
Di kamar Oskar
Ana yang sudah selesai membersihkan tubuhnya segera keluar dari kamar mandi dan langsung menuju ke ruang baju. Ana melihat baju yang di siapkan oleh sang kekasih dan dia segera memakainya. Menurutnya Oskar sangatlah manis dan perhatian meskipun sering membuatnya jengkel. Ana sudah mencintai Oskar sejak Oskar mengutarakan perasaannya.
Setelah selesai ana segera keluar dari kamar Oskar menuju bawah untuk menemui sang kekah dan mami Lyly. Di luar kamar Oskar Ana mendengar suara tawa yang sangat familiar di telinganya dia. Ana yang penasaran langsung turun kebawah dengan cepat.
Sesampainya di bawah Ana melihat wanita paruh baya yang sangat dia rindukan. Ana langsung menghampiri orang-orang yang sedang berada di ruang keluarga mension Oskar.
“ MOMMMMYYYY” teriak Ana dan langsung menghambur ke pelukan sang mommy lani
.
.
.
NEXT.....
“ hallo sayang apa kabar puti mommy yang cantik ini?” tanya mommy Lani kepada Ana yang berada di pelukannya
“ mom kenapa tidak bilang kalau mommy akan kesini hari ini, dan kenapa mom bisa ada di rumah mami Lyli?” tanya Ana setelah melepas pelukan sang mommy
“ ck... bukannya jawab pertanyaan mom, ini malah main balik tanya, ya mom ingin memberimu kejutan mom sampai kemarin sore bersama kakakmu nanti daddy akan menyusul kesini dia masih ada kerjaan... dan mommy kenapa bisa ada disini yaa karena mami Lyli adalah sahabat mom sayang” jawab mommy Lani sambil mengusap rambut sang anak
“ What.... jadi mami sama mommy sudah saling kenal?” tanya Ana
“ hahahaha iya sayang mami sahabat mom kamu sedari kecil kita berasal dari daerah yang sama” jawab mami Lyli dan di setuji oleh mommy Lani
“ ckkk kalian kenapa tidak pernah cerita kepada Ana” ucap Ana merajuk
__ADS_1
“ honey tidak perlu marah dong sini aku peluk” ucap Oskar llangsung menarik tangan Ana kedalam pelukannya
“ ck.. kalian tidak tahu malu ya main peluk didepan orang tua kalian” ucap mami Lyli
“ehhhh tunggu deh ... apa kamu juga tahu kalau aku anak mommy Lani?” tanya ana kepada oskar yang sudah meregangkan pelukannya
“hahahaha ya aku tahu kamu adik dari sahabatku Johan” jawab Oskar sambil mengelus pipi Ana
“ ihh ko kalian tidak pernah ada yang cerita kepada Ana kalau kalian semua sudah saling kenal... menyebalkan” ucap Ana merajuk pergi ketaman belakang mension kedua orang tua Oskar
“ ck... kumat manjanya itu anak” ucap mommy Lani
“ hahaha dia sangat menggemaskan dan kita sebentar lagi akan menggendong cucu Lan, aku rasa hubungan Oskar dan Ana sudah serius “ ucap mami Lyli
“ yaaa aku sudah tidak sabar... aku juga yakin Ana sudah jatuh kedalam pesona Oskar dia tidak pernah manja atau mau dekat dengan lawan jenis selain daddy nya dan kakaknya, aku lihat dia dekat dan mau berpelukan dengan Oskar itu tandanya hubungan mereka sudah jauh. Kita tinggal menanyakan kepada mereka kapan mereka akan menikah” ucap mami Lani dan di setujui oleh mami Lyli
Sedangkan Oskar yang melihat Ana sedang merajuk dia hanya menggelengkan kepalanya. Ana ngambek dan pergi ke taman belakang meninggalkan para mami dan Oskar.
Oskar membawa semangkuk es cream untuk Ana yang sedang duduk di gajebo taman belakang mension kedua orang tua Oskar. Dia mendekat kepada sang kekasih yang masih cemberut, dia duduk di samping Ana dan menyendokan es cream untuk disuapkan untuk Ana.
Awalnya Ana menolak tetapi Oskar terus memaksanya dan akhirnya dia mau memakan es cream yang di suapi oleh sang kekasih. Tidak ada obrolan dianatara mereka karena Oskar tahu mood Ana masih jelek. Setelah es cream yang di bawa Oskar habis barulah dia membuka perbincangan.
“ honey sudah jangan ngambek nanti cantiknya hilang” ucap Oskar
“ hmm” ucap ana singkat
Oskar langsung menarik sang kekasih kedalam pelukannya awalnya Ana tidak membalas pelukan Oskar namun lama kelamaan Ana membalas pelukan Oskar. Oskar memberikan kecupan-kecupan di kepala Ana.
“ dengar aku ya ... aku tahu kamu kesal karena tidak ada yang bilang kalau aku dan keluarga kamu sudah saling kenal tapi kita dia ada maksud untuk menyembunyikannya. Aku dan kakak kamu Jo itu berteman. Kita juga pernah bertemu sekali pada saat wisuda kakak kamu Cuma kamunya saja tidak ingat padahal aku selalu memperhatikan kamu.” Ucap Oskar
__ADS_1
“ aku tidak marah ko.. Cuma sebel aja ... ohh ya masa sih aku tidak ingat kalau kita pernah bertemu pada saat kak Jo wisuda yang aku ingat itu kamu yang menyebalkan marah-marah karena bertabrakan denganku pada saat di restoran waktu itu” ucap Ana
“ hahahaha....sudah jangan cemberut sini biar aku cium” ucap Oskar
“ ckk dasar mesum” ucap Ana sambil mengplak tangan Oskar sambil tersenyum malu
“ ayo masuk sayang mami dan mommy pasti sedang menyipkan untuk kita makan” ucap Oskar dan beranjak dari duduknya
Ana dan Oskar masuk kembali kedalam mension dan ternya sang papi Sean juga sudah tiba di mension. Para orang tua sedang berbincang di ruang makan menunggu makanan yang siap di hidangkan oleh para maid di mension kedua orang tua Oskar. Oskar terus bergandengan tangan sampai di meja makan dan orang tua mereka hanya tersenyum melihat kebucinan anak mereka.
.
.
.
...****************...
Bersambung
...****************...
Terimakasih yang sudah berkenan membaca karya kedua author...🙏😊
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA.... 👍❤️😊🙏
JANGAN LUPA MAMPIR DI KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YAA
__ADS_1
JUDULNYA " PERTEMUAN UNTUK PEMBALASAN " by . Eryna na🙏