
Malam hari pun tiba. Aku dan Soodam sedang duduk diruang tamu sembari menikmati sinetron. Tiba\-tiba sebuah pesan singkat masuk ke ponsel ku.
Dengan cepat aku melihat isi pesan itu. Isinya: *Save nomor aku, Jungkook*.
Aku pun membalas pesan Jungkook.
Kau mendapatkan nomor ku dari siapa?
Balasan pesan Jungkook.
Aku memintanya kepada Ara, Oh ya boleh aku menelfon mu?
Balas ku: *Tentu*.
**Call On
"*Apa kau belum tidur***?" Tanya Jungkook.
"Belum, Ada apa menelfon ku?" Tanya ku.
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu." Ucap Jungkook.
"***Tanya saja."
"Ada masalah apa kau dengan Taehyung?".
"Kenapa kau membahas dia?".
"Aku hanya menanya saja."
"Dia itu pria sombong, Aku tidak suka saja melihat sikapnya itu***." Jelas ku.
"***Jangan ambil kesimpulan seperti itu, Kau belum tau saja sifat aslinya itu bagaimana."
"Memangnya bagaimana? Apa dia lebih sombong dari yang aku kira***?." Tanya ku.
"***Malah sebaliknya."
"Maksudnya? Aku tidak mengerti."
"Dia itu pria yang baik, Kalau dia sedang menyukai seseorang pasti dia akan memberikan perhatian lebih pada orang itu***." Jelas Jungkook.
"***Memangnya dia suka pada siapa?."
"Aku juga tidak tau, Tapi satu hal yang perlu kau ingat Taehyung asli berbeda dari Taehyung yang kau lihat dari luarnya saja."
"Jadi aku harus melihat dalamnya***?." Tanya ku polos.
"***Haha, Tidak dalamnya tapi hatinya."
"Oohh."
"Coba lah bersikap sedikit manis kepada nya. Dia itu pria yang baik."
"Untuk apa kau menyuruhku? Aku tidak mau."
"Taehyung itu susah untuk jatuh cinta, Sekali jatuh cinta dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada yang lain."
"Jadi kau menelfon ku untuk membuat Taehyung jatuh cinta padaku gitu***?." Tanya ku.
"***Iya, Aku yakin kau bisa membuat nya jatuh cinta."
"Tapi, Aku tidak mau.."
"Tidak apa, Maaf karena telah memaksa mu."
"Nee, Kalai begitu aku tutup dulu ya besok aku harus kuliah*."
"*Maaf mengganggu mu, Selamat malam Sooya***."
"Nee, Selamat malam Jungkook."
Call Off
_____________________________________________
__ADS_1
Paginya aku dan Soodam sudah bersiap\-siap untuk pergi ke kampus dan sekolah. Kami berdua sudah menyelesaikan makan pagi kami.
Sekarang kami berdua sedang berada di halte sambil menunggu busnya datang. Tapi malah bukan bus yang datang tetapi sebuah mobil sport mewah menghampiri kami berdua.
"Apa kau butuh tumpangan?" Ucap pria itu.
"Tidak, Aku akan menunggu bus saja." Ucapku.
"Hei, Lihatlah adikmu itu dia sudah gelisah karena takut terlambat." Kata pria itu.
Kalian tau siapa dia? Ya, Tuan muda Kim Taehyung. Tumben sekali dia baik kepada ku. Tidak seperti biasanya yang selalu membuat ku kesal karena kesombongannya itu.
"Kak, Apa dia temanmu? Kenapa kita tidak ikut saja dengannya. Aku hampir terlambat kak." Ucap Soodam gelisah.
"Baiklah."
Aku dan Soodam pun menghampiri mobil sport mewah itu. Aku dan Soodam duduk dibelakang.
"Hei, Emang kau pikir aku ini supir mu?." Tanya Taehyung yang melihat melalui kaca spion.
"Maksud mu?." Tanya ku.
Dengan terpaksa aku beralih duduk didepan dengan melewati tengah\-tengah kursi pemudi dan kursi penumpang.
"Kau tidak sopan sekali." Ucap Taehyung.
"Sudahlah, Adikku hampir terlambat."
Taehyung pun melajukan mobilnya. Jelang beberapa menit akhirnya kami sampai disekolah Soodam.
"Terima kasih atas tumpangannya kak.." Ucap Soodam yang keluar dari mobil.
"Tidak masalah. Panggil aku oppa saja."
"Baiklah Oppa, Kak aku pergi dulu byee..." Ucap Soodam setelah itu pergi.
"Kenapa kau menyuruh nya untuk memanggilmu Oppa?." Tanya ku.
"Kenapa? Kalau kau mau kau juga boleh memanggil ku dengan sebutan Oppa."
__ADS_1
"Ck, Tidak akan." Ucapku.
______________________________________________
Sesampainya kami berdua di kampus. Semua mata memandang ke arah ku. Pasti mereka berfikir kalau aku dan Taehyung ada hubungan apa\-apa. Dengan langkah cepat aku pergi meninggalkan Taehyung begitu saja.
Seketika langkah terhenti.
"Hei, Kau sudah berani merebut Taehyung ku?." Tanya seorang perempuan. Perempuan itu perempuan sama yang waktu itu mengejek ku saat sedang makan siang. Aku tidak tau namanya.
"Maksud mu?". Tanya ku.
"Kenapa kau bisa pergi ke kampus bersama dengan Taehyung?."
"Hanya kebetulan saja." Ucapku lalu pergi meninggalkan perempuan itu. Masih pagi jadi aku malas untuk berdebat dengannya.
______________________________________________
Sesampainya nya dikelas.
"Morning Sooya..." Sapa Ara.
"Morning...." Balas ku.
"Hai, Selamat pagi...." Ucap Jungkook yang datang bersama Taehyung.
"Kita satu kelas?." Tanya Ara.
"Iya." Jawab Jungkook.
"Taehyung?". Tanya Ku.
"Hmm?." Jawabnya dengan wajah datarnya.
"Terima kasih atas tumpangan mu tadi. Maaf karena tadi aku pergi begitu saja meninggalkan kan mu." Jelas ku.
"Tidak masalah."
"Kalian ke kampus bersama?." Tanya Jungkook.
"Hanya kebetulan saja." Jawab Taehyung.
______________________________________________
Happy Reading All.
__ADS_1
Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️