My Iron Man

My Iron Man
Episode 18


__ADS_3

Ke esokan harinya kelas ips 3 pun sudah menyelesaikan tugas yang sebelumnya diberikan ibu guru.


Dan ayu kebetulan tidak bisa mengumpulkan hasil jawaban karena sakit perut kemudian meminta teman yang lain untuk mengumpulkan.


Dan lisa bersedia dengan senang hati, waktu dia ingin mengumpulkan nya zahra datang dan menyerah kan tugas miliknya dan lisa pun mengambilnya.


Ketika lisa berjalan ke ruangan guru dia melihat tulisan zahra dan dia tidak asing dengan tulisan itu.


" Tulisan zahra rapih banget sih jadi iri gue " ucap lisa dalam hati.


" Eh tapi kayaknya gue pernah lihat tulisan ini? " lisa bertanya pada dirinya.


" Iya iya aku ingat, waah ternyata zahra yang menulis surat kepada kepala sekolah itu " ucap lisa sambil menghentikan langkah kaki nya karena dia sangat terkejut.


Dan tak lupa dia mengambil foto jawaban milik zahra agar menjadi bukti nanti.


Setelah mengumpulkan hasil jawaban kemudian lisa berjalan ke arah kelas nya dan tidak sengaja bertemu dean.


" Hey kenapa lu berjalan sambil melamun gitu? " tanya dean.


" Eh enggak hehe cuma lagi ada yang gue pikirin aja sih " jawab lisa.


" Mikirin apa sih lu, tumben banget ada pikiran " ucap dean sambil bercanda.


" Eh lu sialan emang, ada yang mau gue kasih tau nih ke elu " ucap lisa dengan serius.


" Iya iya apa? " tanya dean dengan penasaran.


Lisa pun menarik dean ke tempat yang agak sepi dan mulai membicarakan nya.


" Lu ingat kan ada yang ngirim surat sama kepala sekolah? " tanya lisa.


" Iya lah masih ingat, kenapa emang? " tanya dean balik.


" Kemarin waktu gue diem diem masuk keruangan kepala sekolah gak sengaja liat surat itu dan ini foto nya " ucap lisa sambil menunjukan foto tulisan di surat itu.


" Wah bener bener itu orang, apa salah gue sama olive coba? " ucap dean.


" Lu pasti bakal terkejut, tadi barusan gue ngumpulin hasil jawaban kelas kami dan ternyata gue liat tulisan zahra! dan sama kan? " ucap lisa sambil menunjukan foto tulisan tangan zahra di lembar jawaban.


" Hah? serius nih? jadi zahra yang ngaduin itu? " tanya dean sambil sedikit tidak menyangka.


" Iya sama persis kan tulisan nya? " tanya lisa balik.


" Iya, emang beneran sama! apa salah gue dengan olive coba. gue gak pernah loh nyakitin dia bahkan gue selalu baik sama dia " ucap dean.


" Salahnya lu gak suka sama dia, lu tau gak dia itu suka banget sama lu, gue suka memperhatikan dia " ucap lisa.


" Wah bener bener sih, beneran gak nyangka " ucap dean.


Bell masuk pun berbunyi lisa dan dean masuk ke kelas nya masing masing.


" Jangan kasih tau olive dulu ya lis, cukup kita aja dulu yang tau " pesan dean ke lisa.


" Oke deh, ya sudah gue masuk ya " ucap lisa.


Tim pengawas pun datang ke sekolah mereka dan melihat kegiatan yang di lakukan para siswa.


Ayu yang berdiri di depan pintu tidak sengaja kelilipan karena matanya dimasuki oleh debu.


Reno yang melihat itu langsung menarik ayu kesalah satu ruangan dan berusaha membersihkan nya, tetapi tidak hilang dan reno meniup mata ayu agar debu itu hilang.


Tetapi kepala sekolah datang bersama tim pengawas dan melihat mereka berduaan diruangan itu, sedangkan siswa yang lain nya sudah mulai belajar.


Reno dan ayu benar benar membuat kepala sekolah marah bahkan ibu ayu dan ibu reno di panggil kesekolah.

__ADS_1


Ibu ayu sangat marah ketika mendapat telefon dari kepala sekolah, dan kemudian dia datang dan menemui ayu diruangan yang berbeda dari reno.


Di ruangan itu hanya ada ayu, kepala sekolah dan pak hendra, kemudian ibu ayu masuk kerunagn itu.


" Apa yang sudah kau lakukan hah? " ucap ibu ayu sambil menampar nya.


Kepala sekolah dan pak hendra sangat terkejut dan berusaha memisahkan ayu dan ibu nya.


" Apakah kau tidak punya otak? aku sudah susah payah menyekolahkan mu tapi apa yang kau lakukan? " ibu ayu terus memarahinya.


Sedangkan ayu hanya diam sambil menangis.


Ibu ayu terus mengeluarkan kata kata yang tidak pantas sehingga membuat ayu sangat kesal dan semakin tertekan.


" Sudaaah!!! cukup!!! " Ucap ayu dengan sambil berteriak dan meninggalkan ruangan itu.


Kepala sekolah, pak hendra dan ibu ayu hanya bisa diam denga ucap ayu.


Akhirnya kepala sekolah menyuruh ibu ayu untuk pulang dan mencoba menenangkan dirinya.


Ayu pun menangis di toilet dan akhirnya setelah dia cukup puas dan mulai membaik dia kembali ke kelas nya.


Setelah beberapa jam akhirnya jam pelajaran pun berakhir dan olive cepat cepat turun karena paman sudah menunggu di depan gerbang karena mereka ingin melihat nenek.


Sedangkan dean pulang sendirian dengan motornya, dan dean tidak sengaja bertemu zahra tapi dia pura pura tidak melihatnya.


Tapi zahra yang menyapa nya terlebih dahulu.


" Dean? kamu mau pulang yah? " tanya zahra sambil malu malu.


" Iya za " jawab dean dengan singkat.


" Kamu gak perpustakaan hari ini? kalau iya mau aku cariin tempat duduk? " tanya zahra.


" Gak usah za hehe aku mau pulang soalnya " jawab dean dengan singkat lagi.


" Enggak, nanti dilihat sama kepala sekolah gimana kan bahaya " jawab dean yang mulai malas.


" Iya sih benee juga, ada baik nya sih kalian gak deket deket karena kalau kepala sekolah liat bahaya kan " ucap zahra sambil tertawa.


" Sebenarnya aku sudah tau za kalau yang buat surat itu kamu, aku benar benar gak nyangka kalau kamu sekejam itu, aku kurang baik apa sama kamu bahkan aku sudah anggap kamu teman dekat aku, tapi tenang aja aku gak bakal kasih tau sama orang orang kok asalkan kamu jangan ganggu olive, oke! " ucap dean sambil emosi.


Seketika suasana berubah dan zahra bagaikan tersambar petir, dia benar benar merasa cemas dan malu kepada dean.


" Maafkan aku dean, maaf " ucap zahra sambil menangis.


" Sudah ku maaf kan, tapi aku mohon kamu jangan ganggu olive " ucap dean.


Dean pun pergi meninggalkan zahra, dan zahra hanya bisa menangis dan tetap membenci olive.


Ayu yang sebelumnya terlibat masalah dengan reno membuatnya tidak konsen untuk belajar dan tekanan dari ibu nya yang mengharuskan dia harus lulus beasiswa membuatnya frustasi.


Apa yang dia pelajari semua nya tidak masuk ke otaknya.


Ke esokan harinya adalah jadwal untuk tes beasiswa ke perguruan tinggi.


Semua siswa sudah mengantri untuk masuk kerungan dan olive melihat ari adik tiri nya sibuk mencari pensil tetapi ia tidak membawa nya.


Ari ingin meminjam punya orang lain tetapi tidak ada yang membawa pensil lebih.


Olive yang melihat itu, langsung menghampiri ari dak memberikan pensil nya kemudian kembali lagi ke barisan nya.


Ari sangat terkejut dan dia merasa bahwa olive sangat baik, dia berasa bersalah dengan olive.


Ujian pun di mulai dan ternyata ayu sudah menyiapkan bocoran soal yang ia tulis di kertas kecil.

__ADS_1


Sedangkan zahra duduk di sebelah nya melihat ayu mengeluarkan kertas itu, ayu sebenarnya takut dan tidak berani membuka nya.


Ketika dia tau kalau guru sedang berjalan di belakang nya, akhirnya dia menjatuhkan kertas itu tapi ada di dekat zahra.


Dan zahra pun menginjak kertas itu, ayu cukup legah karena zahra sudah menyelamatkan nya.


Tetapi ketika guru itu sudah lewat dan zahra memanggilnya kemudia memberitau kertas contekan itu adalah milik ayu.


Ayu benar benar malu dan kecewa dengan sikap zahra, dia terus menangis dan ibu guru itu menyuruh ayu untuk keluar dan tidak bisa mengikuti tes beasiswa itu.


Ayu pun berlari meninggalkan kelas itu, dan olive yang melihat ayu seperti itu juga ikut pergi meninggalkan kelas. Olive tidak mengikuti tes itu dia lebih memilih mengejar ayu.


Bima dan dean yang melihat ayu berlari sambil menangis dan disusul oleh olive pun mereka sepakat untuk mengejar nya.


Tapi sebelumnya bima mengampiri tempat duduk reno dan menayakan pada nya apakah dia melihag ayu barusan?


" Apakah kau lihat ayu berlali sambil menangis? " tanya bima.


" Iya aku melihat" jawab reno sambil menulis.


" Kau tidak ingin menyusul nya? " tanya bima lagi.


" Tidak, itu bukan urusan ku lagi " jawab reno.


Bima sangat kesal dengan perilaku reno dan dia memukul nya.


Pengawas di kelas itu hanya diam saja karena mereka sambil menilai perilaku siswa disana.


Bima dan dean pun pergi meninggalkan kelas itu dan berlari mengejar olive dan ayu.


Setelah mereka berlari cukup jauh dan mereka bertemu olive tapi ayu tidak ada.


" Liv dimana ayu? " tanya bima dengan khawatir.


" Aku tidak tau, aku mengejarnya tapi dia berlari sangay cepat dan sekarang aku kehilangan jejak nya " jawab olive sambil menarik nafas.


" Ya sudah bagaimana kalau kita mencari nya berpisah, bim kau cari ke arah kiri sana, olive lurus ke sana dan aku akan mencari ke sebelah kanan " ucap dean.


" Oke kita berpencar " ucap bima.


Olive, bima dan dean pun sibuk mencari ayu secara berpisah, hingga bima tau dimana tempat ayu yang sering dia datangi.


Bima mendatangi tempat penitipan kucing yang tidak jauh dari sekolah mereka dan ternyata benar ayu sedang duduk disana sambil melihat kucing kucing itu bermain.


" Benar dugaanku ternyata kau disini " panggil bima.


" Hah? kenapa kau datang kesini? bagaimana denga ujian mu! " tanya ayu.


" Aku tidak ingin mendapatkan beasiswa karena akan dituntut untuk selalu belajar dan aku tidak suka itu, mangkanya aku keluar dari kelas itu " jawab dean padahal dia sengaja ingin menyusul ayu.


" Bisa aja sih, dasar pemalas " ucap ayu sambil tertawa.


Bima pun mengirin pesan ke dean dan olive bahwa ayu ada di tempat penitipan kucing. dan akhirnya mereka berdua pun datang.


Olive langsung memeluk ayu dan mereka menangis bersama.


" Jangan sedih yah, kami disini kok, kamu gak sendiri yu ada kita oke " ucap olive sambil menenangkan ayu.


" Aku takut ibu kan akan sangat marah dan juga semua siswa tau jika aku membuat kertas contekan dan aku benar benar malu liv " ucap ayu sambil terus menangis.


" Sudahlah tidak usah perdulikan teman teman yang lain dan juga ibu mu yakinkan pada nya bahwa kamu bisa masuk ke universitas unggulan itu dengan cara tes nasional, dan ketika lulus nanti kamu bisa coba ambil beasiswa " ucap olive.


" Iya iya, terimakasih untuk kalian yang sudah berkorban untuk ku, aku benar benae merasa terharu " ucap ayu sambil menangis.


" Kita ini adalah sahabat dan akan terus mencuatkan satu sama lain " ucap bima.

__ADS_1


" Jangan sedih la yu, kita berjuang bersama di ujian nasional nati " ucap dean.


Mereka ber empat pun saling berpelukkan dan tersenyum bersama.


__ADS_2