My Boy Kim Taehyung

My Boy Kim Taehyung
Chapter 33


__ADS_3

Akhirnya Soodam sudah sampai di negara tempat kelahiran ibunya itu. Dengan segara dia keluar bandara dan mencari taksi.


Sial! Soodam mengumpat kesal. Taksi yang dia panggil selalu ditumpangi orang. Soodam sangat gelisah sekarang, Jantungnya berdegup kencang.


Tiba-tiba saja ponselnya berdering. 'Bibi'. Tangan Soodam bergetar, Berita apa lagi ini?


-Call On-


Soodam: "Bi, Aku sedang mencari taksi sebentar lagi aku akan kerumah sakit."


Hening! Soodam mendengar suara isakan Bibinya yang bisa dibilang sangat keras. Hati Soodam benar-benar tidak tenang. Apa yang telah terjadi?


Soodam: "Bi, Apa semuanya baik-baik saja?."


Soodam menelan saliva nya dengan susah payah dia ragu untuk mendengarkan jawaban dari Bibinya.


Paman: "Cepatlah kemari Soodam. Kakakmu...Dia...Dia..Sudah pergi."


Prang!


Ponsel Soodam jatuh. Perlahan tubuhnya merosot ke bawah. Hidupnya benar-benar hancur sekarang. Ditinggal sendirian, Hidup sebatang kara.


Sosok yang selama ini membiayai hidupnya dengan susah payah telah pergi, Pergi dalam artian tidak akan pernah kembali.


Ingat! Tidak akan pernah.


Segara Soodam berlari menuju ke rumah sakit yang jaraknya lumayan jauh dari bandara. Dia berlari sekuat tenaga meninggalkan koper dan ponsel nya yang ada di tepi jalan.


💜💜💜


Sebentar lagi jet pribadi Taehyung akan segera mendarat, Sedari tadi perasaan Taehyung tidak karuan. Dia sangat gelisah.


Taehyung: "Kenapa pilot nya lama sekali!."


Beomgyu: "Sabar sebentar Hyung, Sebentar lagi kita akan mendarat."


Ara: "Perasaanku tidak enak."


Jungkook: "Tenanglah, Sooya pasti baik-baik saja."

__ADS_1


Bohong! Jungkook pun merasakan hal yang sama dirasakan oleh istrinya. Jungkook benar-benar cemas, Akankah semuanya baik-baik saja?


Lima menit kemudian akhirnya jet pribadi Taehyung mendarat sempurna ditempat pesawat yang ditumpangi Soodam tadi.


Eomma: "Jungkook, Kau sudah menyewa mobil nya kan?."


Jungkook: "Sudah Bi, Mungkin dia sudah menunggu kita diluar."


Mereka pun keluar dari bandara. Ramai! Masih ramai orang yang berada di bandara, Padahal sudah pukul 23.10 malam.


Jungkook sudah menyewa sebuah mobil, Saat ingin masuk kedalam mobil, Mata Beomgyu tak sengaja melihat sebuah koper yang berada ditepi jalan.


Taehyung: "Gyu, Cepat masuk!."


Beomgyu menghiraukan perkataan Taehyung. Dia berjalan menuju koper tersebut. Saat sudah sampai Beomgyu melihat-lihat koper itu dan tak sengaja menemukan sebuah ponsel tergeletak disana.


Taehyung geram melihat tingkah Beomgyu, Segera dia menghampiri Beomgyu dan ingin sekali memukulnya.


Beomgyu: "Hyung, Ini milik Soodam."


Taehyung: "Kau yakin?."


Supir langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Semuanya tak henti-hentinya berdoa agar Sooya baik-baik saja.


Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Taehyung berlari meninggalkan Beomgyu dan yang lain dibelakang.


Taehyung: "Excuse me, Ruangan pasien bernama Lee Sooya dimana?."


Suster: "Lantai dua nomor 15."


Taehyung: "Thanks."


Taehyung berlari menuju tangga, Dia tidak menggunakan lift. Sementara itu yang lain menyusul Taehyung menggunakan lift.


Setelah sampai di lantai dua, Taehyung segera mencari ruangan dengan nomor 15. Dari jauh dia dapat melihat sosok wanita yang tengah menangis histeris.


Soodam. Sosok wanita itu menangis histeris. Taehyung kalang kabut, Taehyung tahu apa yang terjadi. Dia menghampiri Soodam yang tengah terduduk di lantai. Sementara itu, Yang lain mengikuti Taehyung dari belakang.


Taehyung: "Soodam?."

__ADS_1


Soodam mengangkat kepalanya, Dia melihat sosok Taehyung dengan pakaian yang sudah acak-acakan dan rambut yang tidak rapi. Soodam segara merengkuh erat tubuh Taehyung.


Soodam menangis dalam pelukan Taehyung. Dirinya benar-benar hancur, Tidak ada siapa-siapa lagi disisinya.


Eomma: "Nyonya berdirilah."


Eomma Taehyung membantu Bibi Soodam berdiri. Hatinya sangat hancur melihat putra sulungnya tersiksa karena sangat merindukan keponakannya.


Ara: "Soodam, Apa...Sooya baik-baik saja?."


Soodam melepaskan pelukannya, Dia mengusap air matanya dengan kasar dan melihat satu persatu orang yang datang menjenguk kakaknya.


Soodam membuang nafas berat, Lalu tersenyum kecut.


Soodam: "Dia...Sudah menyusul eomma dan Appa kami."


Deg!


Semua yang ada disana terkejut, Apalagi Taehyung. Pria itu bahkan tidak bisa berkata-kata lagi. Mulutnya terasa kaku untuk mengeluarkan sepatah kata.


Perlahan air mata Taehyung mengalir membasahi pipinya. Ara sudah menangis sesenggukan di pelukan Jungkook. Soodam kembali mengeluarkan air matanya.


Taehyung: "I-ini...Tidak mungkin!."


Taehyung segara memasuki ruangan yang ditempati Sooya. Disana dia melihat sosok yang sangat dia rindukan selama ini tengah terbaring kaku dengan kain putih yang menutupi seluruh tubuhnya.


Perlahan dia membuka kain putih tersebut sampai dada Sooya. Kaget! Taehyung kaget melihat wajah Sooya yang sudah hangus terbakar.


Wajah cantik alami itu sekarang berubah menjadi banyak luka bakar dan darah. Bibir merah merona yang sudah pernah dia kecup itu pucat dan dingin.


Taehyung tidak bisa berkata lagi, Semua ini nyata. Dia..Pergi untuk selamanya.


Kenapa pertemuan ku dengannya se-menyakitkan ini Tuhan? Apa aku tidak boleh memiliki nya? Tolong bangunkan dia lagi, Aku tidak sanggup hidup tanpanya.


_____________________________________________


**Maaf typo guys! Gimana greget ga?


Di episode kedepannya bakal ada kejutan yang menarik. Pantengin terus ya novel Author.

__ADS_1


Jangan Lupa Vote Like Dan Komen ❤️🤧**


__ADS_2