My Favorit Secretary

My Favorit Secretary
Bab 37


__ADS_3

“ ya aku sih tidak apa-apa, oh ya kapan kita akan fitting baju acara pertunangan kita ?” tanya Ana


“ nanti tanyakan saja pada mommy sayang, kan mami dan mommy yang mengaturnya” ucap Oskar


Oskar melajukan kendaraannya menuju mension Ana. Di perjalanan ana tertidur dengan pulas Oskar tidak mau menganggu ana yang terlihat sangat nyenyak. Oskar sampai di mension Ana dan akan menggendong Ana masuk karena Oskar tidak mau membangunkan Ana namun pada saat akan menggendongnya Ana terbangun.


.


.


.


...****************...


NEXT....


"sayang apa kita sudah sampai?" tanya Ana sambil mengucek matanya


"iya sayang kita sudah sampai mension, ayo turun biar aku gendong saja ya" ucap Oskar


"tidak perlu biar aku jalan sendiri saja" ucap Ana dan keluar dari dalam mobil milik Oskar


Ana dan Oskar berjalan bersama masuk kedalam mension dan di sambut oleh sang mommy yang sedang sibuk dengan ponselnya.


"eh kalian sudah sampai, oh ya besok kalian akan ke butik tempat langganan mami Lyly untuk melakukan fitting baju buat acara pertunangan kalian" ucap mommy Lani


" iya mom, emangnya dimana mom butiknya?" tanya Ana


Oskar hanya terdiam dan duduk di samping sang kekasih. Dia hanya akan mendengarkan saja semua keputusan akan Oskar serahkan kepada Ana dan kedua mommy nya.


"nanti juga kamu tau sayang, katanya sih itu langganannya mami Lyly dan semua rancangannya tidak pernah gagal." ucap mommy Lani


"baiklah mom Ana ikut saja, iyakan sayang?" tanya Ana kepada Oskar


" iya sayang " jawab Oskar


"Kring...kring...kring..." suara ponsel Oskar berbunyi tertanda Panggilan dari sang papi


" ya hallo Pi, ada apa?" tanya Oskar


" kamu dimana? bisa pulang sekarang ada yang harus papi bicarakan tentang pekerjaan denganmu" ucap Papi Sean


" Oskar masih di mension Ana, iya baiklah Oskar akan pulang sekarang" ucap Oskar


" ya papi tunggu" ucap papi Sean

__ADS_1


Oskar langsung menutup sambungan telepon nya dan menaruh ponselnya ke dalam saku celana pendeknya. Oskar melihat kearah sang kekasih yang sedari tadi melihat kearah nya dia memberikan senyuman manisnya dan menggenggam tangan sang kekasih.


" sayang aku harus pulang sekarang, papi memintaku untuk segera pulang ada yang harus di bahas masalah pekerjaan" ucap Oskar meminta ijin kepada Ana


" iya tidak apa pulang lah besok kita akan bertemu lagi" ucap Ana sambil tersenyum


"mom Oskar pamit pulang dulu ya nanti besok Oskar jemput mom sama Ana ya" ucap Oskar


" iya nak hati-hati di jalan jangan mengebut ya" ucap mommy Lani


Oskar langsung berdiri dan keluar dari mension Ana dan diikuti oleh Ana. sesampainya di depan mobil Oskar, ana menarik tangan Oskar.


" kamu tidak memberikan hadiah terlebih dahulu buat aku " ucap Ana sedikit cemberut


Oskar mendengar ucapan Ana sedikit bingung dan mengerutkan keningnya tak lama dia tersenyum dan mendekat kearah wajah Ana. Oskar memberikan kecupan manis pada kening dan bibir Ana.


Ana langsung tersenyum cerah setelah mendapatkan apa yang dia mau. Oskar langsung memeluk Ana.


" sayang... kamu pulanglah hati-hati di jalan jangan mengebut ya" ucap Ana dalam pelukan Oskar


" ya sayang , aku pulang ya ... i love you" ucap Oskar dan melepaskan pelukannya


" hmmm... love you too..." ucap Ana tersenyum manis


Oskar langsung masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya keluar dari wilayah mension Ana. Ana melihat mobil Oskar sudah jauh dia langsung berbalik dan masuk kedalam mension nya lagi.


.


.


Ana langsung pergi menuju kamar mandi untuk mmbersihkan tubuhnya yang terasa lengket oleh keringat. Seiktar 15 menit ana menyelesaikan kegiatan mandinya dan segera masuk ke walk in closed dan tidak lama terdengar suara ketukan pintu.


“ tok...tok...tok”


“ iya sebentar” ucap Ana sedikit berteriak sambil berjalan menghampiri pintu yang sedang di ketuk


“ cihhhlama banget sih buka pintunya” ucap Jo saat Ana sudah membuka pintunya


Jo main nyelong masuk kedalam kamar sang adik dan duduk di sofa yang ada di kamar Ana. Ana hanya mengikuti sang kakak dari belakang dan duduk di samping sang kakak dengan membawa handuk kecil karena rambutnya masih bawah.


“ aku bingung de” ucap Jo


“ lahh kakak bingung kenapa?” ucap Ana


“ aku mau cerita yaa tapi kamu harus mendengarkan dulu jangan main potong ucapan aku” ucap Jo

__ADS_1


“ iya..iya kakak mau cerita apa?” tanya Ana menghadap ke arah sang kakak


“ huft...” Jo menghembuskan nafas


“ aku tahu Diara masih mengharapkan aku, aku juga merasa nyaman dekat dengan dia, aku juga merasa sudah menyukainya dengan sikap dia yang selalu ceria sabar dan baik kepada aku perhatian dia yang tidak pernah berhenti sampai sekarang.” Ucap Jo berhenti


“ ya trus kakak tunggu apa lagi “ ucap Ana


“ ck... kata aku juga kamu jangan potong ucapan aku” ucap Jo


“ heheheh iyaaa maaf... trus lanjut” ucap Ana


“ aku tidak suka kalau Ara dekat dengan pria lain. Tapi aku bingung harus ngomong apa kepadanya. Dia kemarin menyatakan lagi perasaannya kepadaku trus dia bilang kalau sekarang aku tidak memberikan jawaban dia akan mundur dan akan mencari lelaki lain. Aku tidak mau Ara bersama lelaki lain. Aku harus bagaimana ?” ucap Jo


“ cihhh guta aja ko repot... makanya jadi laki tuhh harus peka sedikit dan jangan jadi pengecut... kakak terlalu gengsi untuk menyatakan perasaan kakak kepada Ara sudah tahu kakak juga menyukainya kenapa cuma diam saja.” Ucap Ana gemes dengan sikap sang kakak


“ aku dengan Ara bersahabat aku tahu bagaimana sikap dan sifat Ara dia sangat tulus terhadap kakak kalau kakak emang tidak ingin Ara bersama dengan lelaki lain ya kakak harus menjawab dan menyatakan perasaan kakak. Aku tidak mau sahabat baik aku di beri harapan palsu, dia sudah lama menyukai kakak dia tidak pernah dekat dengan pria lain padahal banyak pria yang terus berusaha mendekatinya namun dia dengan terus terang menolaknya dan terus berharap dengan kakak.” Ucap Ana


“ ya trus aku harus bagaimana ? dulu kan aku masih sangat sibuk dengan pekerjaan aku takut mengganggu kuliah dia dan pekerjaan aku. Kalau sekarangkan aku sudah stabil dan dia juga sudah lulus namun aku malu untuk mengutarakan perasaan aku” ucap Jo


“ ck... kenapa aku punya kakak yang pengecut sih” ucap Ana kesal


“ aku tidak pengecut aku cuma malu saja” ucap Jo tidak terima dengan ucapan Ana


“ ck... itu sama saja menyebalkan” ucap ana


“ dengarkan aku ya ka lebih baik sekarang kakak ngomong sama Ara utarakan semua perasaan kakak jangan sampai kakak menyesal telah menyia-nyiakan gadis cantik dan sebaik Ara, dia sangat setia kepada kakak padahal kakak tidak pernah memberikan kepastian kepadanya.” Ucap Ana


.


.


.


...****************...


BERSAMBUNG ...


MAMPIR YUKK DI NOVEL BARU AUTHOR DENGAN JUDUL " MY INTROVERT WIFE " by. Eryna na



Terimakasih yang sudah berkenan membaca karya author...🙏😊


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN DAN CERITANYA SEDIKIT BERANTAKAN 🙏

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA YAAA.... JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA.... 👍❤️🌹🙏


__ADS_2