My Favorit Secretary

My Favorit Secretary
Bab 10


__ADS_3

" Hahahaha makanya kalo suka itu utarakan jangan di pendam terus mendingan Kakak mulai dekati dia terlebih dahulu balas pesan Diara yang tiap hari menghubungi kakak ana bosen mendengar keluhan Diara yang katanya setiap memberi pesan kepada Kaka tidak pernah ada jawaban hanya di baca saja " ucap Ana


" ya nanti kakak jawab udah dulu ya Kaka ada kerjaan lagi ... bybyby adikku sayang jaga kesehatan " ucap ka Jo langsung mematikan handphone


" Jehh kebiasaan untuk kakak tersayang " ucap Ana


Setelah menelpon sang kakak ana melanjutkan tontonan serial drama yang sedang dilihatnya dengan sesekali mengemil makan ringan.


...----------------...


Next.....


...----------------...


Matahari sudah mulai terbenam waktu menunjukan pukul enam petang.


kring... kring... kring...


Suara handphone Ana berbunyi terdapat panggilan dari nomer yang tidak dikenal Ana dan dibiarkan saja oleh ana hingga panggilan ke tiga kalinya Ana baru menjawab panggilan tersebut.


" Lama sekali kamu mengangkat telpon nya honey " ucap pria yang tak lain adalah Oskar


Ana mengerutkan keningnya dan melihat ke handphonenya ana mengenal suara siapa yang sedang berbicara.


" Oskar ngapain sih kamu... lagian tahu dari mana nomer handphone aku " ucap Ana


" Jangan lupa untuk dandan yang cantik untuk bertemu mami dan papi aku jemput tiga puluh menit lagi ya honey " ucap Oskar langsung menutup sambungan telepon nya tanpa menunggu jawaban dari Ana


" ini orang makin hari makin menyebalkan sekali seenaknya dia ngatur-ngatur aku huhhh untung dia anak mami dan papi dan untung juga dia tampan hehehehe " ucap Ana sambil melenggang menuju ke tempat walking closed untuk mengganti pakaiannya dan segera memoles wajahnya


Ana tidak membutuhkan waktu lama untuk berdandan ana hanya menggunakan makeup tipis saja karena dia tidak menyukai dandanan yang tebal dengan make up tipis saja yah menambah nilai plus untuk kecantikan yang natural.


Setelah berdandan ana mengambil tas dan handphone nya untuk segera keluar dari kamar. Pada saat akan keluar kamar suara bel apartemen berbunyi.


" Ting tong.... " anggap saja suara bel apartemen ana heheheh


"siapa sih yang datang masa iya pria menyebalkan itu yang datang masih ada waktu sepuluh menit ko..." ucap Ana sambil turun kebawah untuk membuka pintu

__ADS_1


"Ting tong... " kedua lainya bel berbunyi


" Ya sebentar ga sabaran banget sih " ucap Ana segera melangkah menuju pintu


" Kaya kamu ini ga sabaran banget sih " ucap Ana setelah melihat siapa yang datang ternyata Oskar


" Woahh honey kau sangat cantik malam ini " ucap Oskar melihat penampilan Ana


Penampilan Ana



" Jeh kebiasaan banget manggil aku honey ... aku bukan pacar kamu Oskar " ucap Ana sambil melenggang masuk kedalam


Oskar hanya mengikuti Ana dari belakang dan semakin mendekatkan tubuhnya ke ana kemudian menarik tubuh ana hingga Ana membalikkan badannya menghadap kearah Oskar.


Debaran jantung ana semakin kencang pada saat manik matanya bertemu dengan manik mata Oskar dan wajah tampan Oskar yang sangat menggoda.


Oskar secara refleks menempelkan bibirnya dengan bibir ana yang tipis menggoda bagi pandangannya Oskar, tidak butuh lama hanya sekitar 5 detik saja tidak ada ******* hanya sebuah kecupan yang Oskar berikan untuk ana.


Ana hanya diam mematung dengan apa yang Oskar lakukan kepadanya setelah sadar Ana menjauhkan tubuhnya dari dekapan Oskar. Ana reflek memukul dada bidang Oskar dan marah - marah.


" Oh honey bagus lah berarti aku yang pertama dan hanya aku yang boleh mencium mu Ana ... Ayo kita pergi mami dan papi sudah menunggu " ucap Oskar dengan santainya dan menggandeng ana untuk keluar


" Huhh menyebalkan sekali kau Oskar kenapa hidup aku jadi sial begini sihh " ucapan ana sambil mengikuti Oskar dari belakang karena tangan Ana ditarik oleh Oskar


Tidak ada perbincangan selama perjalanan menuju parkiran. Sesampai di tempat parkir mobilnya Oskar langsung membuka pintu untuk Ana masuk kedalam mobil nya. Ana hanya pasrah saja mengikuti apa yang di inginkan Oskar.


Mobil dan penampilan oskar



Oskar menutup pintu mobilnya setelah ana ana masuk. Oskar mengitari mobilnya dan masuk kedalam mobil untuk mengemudikan mobil nya menuju mension kedua orang tuanya.


Selama di perjalanan tidak ada obrolan yang keluar dari mulut kedua insan tersebut. Ana hanya menampilkan wajah betenya karena perbuatan Oskar yang mengecup bibirnya sedangkan Oskar hanya tersenyum melihat sikap an yang menurutnya sangat menggemaskan.


" Oh honey jangan cemberut saja mau aku cium lagi ya " ucap Oskar kepada Ana dengan kekehan

__ADS_1


" Jehh siapa juga yang mau kau cium pria menyebalkan, mending kamu fokus mengemudinya jangan banyak omong " ucap Ana dan memalingkan wajahnya karena gugup terus dilirik oleh Oskar


" hahahaha kenapa kamu gugup seperti itu honey " ucap Oskar


Ana hanya diam saja tidak menjawab ucapan yang dilontarkan oleh Oskar. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit terlihat pintu gerbang yang menjulang tinggi. Oskar membunyikan klakson mobil ya dan keluar penjaga dan melihat siapa yang datang langsung membukakan gerbangnya. Oskar membuka jendela mobilnya dan melakukan pelan masuk kedalam mension.


" Terimakasih pak " ucap Oskar


" Ya sama-sama tuan muda" ucap penjaga gerbang


Ana yang melihat mension orang tua Oskar hanya menampilkan wajah biasa saja karena Ana sudah pernah berkunjung ke mension ini bersama mami Lyly. Mension yang terlihat seperti istana negara dongeng sama seperti mension yang dimiliki oleh orangtuanya Ana di Negara C.


Oskar melajukan mobilnya tepat didepan pintu mension dan segera turun untuk membukakan pintu untuk Ana keluar dari mobilnya.


" Silahkan turun honey " ucap Oskar sambil membukakan pintu mobil sebelah ana


" Ya thanks" ucap Ana dan segera turun


Oskar dan Ana berjalan menuju pintu mension sesampainya di depan pintu Oskar yang kan membukakan pintunya ternyata sudah dibuka terlebih dahulu oleh orang yang berada di dalam mension orang tersebut tak lain adalah Mami Lyly yang akan menyambut kedua orang tersayangnya.


" Hallo sayang kalian sudah sampai " ucap mami Lyly kepada ada dan memeluk ana


" Jeh mam anak mami itu aku kenapa aku mami langsung menyambut Ana sih " ucap oskar yang terkesan merajuk


" Hallo juga Mi, Ana baru saja sampai nii dengan pria menyebalkan di simping Ana ini. " ucap Ana sambil membalas peluk mami Lyly dan melirik kearah Oskar yang menampilkan wajah santai


" Hahaha ayo sayang kita masuk kedalam Papi sudah mengunggu, biarkan pria menyebalkan itu " ucap mami Lyly dan melangkahkan kaki masuk kedalam mension dan diikuti oleh Ana


" Aku terasa dianak tirikan oleh mami, tapi tak apa lah tohh itu dengan gadis pemikat hatiku " ucap oskar mengikuti langkah sang Mami dan Ana


...****************...


Bersambung ....


...****************...


Terimakasih yang sudah berkenan membaca kehaluan author....🙏😊

__ADS_1


mohon dukungannya terhadap karya pertama author ini dan maaf masih banyak salah dalam penulisan ...


jangan lupa untuk like dan vote ya ....🙏😊


__ADS_2