My Favorit Secretary

My Favorit Secretary
Bab 19


__ADS_3

Mereka bertiga tidak mengobrol lagi, mereka langsung menghabiskan makanannya setelah habis ponselnya berbunyi.


" kring...kring ...kring..." ponsel ana berbunyi tertera nama Oskar di ponsel tersebut


" Ya hallo tuan " ucap ana menjawab panggilan dari Oskar


" honey keruangan aku sekarang ya, kamu sudah selesaikan makan siangnya kan , oh ya dan nanti tolong sekalian buatkan aku kopi ya " ucap Oskar langsung menutup sambungan teleponnya


" CK ... ni orang main tutup saja belum juga aku jawab " ucap ana kesal


" hahahaha semangat cantikku taklukkan bos tampan mu itu " ucap Dea sambil terkekeh


" iya benar... udah sana mending cepat kamu kembali sebelum kena omel bos baru mu An " ucap Diara


" hmm... ya sudah aku duluan ya " ucap ana beranjak pergi dari kantin menuju ruangan Oskar dan tak lupa dia menyiapkan kopi untuk Oskar


...****************...


NEXT. . . .


Ana setelah menyelesaikan makan seiangnya bersama dengan para sahabatnya yaitu Dea dan Diara. Ana langsung kembali kekantornya karena dia sudah di hubungi oleh Oskar. Ana juga tidak lupa untuk membuatkan terlebih dahulu kopi yang di pesan oleh Oskar. Tak lama Ana sampai di lantai tempat ruang kerjanya dan ruang kerja Oskar.


“ Tok...tok...tok “ Ana mengetuk pintu ruangan Oskar


“ Masuk “ ucap Oskar dingin


Setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh Oskar Ana langsung masuk kedalam ruangan oskar dengan membawa secangkir kopi pesanan oskar.


“ permisi pak ini kopinya” ucap ana sambil manruh kopi tersebut di atas meja kerja Oskar


Oskar yang sedang serius memeriksa berkas di meja kerjanya tanpa menyadari siapa orang yang masuk kedalam ruangannya. Setelah mendengar suara wanita yang dicintainya oskar langsung mendongkak melihat Ana yang sedang menaruh kopi pesanan Oskar. Oskar menampilkan senyum manisnya melihat wajah ana yang selalu manis dimatanya.


“ makasih banyak honey kopinya “ ucap Oskar langsung mengambil dan menyeruput kopi buatan Ana

__ADS_1


“ ya sama- sama tuan” ucap ana formal


“ hmmm ... nikmat, kopi buatan kamu sungguh sangat nikmat honey, dan jangan lupa kalau kita sedang berdua saja jangan formal sama aku honey “ ucap Oskar


“ ck... ya baiklah ... apa masih ada yang diperlukan ? “ tanya Ana


“ Oh ya.. nanti kan ada meeting dengan perusahan X aku mau kamu ikut bersama denganku” jawab Oskar


“ baiklah ... jam berapa meetingnya “ tanya ana


“ ck... bukannya kamu yang mengurus semua jadwal aku honey “ ucap Oskar sambil tersenyum


“ Oh iya maaf aku lupa !” ucap ana sambil menampilkan senyum terpaksanya


“ cantik dan manis “ gumam oskar melihat tingkah ana


“ maaf masih ada lagi yang harus saya bantu “ ucap ana


“ tidak sudah kamu boleh kembali keruangan kamu “ ucap Oskar sambil memeriksa kembali berkas-berkas yang berada di meja kerjanya


Hari udah menjelang pukul 3 sore tepatnya disebuah restoran terlihat ada empat orang yang sedang berbincang mengenai pembahasan kerja sama anatar perusahaan Oskar dengan perusahaan X. Oskar di dampingi oleh Ana selaku sekertarisnya dan pemilik perusahaan X yang berna tuan Adam tersebut ditemani oleh asistennya.


“ Tuan Oskar saya setuju dengan berkerja sama dengan perusahaan anda” ucap tuan Adam yang menyetujui kerja sama perusahaanya dengan perusahaan Oskar setelah dia mendengarkan penjelasan kerja samanya dan keuntungan yang di dapatkan oleh perusahaannya


“ baik tuan, saya harap anda akan senang untuk bekerja sama dengan perusahaan kami” ucap Oskar dengan matanya yang melirik tajam memperlihatkan ketidak sukaanya kepada asisten tuan adam yang sedari tadi memperhatikan sang pujaan hatinya yaitu Ana.


Ana menyerhkan berkas kerjasamanya kepada asisten tuan Adam yang bernama Roy. Roy masih terlihat muda dan juga cukup tampan tapi masih kalah jauh dari ketampanan Oskar. Roy yang memperhatikan Ana menurutnya Ana sangat cantik dan pintar membuat Roy merasa tertarik kepada Ana. Hal tersebut dapat terlihat dari pandangan Oskar dan membuat Oskar tidak menyukai asisten dari tuan Adam.


“ ini berkasnya tuan Roy “ ucap ana sambil memberikan berkas tersebut dan sedikit menampilkan senyum di wajahnya.


“ ya terimakasih nona Lucyana “ ucap asisten Roy


“ oke ... sepertinya sampai disini dulu saya harus segera kembali masih ada pekerjaan yang harus saya kerjakan” ucap Oskar pamit kepada tuan Adam karena dia tidak tahan melihat asisten Roy yang terus memperhatikan Ana

__ADS_1


Kemudian Oskar dan Ana beranjak dari duduknya, tiba-tiba aisten Robet memegang tangan Ana sehingga membuat Oskar mengeraskan rahangnya melihat tangan wanita kesayangannya di pegang pria lain. Ana yang dipegang tangannya langsung melepaskan pegangan tangan asiten Roy karena Ana sedari tadi juga merasa risih karena asisten roy terus memperhatikannya sedari tadi dan dia tidak suka ada pria yang seenaknya memegang tangannya.


‘ maaf nona Lucyana apa boleh saya meminta kontak ponsek anda “ tanya asisten Roy


“ TIDAK PERLU “ ucap Oskar tegas dan dingin bukan ana yang menjawab pertanyaan dari asisten tuan Roy melainkan Oskarlah yang menjawabnya karena dia sangat kesal kemudian Oskar langsung merengkuh pinggang Ana sehingga Ana menempel ke badannya Oskar


“ maaf tuan Oskar saya hanya meminta kontak nona Ana saja untuk membahas kerja sama kedepannya “ ucap asisten Roy yang kaget melihat bosnya Ana merengkuh badan Ana


“ saya ucapkan tidak perlu, dan saya harus ingatkan jaga pandangan anda dari WANITAKU “ ucap Oskar dingin dan menekankan kata “WANITAKU” agar asisten Roy tidak berharap kepada Ana


Ana yang mendengar ucapan Oskar hanya diam saja karena dia juga tidak menyukai tingkah asisten Roy kepadanya. Ana tidak menyanggah ucapan Oskar kalau dia adalah “Wanitanya” karena Ana juga merasa nyaman dekat dengan Oskar meskipun selalu membuatnya kesal.


“ maaf tuan saya tidak tahu kalau nona Lucyana wanita anda “ ucap asisten Roy merasa tidak enak kepada Oskar dan tuan Adam hanya memperhatikannya saja


“ ya ... kalau begitu kami permisi tuan Adam”pamit Oskar yang masih merengkuh posesif pinggang ana


“ ya tuan silahkan, maaf kalau asisten saya membuat anda tidak nyaman” ucap Tuan Adam


Oskar yang mendengar ucapan tuan Adam dia hanya diam saja dan langsung pergi meninggalkan tempat restoran tersebut dan langsung menuju ketempat parkir mobil kendaraannya. Tangan Oskar masih merengkuh pinggang Ana karena dia tidak mau kalau wanitanya ada yang melirik dan terpesona akan kecantikan dan kemanisan wanitanya seakan-akan dia memberitahukan bahwa Ana adalah wanitanya miliknya.


Penampilan Lucyana



Penampilan Oskar



...****************...


Bersambung


...****************...

__ADS_1


Terimakasih kepada para pembaca karya pertama author ini mohon maaf apabila masih banyak salah penulisan 🙏😊


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️😊🙏


__ADS_2