapa karyawan yang masih bertahan untuk bekerja walaupun gajinya tidak banyak.


Paman: "Sooya, Maafkan paman. Paman tidak bisa mengurus dua perusahaan sekaligus. Dan sekarang lihat, Perusahaan ini belum bangkit juga."

__ADS_1


Sooya: "Tidak apa-apa paman. Semuanya sudah sangat cukup membantu. Paman urus saja perusahaan paman yang satunya lagi."


Paman: "Paman akan merekomendasikan perusahaan mu kepada rekan paman."


Sooya: "Iya paman. Terimakasih."


Sejak hari itu. Sooya sangat rajin bekerja dan mengurus semua keperluan perusahaan dengan uang tabungannya.


Kini, Sudah hampir setengah tahun Sooya mengurus perusahaan itu dengan baik. Perusahaan itu maju dengan pesat sehingga Sooya sudah mempunyai biaya untuk kuliahnya Soodam.


Sementara itu, Sudah setengah tahun ini Taehyung tidak banyak bicara. Dia sangat dingin dan selalu menatap tajam lawan jenis yang ingin mendekatinya.


Jungkook dan Ara juga tidak tau apa yang harus mereka lakukan. Melihat Taehyung yang seperti itu. Mereka hanya diam dan tidak berani menjawab.


Sooya sangat merindukan negara asalnya. Merindukan Taehyung paling utama. Tapi apakah Taehyung juga merindukan nya? Atau Taehyung sudah melupakan nya dan juga sudah mempunyai kekasih baru.


Soodam: "Wah, Kakak. Ruangan mu sangat bagus."


Soodam yang baru saja masuk kedalam ruangan Sooya tanpa mengetuk pintu membuat lamunan Sooya tersadar kan.


Sooya: "Bagaimana, Dekorasinya bagus?."


Soodam: "Sangat bagus." ( Mengacungkan jempol nya )


Sooya: "Hari ini kau akan mendaftar kuliah kan? Kenapa masih disini?."

__ADS_1


Soodam: "Aku takut kak. Aku belum mempunyai teman disini."


Sooya: "Jangan pernah takut. Ingat tujuan kau datang kesana bukan untuk melakukan hal yang buruk tapi untuk menuntut ilmu. Kau harus berani."


Soodam: "Baiklah Kak. Aku akan selalu mengingat kata-kata mu. Aku pergi dulu. Bye!."


Sooya tersenyum melihat adiknya yang begitu semangat untuk melakukan pendaftaran disalah satu universitas di Inggris.


Sementara itu, Disisi lain. Ada seseorang yang tersiksa akan kerinduan yang begitu mendalam. Siapa lagi, Kalau bukan Kim Taehyung.


Pria dingin itu kini tengah terduduk didalam ruangan nya sambil melamun. Beberapa bulan terakhir perusahaan nya sedikit bermasalah karena Taehyung yang tidak fokus mengurus nya.


Ya, Dia tidak fokus mengurus perusahaan nya karena rasa gelisah yang dia rasakan semenjak Sooya meninggalnya dan memutuskan hubungan mereka.


Rasa rindu yang makin hari makin besar membuat dia ingin memeluk raga tersebut. Tapi apalah daya, Taehyung bahkan sampai saat ini belum tau keberadaan Sooya.


Ingin sekali rasanya Taehyung meneriaki nama orang yang membuatnya tersiksa akan kerinduan saat ini. Memeluknya erat dan tidak akan membiarkan dia pergi lagi.


Tapi takdir belum mempertemukan mereka. Kapan Keberuntungan akan berpihak kepada keduanya? Rindu ini benar-benar menyiksa.


____________________________________________


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️


Don't forget to be happy 🤗

__ADS_1


__ADS_2