
Oskar dan kedua orang tuannya berjalan menuju ruangan yang akan diadakan meeting. ruangan meeting berada di lantai 12 jadi mereka masuk kedalam lift bersamaan. di dalam lift Oskar terus menggandeng tangan Ana.
" CK lihat Pi anak kamu sedang kasmaran " ucap mami Lyly yang melihat Oskar terus memegang tangan Ana sedangkan ana sedari tadi berusaha melepaskan genggaman tangan Oskar tapi nihil.
" hahahah son kamu hebat bisa menyukai Ana, An kamu sabar ya menghadapi pria menyebalkan ini " ucap papi Sean
" iya mi Pi anak papi dan mami sukanya memaksa nyebelin " ucap santai ana karena tidak da karyawan lain di didalam lift jadi berbicara santai dengan tuan Sean dan nyonya Lyly
mendengar jawaban dari Ana Oskar hanya menampilkan senyum saja sedangkan kedua orang tua nya ikut tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak yang terpikat oleh sekertaris Ana.
...****************...
NEXT...
Di ruang rapat semuanya sudah berkumpul. kedatangan tuan Sean, nyonya Lyly dan Oskar membuat semua orang berdiri dan menyambut kedatangan mereka. Asisten tuan Sean dan Oskar mengikuti dari belakangnya sedangkan Ana berada di samping Oskar karena Oskar mengancam Ana apabila berjauhan dengan pria itu.
" Selamat pagi semua" ucap tuan Sean
" selamat pagi juga tuan nyonya " ucap orang-orang yang berada di ruangan rapat itu.
" mari kita mulai rapatnya, silahkan duduk" ucap tuan Sean
" disini saya akan memperkenalkan anak saya dia Oskar Abraham, dia yang akan menggantikan posisi saya disini " ucap tuan Sean memperkenalkan anaknya yaitu Oskar
Skip setelah meeting selesai.
Oskar dan kedua orang tua nya kembali kedalam ruangan tuan Sean yang sekarang menjadi ruangan milik Oskar diikuti oleh asisten dan juga sekertaris Lucyana.
__ADS_1
Skip waktu istirahat...
"kring...kring... kring" suara telpon di ruangan Ana berbunyi
" hallo dengan sekertaris Lucyana, ada yang bisa saya bantu?" ucap Ana
" honey keruangan aku "ucap Oskar langsung menutup panggilan tersebut
" CK ... ini pria seenaknya saja dia huft.. sabar An" ucap ana dan langsung keluar menuju ruangannya Oskar
"Toko...tok...tok" ana mengetuk pintu ruangan Oskar
"masuk" ucap Oskar
"ada apa tuan, ada yang bisa saya bantu"ucap ana
" honey ini udah jam istirahat bukan jam kerja lagian kita cuma berdua saja jangan formal begitu " ucap oskar
" CK... makan siang bersamaku saja temani aku yaaaa"ucap Oskar mencoba membujuk Ana
" CK... kamu kebiasaan sukanya memaksa Oskar aku mau makan siang bersama temanku kamu makan siang sendiri saja " ucap ana
" teman kamu cewek atau cowok " ucap Oskar mulai posesif
" Huft... cewek Oskar itu Dea dan Diara kepala pemasaran dan kepala divisi keuangan " ucap ana
" Owhhh ya baiklah tapi pesankan aku makan siang terlebih dahulu, lagian kerjaan aku masih numpuk juga dan kamu jangan dekat-dekat dengan cowok lainnya " ucap Oskar
__ADS_1
" ya kamu mau apa biar aku pesankan" tanya ana
" apa saja terserah kamu " ucap Oskar
Ana langsung memesan makanan untuk Oskar.
" nanti ada OB yang mengantarkan makanan kamu aku udah ditunggu sama Diara dan Dea" ucap Ana
Oskar langsung mendekati ana dan langsung menarik pinggangnya tanpa aba-aba Oskar langsung mencium bibir ana dan sedikit ********** tidak lama hanya sebentar saja karena Ana tidak membalas ciuman tersebut. ana hanya melotot kan matanya karena kaget dan setelah sadar langsung memukul dada bidang Oskar.
" ck.. kurang ajar kamu dasar mesum kebiasaan banget main nyosor saja" ucap ana kesal sambil mengusap bibirnya yang basah kena air liur Oskar
" kan makanan pembuka honey , udah sana kamu udah ditunggu kan jangan lupa makan yang banyak biar sehat" ucap Oskar santai dan kembali duduk di kursi kebesarannya
Ana tidak menjawab ucapan Oskar dia langsung berbalik menggenakan kakinya dan langsung berjalan keluar dari ruangan Oskar untuk turun ke kantin kantor untuk makan siang bersama kedua sahabatnya.
" Dasar bos gila mesum tidak tahu diri menyebalkan seenaknya dia main cium cium aku terus, huft lagian kenapa juga aku harus diam saja apa aku udah mulai ada rasa sama dia, tidak dipungkiri dia memang tampan dan apa yang di ucapkan mami Lyly waktu itu juga Oskar pria yang tidak mudah untuk dekat dengan wanita sudah terbukti waktu diruang rapat bagaimana muka dia yang sangat saat para wanita menatap kagum kepadanya." gumam Ana saat berada di dalam lift untuk turun kebawah menuju kantin
" Ting " suara pintu lift terbuka ana langsung keluar berjalan menuju kantin ada beberapa karyawan yang menatapnya dan memberi salam kepadanya. ana hanya menganggukkan kepalanya tanpa membalas sapaan atau senyuman yang lain.
Sesampainya di kantin ana langsung mencari kedua sahabatnya, dan setelah melihat keberadaan sahabatnya ana langsung menghampiri Dea dan Diara yang sedang mengobrol sambil menunggu makanan pesanan mereka datang.
...****************...
Bersambung
...****************...
__ADS_1
terimakasih kepada para pembaca karya pertama author maaf kalau masih ada salah penulisan 🙏😊
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA....👍❤️😊🙏