My Iron Man

My Iron Man
Episode 1


__ADS_3

Hari ini adalah hari peringatan 3 tahun kepergian ibuku, hari yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Tidak terasa 3 tahun sudah berlalu dan kenangan akan ibuku masih terus membayangi pikiranku, ibu meninggalkan aku saat usia 14 tahun dan sekarang aku sudah 17 tahun, usia dimana anak-anak akan sangat bergantung pada orang tuanya tapi tidak berlaku untukku, setelah ibuku meninggal aku tinggal bersama paman dan bibi ku mereka membesarkan aku seperti anak kandung mereka sendiri, paman dan bibi mempunyai 1 anak laki-laki yang sudah berusia 21 tahun dan dia juga sangat baik seperti saudara kandungku sendiri. Aku sekarang sudah duduk dikelas 3 SMA.


Paman dan bibi mengajak aku untuk berkunjung ke makam ibu hari ini, aku sangat bahagia jika akan berkunjung ke makam ibu karena perjalanan kesana cukup jauh dan aku tidak bisa pergi sendirian karena takut hehe.


"Olive apakah kamu sudah siap? Jangan berdiri didepan kaca terlalu lama atau tidak kaca itu akan pecah" ucap pamanku sambil tertawa.


"Siap paman aku akan keluar sebentar lagi" dan bibi ku sudah mempersiapkan barang-barang yang akan kami bawa seperti air, bunga, sapu lidi, dll. Setelah perjalanan mungkin sekitar 30 menit kami baru sampai di makam ibuku, ketika kami sampai kami terkejut karena melihat taburan bunga dan sepertinya seseorang baru saja datang ke makam ibuku.


"siapa yang baru saja berkunjung ke sini apakah temanmu olive?" tanya bibiku.


"Tidak ada temanku yang mengetahui makam ibu bi" ucapku dan kami saling memandang "ya sudah tidak usah dipikirkan ayo kita bersihkan nanti keburu sore" ucap paman, setelah kami membersihkan makam kami pun pulang karena hari sudah mulai sore.


"Olive.....! ayo kita makan dan setelah itu kamu lanjutkan belajar nya" ucap bibi, karena bibi sangat perhatian kepadaku.


"Iya bi...! Olive keluar sebentar lagi tapi olive cuci muka dulu yah" ucapku sambil tersenyum dan sedikit bernyanyi sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Pukul 06:30 aku pergi ke sekolah dengan menggunakan transportasi umum, dari rumah menuju sekolah ku sekitar 15 menit.


"Hallo selamat pagi olive" ucap Dean, dia adalah teman dari masa kecilku yang sangat cerewet dan suka mengikutiku kemana aku pergi.


"Hmm juga" ucapku karena aku sedikit malas dengannya.


Aku mengambil jurusan Ips sedangkan Dean mengambil jurusan Ipa, kami bisa dikategorikan murid yang cukup pintar hehe.


"Hey hey apa yang akan kita makan waktu istirahat nanti" ucap Lisa, dia adalah teman terbaikku dan dia sedikit tomboy tapi apa adanya, apa yang dia rasakan pasti akan dia katakan padaku.


"Sabar lah, kita saja belum masuk pelajaran pertama dan kau sudah memikirkan makan! Hmm".


"Makan itu penting, dan pelajaran juga sebenta lagi akan berlalu liv haha" ucap Lisa sambil tertawa mengejekku.


Dan aku cuma bisa tertawa dengan tingkah laku Lisa.


Bel pun berbunyi dan Lisa langsung menarik ku untuk ke kantin.


"Hai, kami berdua duduk disini oke!" ucap Dean dan Bima. Bima adalah teman masa kecil Dean dan juga cukup akrab denganku kami dulu serin bermain bersama.


"Baiklah! Asalkan kalian tidak mengambil makananku" ucap Lisa sambil tertawa.


Setalah pulang sekolah aku ingin pergi ke toko musik karena aku ingin membeli album Kpop, kebetulan Idolaku baru saja mengeluarkan album baru.


"Olive ayo kita pulang aku akan mengantarmu" ucap Dean.


"Tidak, hari ini aku tidak langsung pulang karena aku ingin ke toko musik kau duluan saja" Ucapku.


"Oh baiklah aku akan ikut denganmu" ucap Dean.


Akhirnya aku pergi bersama Dean, hitung - hitung menghemat ongkos kan, aku tau Dean sebenarnya menyukaiku tapi aku berusaha untuk tidak merespon nya karena aku tidak ingin melihat dia terluka olehku.


"Setelah dari toko musik kita makan ya Liv" ucap Dean.


"Kau yang teraktir ya".


"Tentusaja!, aku sangat suka jika kau menuruti kemauanku" ucap Dean yang sambil tersenyum bahagian :D.


Malam hari listrik kami mati dan cukup lama sehingga aku tidak bisa belajar dan akhirnya aku tertidur, dan terbangun besok pagi. Aku langsung bersiap untuk pergi kesekolah.


Ketika aku sampai di kelas dan tidak lama guru kami datang dengan memperkenalkan 2 murid baru laki-laki dan perempuan. Zahra dan Nino. Mereka pindahan dari SMA yang sama mereka pindah karena sekolah lamanya akan direnovasi (bisa terbilang sekolah yang tidak elit).


Zahra adalah anak yang pendiam sedangkan Nino sangat nakal dan sering menjahili Zahra.


"Hallo zahra, apakah kamu ingin pergi ke kantin denganku?" ucapku kepada zahra.


"Tidak,tidak, aku tidak lapar" ucap zahra sambil sedikit cemas karena takut kami tidak akan berteman dengannya.


"Tidak apaapa zahra, jangan takut, karena ada Lisa yang preman disini" ucapku sambil bercanda.

__ADS_1


"Iya zahra ikut aku dan olive ke kantin" ucap Lisa.


"Baiklah, aku akan pergi bersama kalian" ucap zahra.


Ketika kami dikantin dan sudah memesan makanan, Dean dan Bima ikut makan di meja kami.


"Dean, Bima, perkenalkan teman baru kami zahra dia baru pindah hari ini" ucapku kepada Dean dan Bima.


"Halo zahra aku Bima anak jurusan Ipa 3". Ucap bima ke zahra.


"Halo zahra aku Dean anak jurusan Ipa 3 juga dan semoga kamu betah sekolah disini" ucap Dean ke zahra.


"Iya halo juga, senang bisa berkenalan dengan kalian" ucap zahra sambil tersenyum sumringah.


Setelah kami makan dan kami pun langsung masuk ke kelas karena akan ada perkenalkan dari kampus-kampus ke SMA kami.


Pulang sekolah aku berniat untuk ke perpustakaan daerah untuk mencati buku Geografi karena minggu depan akan ada ulangan harian. Ketika di depan gerbang aku bertemu dengan Dean.


"Ayo pulang" ucap Dean.


"Aku ingin perpustakaan daerah, apakah kau ingin mengantarku?". Ucapku sambil merengek ke Dean.


"Tentu saja tuan putri" ucap Dean sambil tertawa.


Di perpustakaan daerah sangat rapih dan juga bisa bersantai dengan nyaman, aku dan Dean sangan sering pergi kesana.


"Liv kau tau tidak kenapa aku tidak mau pergi ke perpustakaan sendirian?" tanya Dean kepadaku.


"Tidak" ucapku sambik menulis.


"Karena jika aku sendirian aku akan bosan! Sedangkan jika aku pergi bersamamu ketika aku bosan melihat buku aku akan melihatmu dan menghilang kan kebosananku dengan cara memandangimu" ucap Dean sambil tersenyum sumringah (eahhh bisa ajalu bambang)!!!


"Halaah! Itu alasanmu saja, bilang saja kau malas untuk pergi ke perpustakaan!" ucapku.


"Tidak liv, aku jujur loh" ucap Dean sambil meyakinkanku.


Sesampainya di rumah paman bertanya kepadaku tentang sekolah ku.


"Olive, kamu harus belajar dengan rajin buat paman, bibi, ibumu dan nenekmu bangga ya" ucap paman sambil tersenyum.


"Iya paman olive akan berusaha semampu olive, olive akan buat paman, bibi, ibu dan nenek bangga dengan olive" ucapku sambil meyakinkan paman.


"Ini hadiah untuk mu karena sudah belajar dengan baik" ucap paman sambil memberikan ku sebuah plastik yang ada kotak di dalamnya.


"Apa ini paman?" ucapku dengan rasa penasaran.


"Woaaah paman membelikan ku hanpone?" ucapku sambil tersenyum.


"Iya anakku semoga olive suka" ucap paman.


"Iya paman olive sangat suka, olive sangat berterima kasih pada paman dan bibi" ucapku sambil memeluk paman.


Besok adalah hari minggu dan aku ingin pergi keluar karena sangat bosan, aku mengajak Lisa tapi dia ingin pergi dengan ayahnya, aku sudah mulai putus harapan.


"Olive.....olive!!!?


Seseorang memanggilku dari arah bawah dan ternyata itu Dean.


"Apaan?" ucapku sedikit malas.


"Ayo turun kita jalan keluar" ucap Dean yang ingin mengajak ku pergi.


"Oke tunggu sebentar" karena aku sangat bosan di rumah.


Dean mengajak ku ketempat penitipan kucing, tempat ini sering kami datangi waktu masih kecil dan aku sangat menyukai kucing tapi aku tidak bisa memelihara nya karena bibi ku alergi dengan bulu nya.

__ADS_1


Aku sangat bahagia ketika Dean mengajaku untuk melihat kucing.


"Apakah kucing itu lebih beruntung dari pada aku?" tanya Dean kepada ku.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Ucapku ke Dean.


"Kita berteman dari kecil sampai sekarang dan kau tidak pernah perduli dengan ku apalagi menyentuh ku seperti kau yang sangat bahagia melihat kucing itu dan tanpa ragu menyentuhnya, aku sangat iri!" ucap Dean dengan serius.


"Kau ini bicara apa? Kau membandingkan dirimu dengan hewan? Haha lucu sekali' ucapku sambil bercanda (dalam hatiku Campur aduk -,-).


"Lihatlah kau masih bisa bercamda" ucap Dean yang semakin kesal.


"Sudahlah ayo kita pulang" karena aku takut jika pembicaraan ini berlanjut.


Hari senin setelah kami upacara Dean dan Bima datang ke kelas ku.


"Ini sarapan untukmu" ucap Dean.


"Lihatlah kau membelikan olive makanan sedangkan aku yang menemani mu kemana saja tidak pernah kau beli kan makanan" ucap Bima sambil sedikit kecewa.


"ini ambillah tadi sebelum pergi kesekolah aku sudah makan" aku memberikan makanan itu ke Bima.


"Eh, eh jangan" ucap Dean.


"Sudah ada ditangan ku dan aku segera memakannya" ucap Bima sambil berlari.


Dan kami pun tertawa. Dean sangat baik dan juga perhatian, dia selalu ada untukmu tapi aki tidak bisa dekat dengan nya aku harus menjaga jarak dengan Dean -,-.


Ketika jam pelajaran terakhir aku tidak sengaja bermain handpone dan ibu guru melihat ku bermain handpone, dia menghampiri ku dan mengambilnya dari tanganku.


"Olive jika kau ingin handphone mu kembali suruh orang tuamu menemuiku" ucap bu guru.


Aku hanya terdiam dan seperti seluruh dunia ikut gelap....


Waktu pulang sekolah Dean yang mengetahui handphone ku dirampas oleh ibu guru dan dia menawarkan idenya.


"Olive apakah kau ingin sekali handphone mu kembali?". Ucap Dean


"Iya! Tapi aku harus bagaimana? Aku tidak ingin paman dan bibi datang ke sekolah" ucapku sambil memasang wajah sedih ke Dean.


"Baiklah aku tau caranya" ucap Dean.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanyaku ke Dean.


"Nanti saja, sekarang aku akan mengantar mu pulang dulu" ucap Dean.


"Hmmm ya sudah". Aku menuruti ucapan Dean.


Setelah sampai dirumah aku pun tertidur karena cukup lelah, dan sekiat jam 4 sore Dean datang kerumah ku.


"Olive ayo keluar" teriak Dean cukup kencang.


"Iya, iya tunggu" (ada apalagi dengan manusia satu itu) ucapku dalam hati.


"Olive, ini handphone mu" ucap Dean sambil menyerahkan handpone kepadaku.


"Kenapa bisa kau mengambilnya? Apa yang sudah kau lakukan?" tanyaku serius.


"Aku tadi memohon dengan kepala sekolah dan mengatakan bahwa kau berjanji tidak akan melakukan nya lagi". Ucap Dean meyakinkanku


"Benarkah? Apakah kepala sekolah tidak memarahimu?" tanya ku kepada Dean.


"Tidak, dia cukup baik tadi karena dia ingin bersiap² untuk pulang" ucap Dean.


"Oh baiklah, aku sangat berterimakasih dengan mu Dean, kau adalah yang terbaik!". Ucapku ke Dean sambil tertawa.

__ADS_1


"Akhirnya kau memuji ku, aku sangat senang" ucap Dean sambil mencubit pipi ku.


__ADS_2