
" Wahhh benar berarti dugaan ku, kayaknya dean mulai suka deh sama zahra " ucap lisa.
" Hmmm, bisa jadi sih " jawab olive dengan wajah yang murung.
" Loh kamu kenapa live, kok sedih sih? cemburu yah hahaha " ucap lisa sambil tertawa mengejek olive.
" Apaan sih, enggaklah ngapain cemburu coba, aku aja gak suka sama dean, aku bahkan bersyujur kalo dean udah gak ngejer ngejer aku lagi " ucap olive.
" Kamu serius gak ada rasa sedikit pun sama dean live, dia kan sudah baik bangeg loh sama kamu bahkan sejak kalian masih kecil " tanya lisa.
" Iya lah serius, gak kok aku anggap dia cuma temen, dan aku suka kalo emang dia lagi dekat sama perempuan lain, biar dia gak sering kecewa gitu dengan mengharapin aku " jawab olive yang berpura pura untuk bahagia di depan lisa.
" Masak sih, tapi kayaknya wajah kamu gak bilang gitu, ada yang kamu tutupin yah dari aku? " tanya lisa.
" Gak ada lis serius, kamu percaya ya kan sama aku " jawab olive.
" Iya sih aku percaya tapi emang wajah kamu gak meyakinkan live hehe " ucap lisa.
" Sudah lah gak usah bahas masalah ini lagi, intinya aku bahagia kalo emang dean suka sama zahra, itu aja " ucap olive dengan serius
" Hmmm Oke.. oke.. deh aku ngerti, dan aku gak akan bahas masalah ini lagi hehe " ucap lisa.
Dan mereka berdua tersenyum bersama.
Olive hanya bisa berpura pura tersenyum, dia merasa belum tepat untuk menceritan semua isi hatinya kepada lisa.
Dia masih meyakinkan dirinya apakah dia benar benar menyukai dean atau hanya kagum dengan perlakukan nya yang baik selama ini.
Setelah kelas berakhir lisa dan olive pun bersiap untuk pulang.
Dan ketika di depan gerbang mereka melihat dean pulang dengan mengendarai motornya.
Dean pun menyapa lisa dan olive.
" Eh live, lis kalian mau pulang? " tanya dean sambil memberhentikan motornya tepat di depan olive dan lisa.
" Yang kamu liat gimana? " jawab olive.
" Ya kali aja kan kalian mau berdiri disini sampai sekolah besok haha " ucap dean sambil tertawa.
" Oh lu mau ngeledekin kita nih? sini lu kalo berani " ucap lisa sambil memukul kepala dean.
" Haha, gak... gak.. ayok kalo mau ikut aku pulang kita bonceng tiga haha " ucap dean sambil asik tertawa.
" Waah live dia benar benar membuagku ingin naik darah " lisa sambil menarik baju dean.
" Sudah sudah kalian ini apaan sih, malu dong di liatin orang lain " ucap olive.
" Kalo gak ada olive tadi lu udah abis di tangan gue " ucap lisa.
Dan mereka pun tertawa bersama dan saling memukul satu sama lain.
" Kamu tumben pulang cepat " tanya olive.
" Iya live, mau ngantar ibu pergi ke tempat tante mira " jawab dean.
" Oh gitu ya sudah kamu pulang sana hati hati " ucap olive.
" Iya live, nanti abis ngantar ibu mau ke perpustakaan udah janji sama zahra, kamu mau ikut gak? kalo mau ikut nanti aku jemput? " tanya di dean.
__ADS_1
" Oh... gak usah aku mau pergi sama paman " jawab olive yang langsung kecewa mendengar dean akan pergi ke perpustakaan dengan zahra.
" Ya sudah, pulang sana nanti ibumu nunggu lama " suruh olive.
" Iya sudah, aku pulang yah, live lis bye bye " ucap dean.
" Iya... iya hati hati lu " jawab lisa.
Dean pun pergi meninggalkan lisa dan olive. Lisa dan olive pun kembali membahas dean dan zahra.
" Eh live kamu dengar kan dean tadi bilang apa? " tanya lisa.
" Iya denger, mau ke perpustakaan sama zahra kan " jawab olive.
" Iya, tuh kan bener mereka sekarang emang lagi deket, buktinya pergi ke perpustakaan aja barengan kan " ucap lisa.
" Mungkin lah, aku juga gak tau hubungan mereka kayak apa, karena itu urusan mereka bukan urusan kita " jawab olive.
" Ya aku sih cuma penasaran aja, oh iya kita kan sudab janji ya gak bahas masalah mereka lagi hehe " ucap lisa.
" Mangkanya, kamu sendiri kan yang mulai bicarain mereka " ucap olive.
" Iya deh, gak lagi! ayo pulang itu bus nya sudah datang " jawab lisa.
Olive dan lisa naik ke dalam bus untuk pulang kerumah nya masing masing, dan rumah mereka pun satu arah sehingga bisa pulang bersama.
Ke esokan harinya olive tidak masuk sekolab karena harus menjaga nenek nya yang sakit, bibi dan paman pergi mengunjungi saudara bibi yang baeu saja meninggal.
Dan olive disuruh menjaga neneknya, sedangkan nenek olive tidak tinggal dengan paman dan bibi nya.
Dean yang ingin mengunjungi kelas olive pun bertemu zahra, dan zahra mengira dean ingin menemui nya.
" Aku mau ke kelas ips 3 hehe, " jawab dean.
" Oh kenapa? mau cari aku atau.... ? " tanya zahra sambil tersenyum ke geeran.
" Hehe, aku mau cari olive, ada yang ingin aku tanyain ke dia " jawab dean.
" Oh gitu, ya sudah " ucap zahra sambil kecewa dan memasang wajah yang jutek.
" Aku pergi dulu yah " ucap dean.
" Hmm, iya " jawab zahra.
Dean pun pergi ke kelas olive dan mencari nya tapi olive tidak ada dan ketika dean ingin keluar dia bertemu lisa.
" Eh lu ngapain disini? " tanya lisa.
" Olive mana? " tanya balik dean.
" Olive gak masuk, dia jagain neneknya karena paman dan bibik pergi melihat saudara bibik yang baru saja meninggal " jawab lisa.
" Oh begitu, ya sudah kalau gitu aku balik ke kelas yah " ucap dean.
" Eh tunggu sebentar, kan lagi istirahat duduk saja dulu disini sekalian kita ngoborol " ucap lisa.
" Okelah, kamu ada makanan kan haha " tanya dean.
" Kalau itu mah jangan takut, aku banyak makanan tenang saja " jawab lisa.
__ADS_1
Akhirnya mereka duduk bersebelahan dan mulai memakan makanan milik lisa.
" Eh dean gue mau nanya, lu emang lagi deket sama zahra? " tanya lisa.
" Deket? biasa aja sih kita kan berteman, emang kenapa? " dean balik nanya.
" Serius cuma temen? tapi kayaknya kalian akrab banget loh " tanya lisa lagi.
" Ya akrab sebagai temen doang sih, kayak gue sama lo, kita akrab kan " jawab dean.
" Oh kirain kalian lagi PDKT loh " ucap lisa.
" Yah enggaklah, gimanq sih lu kan tau kalo gue suka nya sama siapa " ucap dean.
" Iya sih, mangkanya gue juga heran liat lu deket sama zahra, pikiran gue kok lu cepat banget mau ngelupain olive yang udah ku kejar kejar dari dulu haha " ucap lisa sambil tertawa.
" Gak semudah itu sih lis buat ngelupain dia " ucap dean.
" Iya.. iya gue tau haha, kasihan banget ya lu dari dulu ngejar ngejar tapi gak pernah ditanggepin " ucap lisa sambil mengejek dean.
" Gue sih cuma berharap kalo suatu saat nanti olive bakal liat perjuangan gue buat dapetin dia, sebenernya gue tuh pingin ngejagain dia aja sih, tapi kayaknya sudah ada yang mau ngejagain dia " ucap dean dengan serius.
" Maksud loh gimana sih? gue gak paham " tanya lisa.
" Eh lis ada yang gue mau tanyaain tapi lu janji dulu deh bakal gak cerita sama siapa siapa, termasuk olive " dean sambil memasang wajah serius.
" Siaap, gue bakal jaga rahasia, ayo buruan mau nanya apa? " ucap lisa.
" Gue mau nanya, olive sama kak dimas itu sekarang udah jadian kah? " tanya dean dengan hati hati.
" Hah? maksud li gimana sih? " tanya lisa balik.
" Ah lu mah gak nyambung banget, gue nanya apa bener olive sama kak dimas itu sudah jadian, karena terakhir gue tau kalo kak dimas itu nembak olive dan olive bilang kasih dia waktu buat jawab, dan kak dimas kasih waktu sampai hari sabtu kalo gak salah " ucap dean.
" Oh gitu, lu pasri denger percakapan kita yah? " tanya lisa.
" Iya waktu itu kebetulan gue mau lewat depan kelas kalian, tapi kalian lagi ngobrol dan gak sengaja gue denger " jawab dean.
" Jadi gini, emang kak dimas itu nembak olive dan pada hari yang sama olive bilang ke kak dimas buat kasih dia waktu karena olive bener bener terkejut dengan pengakuan kak dimas " ucap lisa.
" Iya terus gimana lagi? " tanya dean sangat penasaran.
" Nah waktu hari sabtu, kak dimas jemput olive untuk bicarain masalah itu, dan mereka berhenti di depan mini market kalo gak salah, dan olive bilang kalo kak dimas itu sangat baik bahkan dia sangat mengagumi perilaku kak dimas, tapi kalau untuk jadi pacar dia gak bisa karena perasaan dia cuma sebatas kakak adik gak lain " jawab lisa.
" Jadi maksud lo olive nolak kak dimas gitu? " tanya dean lagi.
" Iya, terus olive bilang dia mau fokus buat ujian nya dan masuk ke universitas karena dia gak mau buat paman, bibi, nenek dan kakak nya kecewa " jawab lisa.
" Waaah syukur deh kalo begitu hehe, jadi gue yang salah tanggap akhir akhir ini gue emang liat kak dimas jemput olive waktu itu dan gue kira mereka udah jadian karena mereka saling tersenyum sih satu sama lain, gue kira olive udah jawab kak dimas kalau dia mau jadi pacarnya " ucap dean sambil tertawa.
" Tenang aja lu masih bisa ngejar dia kok haha lu masih punya kesempatan buag daperin dia " ucap lisa sambil tertawa.
" Iya... Iya gue bakal berjuang lagi haha " dean sambil bersemangat.
" Baguss, tenang aja gue bakal dukung lu kok, semangat!! " ucap lisa sambil menepuk pundak dean.
" Lu harus dukung gue pokoknya, ya sudah gue mau masuk kelas dulu yah dan ingat jangan kasih tau siapa siapa oke cukup kita berdua yang tau " ucap dean.
" Beres " lisa sambil tertawa.
__ADS_1
Dan dean pun pergi ke kelas nya sambil tertawa bahagia.