My Favorit Secretary

My Favorit Secretary
Bab 14


__ADS_3

Ana akan mengetuk pintu kamar Oskar tetapi belum sempat ana mengetuk pintu sudah terbuka dan memperlihatkan pria tampan yang sangat menggoda dengan otot-ototnya.


" morning honey muach" ucap Oskar sambil mengecup bibir manis ana


Ana yang tadinya terpesona melihat pria yang menyebalkan menjadi kaget dan reflek menggeplak tangan Oskar.


" Kyaaa... apa yang kau lakukan dasar pria mesum " ucap kesal ana sambil mengusap bibirnya yang dikecup oleh Oskar


" Morning kiss honey" ucap Oskar santai dan berjalan mendahului ana untuk turun menikmati sarapannya


" Ayo honey kita sarapan kenapa kamu bengong terus sih " ucap Oskar mengejutkan ana dan ana reflek mengejar Oskar


Oskar sangat senang mengganggu dan menggoda ana karena menurutnya ana sangat menggemaskan apalagi kalau ana sedang marah-marah sangat terlihat manis.


...****************...


NEXT....


Oskar dan Ana sampai ruang makan disana sudah ada mami Lyly dan papi Sean. Wajah ana yang di tekuk menjadi perhatian mami Lyly.


" sayang kamu kenapa dengan muka kamu, kenapa cemberut gitu " ucap mami Lyly melihat wajah ana yang cemberut


" Tuhhh gara-gara pria menyebalkan itu " ucap Ana sambil menunjuk Oskar sedangkan Oskar hanya menampilkan wajah santai saja


" Wah kamu di apakan sama dia An " tanya Papi Sean


" hanya di cium saja ko Pi hehehehe " ucap Oskar dengan santainya dan segera menarik kursi sedangkan ana shock mendengar jawaban Oskar dia segera memukul bahu Oskar beberapa kali.


Tingkah keduanya disaksikan langsung oleh kedua orang tua Oskar dan mereka saling pandang dan melempar senyum melihat tingkah Ana dan Oskar.


" ampun honey udah dong jangan pukul terus mending kita sarapan aku udah lapar " ucap Oskar sambil memangku kedua tangan Ana yang sedari tadi memukul bahunya


" hahahaha sudah sayang mending kmu sarapan dulu nanti biar mami yang kasih dia hukumannya " ucap mami Lyly

__ADS_1


" Huft... iya mi " jawab Ana sambil duduk dikursinya untuk segera melaksanakan sarapannya


Setelah menyelesaikan sarapannya mereka berempat beralih tempat menuju halaman belakang yang terdapat sebuah kolam renang dan tempat santai. mami Lyly sangat menyukai tanaman jadi dihalaman belakang mension milik keluarga Abraham itu terlihat sangat indah dan segar .


Ana dan Mami Lyly sedang bercocok tanaman yang baru saja di beli mami Lyly kemarin sedang Oskar dia lebih memilih untuk berenang bersama papi Sean. Ana yang melihat penampilan Oskar pada saat berenang membuatnya sangat terpana dia tidak memungkiri bahwa Oskar sangat tampan serta memiliki tubuh atletis dengan otot-ototnya yang menggoda.


" sayang kamu sedang lihat apa " ucap mami Lyly yang sebenarnya tahu ana sedang memperhatikan Oskar


" Ehhh mi tidak ko hehehe " ucap Ana sambil tertawa


" Ya sayang ... maafin Oskar ya dia selalu mengganggu kamu dia itu susah untuk dekat dengan wanita dan mami lihat dia menyukai kamu An. Oskar merupakan pria yang susah untuk menjalin sebuah hubungan dan mami lihat hanya kamu yang bisa merubah pandangan dia terhadap para wanita. banyak wanita yang sudah mami kenalkan tapi tidak ada satu orangpun yang di lirik oleh Oskar. ucap panjang mami Lyly


" mami apaan sih apa yang dilihat dia dari aku mi " ucap ana merasa malu


" hey jangan salah kamu itu cantik, cerdas apa adanya tidak sombong dan kamu tidak pernah dekat dengan pria juga. Oskar pasti melihat hal lebih dari diri kamu dan mami juga menyukai kalo kamu bersama dengan Oskar" ucap mami Lyly


" ahh mami anak mami yang menyebalkan itu memang tampan dan menggoda tapi dia selalu membuat ana kesal mi " ucap Ana


" hahahah ya sayang di bersikap seperti itu karena menurut mami dia suka sama kamu " ucap mami Lyly


" hehehehe iya sayang maaf ayo kita lanjut bertanam saja " ucap mami Lyly melanjutkan kegiatannya bersama Ana


Skip menjelang sore


waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. ana dan Oskar pamit pulang ke apartemen mereka sebenarnya mami Lyly tidak mengijinkan Ana dan Oskar pulang ke apartemen karena dia merasa kesepian di mension hanya sendiri dan di temani beberapa maid saja.


" Maaf mi besok ana kan masuk kerja dan ada kerjaan yang harus ana kerjakan malam ini jadi ana harus pulang ke apartemen, nanti kapan-kapan ana pasti main lagi kesini " ucap ana


" iya mi lagian mami juga pasti ketu lagi sama ana di kantor, lagian besok mami juga akan kekantor dengan papi, kan besok aku yang akan menggantikan papi di kantor " ucap Oskar


" ya baiklah kalian hati-hatilah di jalannya " ucap mami Lyly kemudian memeluk dan mencium pipi ana


" ya udah ana pulang dulu ya mi " ucap ana masih dalam pelukan mami Lyly dan memberikan kecupan di pipi mami Lyly

__ADS_1


Ana dan Oskar masuk kedalam mobil yang di Kendari kemarin malam oleh Oskar. selama perjalanan ana tidak berbicara sama sekali karena dia merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Oskar melirik kearah Ana yang diam sedari tadi.


" Honey kita langsung ke apartemen atau ada tempat yang akan kamu tuju. " tanya Oskar


" hmm tidak langsung pulang saja, lagian ada berkas yang harus aku siapkan untuk besok lagian kamu juga besok sudah mulai menggantikan papi kan " ucap Ana


" oh ya kenapa kamu terus memanggil aku dengan sebutan honey" tanya ana dengan nada gugup


" hehehe karena kamu honey aku aku tertarik kepada mu An " ucap Oskar kemudian Oskar menepikan kendaraannya


Ana menoleh kearah Oskar dan bertanya


" kenapa kita berhenti disini " ucap ana


" look at me honey tatap mata aku, aku pria yang tidak bisa basa basi an aku juga tidak suka dekat dengan wanita dan sekarang aku merasakan bahwa jantung aku berdebar pada saat kita berjumpa di restoran Tempo waktu itu, aku suka dengan kamu yang apa adanya " ucap Oskar sambil memegang kedua tangan Ana


Ana mendengar ucapan tulus dari Oskar menjadikannya terdiam seakan terhipnotis oleh tatapan tajam Oskar yang membuat jantungnya tidak bisa di kontrol.


" aku tahu kamu juga sama seperti aku yang susah untuk dekat dengan pria kecuali Daddy kamu dan kakak kamu, dan aku juga tahu apa yang kamu rasakan dekat dengan aku kita jalanni saja mengikuti alur yang pasti kamu adalah milik aku " ucap Oskar dan menarik tengkuk ana mencium bibir ana dengan agresif ana yang awalnya kaget akhirnya membalas ciuman Oskar setelah dikira ana mulai kehabisan nafas baru Oskar melepas ciuman itu dan mengusap bibir ana yang basah


ana merasa malu dengan apa yang telah dia lakukan dengan oskar dia langsung memalingkan wajahnya karena sudah merah seperti kepiting rebus.


" hehehehe kenapa dengan wajah mu honey " ucap oskar menggoda ana


" Ihhh apaan sih udah cepat jalankan mobilnya " ucap ana gugup


setelah mendengar ucapan ana Oskar langsung menghidupkan kembali mobil nya dan melajukan mobilnya menuju ke apartemen mereka tinggali.


...****************...


Bersambung


...****************...

__ADS_1


Terimakasih yang sudah berkenan membaca kehaluan author maaf kalau masih banyak salah penulisan 🙏😊


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA 👍❤️😊🙏


__ADS_2