
Oskar hanya mendengarkan saja dengan memperhatikan wajah Ana yang menggemaskan
" An kamu malam ini tidur disini ya sayang, besok masih hari libur jadi kamu menginap saja disini lagian sekarang sudah malam juga " minta mami Lyly
" ya baiklah mam " ucap ana sambil mengangguk kepalanya karena tidak tega menolak permintaan mami Lyly
mami Lyly dan Oskar menampilkan senyum merekah setelah mendengar jawaban dari Ana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
NEXT....
" Oskar antar ana ke kamarnya ini sudah malam ini " ucap mami Lyly
" Iya mi Ana " ucap Oskar dengan senang hati mengantar Ana
" ya udah mi Ana duluan ya mi, ana juga sudah mulai ngantuk juga " ucap ana sambil mencium kedua pipi mami Lyly dan memeluk papi Sean
" ya sayang tidur yang nyenyak " ucap mami Lyly
" ayo honey aku antar kamu ke kamar " ucap Oskar merangkul pundak Ana
__ADS_1
Ana yang di rangkul Oskar hanya diam saja karena dia sudah malas untuk berdebat dengan pria yang menyebalkan seperti Oskar. Ana dan Oskar berjalan menuju kamar yang akan di tempati. Oskar membawa ana ke kamar tamu yang berada di lantai dua lebih tepatnya di samping kamar Oskar. Selama perjalanan menuju kamar Oskar terus memandangi dan tersenyum melihat wajah cantik ana yang bersemu karena trus di rangkul oleh Oskar. Ana terus mengatur debaran jantungnya yang terus berdegup kencang. Sesampainya di depan pintu kamar yang akan di tempati oleh ana Oskar melepaskan rangkulannya dan membukakan pintu kamar tersebut.
" Honey ini kamarnya silahkan masuk " ucap Oskar sambil membukakan pintu untuk Ana masuk kedalam
Ana masuk kedalam kamar tidur yang dibukakan oleh Oskar di melihat sekeliling ruangan kamar tersebut. Ana tidak menyadari kalau Oskar juga masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamar tersebut.
" Honey... " ucap Oskar sambil memeluk ana dari belakang
Ana yang dipeluk oleh Oskar langsung menegang, dia tidak bisa menolak pelukan yang diberikan pria menyebalkan itu. Ana masih diam untuk mengatur debaran jantungnya. Oskar yang merasa tidak ada penolakan dari ana langsung membalikkan badan Ana agar menghadap kepadanya. Oskar memperhatikan wajah ana yang bersemu merah dan tak lama Oskar langsung menyerang bibir manis yang menggoda Dimata Oskar. Ana kaget mendapatkan serangan ciuman dadakan dari Oskar hanya melotot kan matanya dan mulai berontak setelah kesadarannya mulai datang.
" Oskar lepas" ucap ana disela ciuman yang diberikan Oskar
" honey your mine, bibir kamu terasa manis dan menjadi canduku " ucap Oskar dengan mengusap bibir ana yang basah
Ana hanya diam saja karena rasa malu dan debaran jantung yang terus berdebar kencang. Ana merutuki dirinya kenapa dia ikut terbuai oleh ciuman yang diberikan Oskar.
" Udah honey jangan bengong terus kamu kaya gitu jadi tambah bikin aku ingin mencintaimu" ucap Oskar menggoda ana
" Ihh .... apaan sih kamu nyebelin banget , udah sana kamu keluar aku mau istirahat" ucap Ana sambil memukul dada bidang Oskar
" ya aku keluar.... mimpi indah honey " ucap Oskar dan memberikan kecupan pada kening ana dan langsung keluar dari kamar ana
__ADS_1
Setelah Oskar keluar dari kamar ana, ana masih diam dan berusaha mencerna semua yang telah dilakukannya bersama Oskar. Ana memegang bibir dan kening yang di cium oleh Oskar tak sadar ana tersenyum dengan membayangkan ciuman tadi.
" Ahhhh bisa-bisa aku gila ini kenapa jantungku terus berdebar dekat dengan Oskar masa iya aku suka pada pria menyebalkan seperti dia " gumam ana sambil masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya
di kamar itu sudah disediakan pakaian ganti untuk ana gunakan oleh maid yang diperintah oleh mami Lyly
Kembali ke Oskar setelah keluar dari kamar ana Oskar langsung masuk kedalam kamarnya yang berada di sebelah kamar Ana. Dia merasakan bahagia dengan pertemuannya dengan Ana. Ana bisa membuat jantungnya tidak pernah berhenti berdebar dengan wajah cantik nan imut membuat seorang Oskar yang sangat susah untuk didekati oleh para wanita sekarang dia terpikat oleh Ana.
Oskar membayangkan ciuman yang tadi dilakukan bersama ana dan ana membalas ciuman tersebut membuat Oskar merasa sangat senang. dan dalam pikirannya sekarang Ana hanya akan menjadi miliknya.
" Oh my Ana kamu benar-benar membuat aku hilang kendali dan membuat si Otong terbangun hanya dengan ciuman singkat itu " ucap Oskar sambil melenggang masuk kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hasrat dengan berendam air dingin
...****************...
Bersambung
...****************...
Terimakasih yang sudah berkenan membaca kehaluan author maaf kalau masih ada salah penulisan 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT dan HADIAHNYA 👍❤️😊🙏
__ADS_1