My Favorit Secretary

My Favorit Secretary
Bab 16


__ADS_3

β€œ kenapa dia sangan cantik” ucap Oskar dengan setelan jas yang pas di badannya dengan tampilan yang sangat tampan dan memiliki tubuh yang atletis.


Oskar memperhatikan Ana yang sedang menyenderkan kepalanya di kaca mobil dan sesekali ana tersenyum menikmati jalanan yang dilaluinya. Tanpa disadari senyum yang ana perihatkan menular kepada Oskar. Sang supir hanya melongo melihat ekspresi Oskar yang tidak pernah tersenyum kepada siapapun dan kini dia mellihat Oskar sedang tersenyum melihat Ana. Yaa Oskar dan Ana berangkat ke kantor bersama tetapi Oskar tidak mengendarai mobilnya sendiri karena diperintahkan oleh sang mami untuk menggunakan sopir yang berada di Mension sang mami.


β€œ Ahh Ana kamu sangat cantik menggunakan pakaian itu β€œ ucap Oskar dalam hati


...****************...


NEXT.....


Sesampainya Oskar dan Ana di perusahaan mereka berdua turun dari kendaraannya. Ana dan Oskar menjadi pusat perhatian karena sudah da beberapa karyawan yang sudah datang. Ana dan Oskar berjalan menuju lift khusus untuk menuju ke ruangannya.


Di dalam lift cuma ada mereka berdua asisten Oskar sudah berada di atas di ruangannya. selama di dalam lift Oskar terus memperhatikan Ana yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


" Honey kau tampak sibuk dengan ponselmu sedari tadi " ucap a


Oskar dengan nada merajuk


" CK... mulai deh kamu aku sedang membalas pesan dari Mommy aku Oskar " jawab Ana


" Ohh yaa kapan kamu akan memperkenal aku kepada mereka " tanya Oskar


" ckk emangnya kamu siapa aku " jawab Ana


" kan aku udah bilang kamu milik aku dan aku milik kamu " ucap Oskar langsung merengkuh pinggang Ana untuk menghadapnya dan Oskar langsung mencium bibir ana yang sangat menggoda pada pandangannya


Ana juga tidak diam saja dia akhirnya membalas ciuman Oskar yang sangat lembut. Ciuman mereka berhenti ketika nafas mereka sudah hampir habis. mereka saling pandang dan akhirnya ana menundukan kepalanya karena malu. Oskar menarik dagu Ana untuk menghadap kepadanya


" kita yang merasakannya, kita jalani apa adanya yang pasti aku hanya milik kamu dan kamu milik aku honey " ucap Oskar sambil mengusap bibir ana yang basah membuat lipstik ana terlihat berantakan


" Ckk gara- gara kamu ni ahh " setelah ana melihat pantulan dirinya lipstik nya belepotan ulah Oskar segera merapikan kembali


" hahahaha kamu juga menikmatinya honey" ucap Oskar sambil mengambil alih barang yang ada di tangan Ana


Ana segera merapihkan kembali riasannya.

__ADS_1


" tanpa make up saja kamu sudah cantik honey " ucap Oskar


" Ya aku tau ko sedari lahir aku memang sudah cantik " ucap Ana sambil tersenyum


" Yayaya " ucap Oskar


"Ting" pintu lift terbuka sampai di lantai ruangan Oskar dan Ana berada. Ana dan Oskar keluar dari dalam lift didepan ruangan Oskar sudah ada Asistennya. sedangkan tuan Sean dan nyonya Lyly belum sampai mereka masih dalam perjalanan menuju kantor. Acara rapat akan diadakan pukul Sembilan dengan seluruh jajaran direksi dan pemegang saham.


" Selamat pagi tuan dan sekertaris Ana " ucap asisten Oskar


" ya pagi " ucap bersamaan Oskar dan Ana


" hah aku tidak salah dengarkan, tapi tuan Oskar menjawab sapaan aku " batin asistennya Oskar karena jarang sekali tuan Oskar menjawab sapaan para karyawan dia sangat lah jutek dan pasif.


Oskar, Ana dan Asisten masuk kedalam ruangan Oskar.


" maaf tuan meeting akan diadakan sekitar 1 jam lagi, tuan Sean dan nyonya Lyly masih dalam perjalanan menuju perusahaan. " ucap Ana formal setelah mendapat kabar dari asisten tuan Sean


" Ya baik. berkas-berkas sudah siap semuanya? " tanya Oskar


karena berkas yang berada di tangan Ana itu merupakan berkas-berkas tua Sean karena hari ini ana terakhir menjadi sekertaris tuan Sean dan akan beralih menjadi sekertaris Oskar.


" maaf tuan apa masih ada yang diperlukan kalau tidak saya pamit keruangan saya " ucap Ana


" Tidak kamu boleh kembali ke ruangan mu nanti panggil aku untuk kalau sudah mau di mulai meeting nya. " ucap Oskar sedang kan asistennya hanya melongo melihat tatapan dan cara bicara Oskar kepada sekertaris Ana karena Oskar tidak pernah berbicara dengan lawan jenis secara lembut dan menampilkan senyumnya


" baik kalau begitu saya permisi " ucap ana dan langsung keluar dari ruangan Oskar menuju ruangannya


Ana berjalan menuju ruangannya yang berada di sebrang ruangan Oskar. setelah masuk kedalam ruangannya ana langsung mendudukkan dirinya di kursi kerjanya dan menampilkan senyum manisnya mengingat ciuman dan ucapan Oskar yang manis terhadapnya.


" Woahh kayanya aku udah ketularan Oskar, apa mungkin aku juga menyukainya " gumam ana memikirkan ucapan Oskar


" hmmm sudahlah kita lihat nanti saja yang penting dia masih baik terhadapku awas saja kalau dia macam-macam aku tinggalin aja." ucap ana


Waktu meeting akan diadakan sekitar sepuluh menit lagi dan sekarang Oskar beserta kedua orang tua nya sudah berkumpul di ruangannya.

__ADS_1


" Tok.. Tok.. Tok... " suara ketukan pintu


" masuk " ucap tuan Sean


Ana masuk kedalam ruangan Oskar. ya tadi yang mengetuk pintu adalah ana.


"Permisi tuan meeting akan dilaksanakan 10 menit lagi dan seluruh direksi dan pemegang saham sudah berkumpul tinggal menunggu kedatangan tuan Sean, tuan Oskar dan Nyonya Lyly. " ucap ana


" Ya baik kita pergi keruang meeting" ucap tuan Sean


Nyonya Lyly hanya memperhatikan Ana dan Oskar yang menampilkan wajah santai tapi pandangan nya terus tidak berganti dari wajah ana.


" Khemm Oskar ayo kmu jangan terus-terusan lihatin ana nanti dia grogi " ucap santai mami Lyly dan melangkah keluar mengikuti sang suami dan tersenyum melihat wajah ana yang sudah berseri


" hehehe ya mam ayo sekertaris ana " ucap Oskar kepada Ana yang masih diam menunduk


Oskar dan kedua orang tuannya berjalan menuju ruangan yang akan diadakan meeting. ruangan meeting berada di lantai 12 jadi mereka masuk kedalam lift bersamaan. di dalam lift Oskar terus menggandeng tangan Ana.


" CK lihat Pi anak kamu sedang kasmaran " ucap mami Lyly yang melihat Oskar terus memegang tangan Ana sedangkan ana sedari tadi berusaha melepaskan genggaman tangan Oskar tapi nihil.


" hahahah son kamu hebat bisa menyukai Ana, An kamu sabar ya menghadapi pria menyebalkan ini " ucap papi Sean


" iya mi Pi anak papi dan mami sukanya memaksa nyebelin " ucap santai ana karena tidak da karyawan lain di didalam lift jadi berbicara santai dengan tuan Sean dan nyonya Lyly


mendengar jawaban dari Ana Oskar hanya menampilkan senyum saja sedangkan kedua orang tua nya ikut tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak yang terpikat oleh sekertaris Ana.


...****************...


BERSAMBUNG


...****************...


terimakasih kepada para pembaca karya pertama author maaf kalau masih ada salah penulisan πŸ™πŸ˜Š


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA πŸ‘β€οΈπŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2